Malam di Roma terasa panjang dan dipenuhi dengan kecemasan bagi Lev Ryley. Misteri pria berbaju hitam dan lensa kameranya yang hilang terus menghantuinya. Ia tidak bisa tidur nyenyak, dan saat pagi tiba, ia terbangun dengan wajah lelah. Emily, yang menyadari Lev tidak baik-baik saja, mencoba menghiburnya.
"Tenang, Lev," katanya sambil menyajikan kopi. "Kita akan mencari tahu apa yang terjadi. Tapi untuk sekarang, lupakan dulu masalah itu."
Emily mengajak Lev untuk berkeliling Roma dengan cara yang tidak biasa: menyewa skuter listrik. Ide itu, menurut Emily, akan membuat Lev melupakan sejenak masalahnya. Lev, yang awalnya ragu, akhirnya setuju.
Mereka menyewa dua skuter listrik dan mulai menjelajahi jalanan Roma yang ramai. Lev, yang tidak pernah mengendarai skuter listrik sebelumnya, merasa canggung. Ia mengendarai skuter dengan hati-hati, sementara Emily, yang sudah terbiasa, melaju dengan lincah.
"Ayo, Lev! Jangan takut!" teriak Emily, dari kejauhan. "Ini tidak sulit!"
Lev mencoba mempercepat laju skuternya, tetapi ia malah kehilangan keseimbangan. Skuternya melaju tak terkendali, dan Lev berusaha mengendalikannya. Tiba-tiba, ia melihat sebuah pot bunga besar di pinggir jalan.
Brak!
Skuter Lev menabrak pot bunga itu, dan pot bunga itu pecah berantakan. Lev terjatuh, dan skuter itu tergeletak di sampingnya. Emily, yang mendengar suara tabrakan, segera kembali. Ia melihat Lev tergeletak di samping pot bunga yang pecah, dan ia tidak bisa menahan tawanya.
"Lev! Kamu baik-baik saja?" tanyanya, di antara tawanya.
"Aku... aku rasa begitu," jawab Lev, terdengar putus asa. "Tapi pot bunganya... aku rasa tidak."
Beberapa orang yang melihat kejadian itu ikut tertawa. Lev merasa malu, tetapi ia juga tertawa. Ia menyadari bahwa petualangan ini tidak akan lengkap tanpa beberapa momen konyol.
Setelah berhasil bangkit, Lev dan Emily membersihkan pecahan pot bunga. Seorang wanita tua, pemilik pot bunga itu, menghampiri mereka. Ia melihat pot bunganya yang pecah, dan Lev merasa bersalah.
"Maafkan aku," kata Lev, dengan nada tulus. "Aku akan menggantinya."
Wanita tua itu tersenyum. "Tidak apa-apa, Nak. Itu hanya pot bunga. Yang penting, kamu tidak terluka."
Wanita itu lalu membantu Lev membersihkan pecahan pot bunga, dan ia menawarkan mereka kopi di rumahnya. Lev dan Emily merasa terharu dengan kebaikan hati wanita itu. Mereka berdua minum kopi bersama wanita tua itu, dan mereka berbincang. Wanita itu menceritakan kisah hidupnya, dan Lev merasa bahwa ia telah menemukan sebuah cerita yang berharga.
Malam itu, saat mereka berjalan pulang, Lev merasa bahwa ia tidak lagi terlalu memikirkan lensa yang hilang. Kejadian konyol dengan skuter dan kebaikan hati wanita tua itu telah membuatnya menyadari bahwa hal-hal baik juga bisa terjadi di tengah-tengah kesialan.
Dan dengan Emily di sisinya, ia tahu bahwa setiap petualangan akan menjadi cerita yang tak terlupakan, bahkan jika itu adalah petualangan skuter yang berakhir dengan tabrakan.
