Setelah menuntaskan petualangan di area pertambangan dan desa adat, Lev dan Faruq bersiap untuk mengunjungi keajaiban alam di Kalimantan Timur: Pulau Derawan. Perjalanan kali ini akan membawa mereka ke destinasi yang jauh berbeda, dari hiruk-pikuk industri ke keindahan alam bawah laut yang memesona. Lev sangat antusias, tetapi ada satu hal yang membuatnya sedikit cemas.
"Faruq, aku... aku agak takut naik perahu lagi," bisik Lev, saat mereka menunggu perahu di pelabuhan Tanjung Batu. "Apalagi perahunya lebih kecil dari yang di pedalaman."
Faruq tertawa melihat raut wajah Lev yang tegang. "Tenang saja, Lev. Perjalanan kali ini lebih aman. Kita naik perahu yang lebih besar dan stabil. Lagipula, kamu sudah memakai jaket pelampung, kan?"
"Tentu saja! Aku tidak akan melepasnya sampai kita sampai di Derawan," jawab Lev, sambil memegang jaket pelampungnya dengan erat.
Mereka naik ke perahu, yang sudah diisi oleh beberapa turis lain. Perahu itu bergerak perlahan, meninggalkan pelabuhan. Lev duduk di samping Faruq, memejamkan mata, dan mencoba menenangkan diri.
"Lev, buka matamu. Pemandangannya indah sekali," kata Faruq, sambil menunjuk ke arah laut.
Lev membuka matanya perlahan. Ia melihat laut yang biru jernih, dengan hamparan terumbu karang yang terlihat dari atas. Ia merasa kagum, ia merasa ketakutannya sedikit berkurang.
"Subhanallah... Indah sekali," gumam Lev, sambil mengeluarkan kameranya.
Namun, saat ia mencoba memotret, perahu tiba-tiba bergoyang. Lev kembali panik. Ia berpegangan erat pada kursi, matanya terbelalak.
"FARUQ! PERAHUNYA GOYANG LAGI!" teriak Lev.
Faruq tertawa. "Tenang, Lev. Itu hanya ombak kecil. Tidak berbahaya."
Lev tidak bisa tenang. Setiap kali perahu bergoyang, ia berteriak. Beberapa turis lain melihatnya dengan heran, tapi Faruq berusaha menenangkan mereka.
"Dia memang agak takut dengan air," bisik Faruq kepada para turis.
Akhirnya, setelah beberapa jam perjalanan yang menegangkan bagi Lev, mereka tiba di Pulau Derawan. Lev merasa lega, ia segera turun dari perahu dan mencium tanah.
"Alhamdulillah, sampai juga!" seru Lev.
Para turis dan Faruq tertawa melihat tingkah Lev yang konyol.
"Lev, kamu ini memang ada-ada saja," kata Faruq.
Lev tersenyum. "Tapi aku selamat, kan?"
Malam itu, mereka menginap di sebuah resort sederhana di pinggir pantai. Lev merasa bahagia, ia merasa, ia telah menaklukkan ketakutannya.
"Lev, kamu tahu? Terkadang, kita harus menghadapi ketakutan kita. Dengan begitu, kita bisa menemukan keberanian," kata Faruq, saat mereka sedang makan malam.
"Iya, Faruq. Aku mengerti. Aku akan belajar untuk lebih berani," jawab Lev.
Keesokan harinya, mereka akan mulai mendokumentasikan keindahan Pulau Derawan. Lev merasa, ia sudah siap. Perjalanan ini mungkin akan diwarnai kekonyolan, tapi persahabatan mereka yang kuat akan membuat segalanya terasa mudah. Ia tahu, dengan Faruq di sisinya, petualangan ini pasti akan penuh warna. Dan yang terpenting, ia akan membawa niat baik dan semangat untuk mendokumentasikan keindahan Borneo, satu foto dan satu tawa pada satu waktu.
