Suasana di meja makan keluarga Muhammad Hifni terasa sedikit berbeda pagi ini. Rina Rufida, yang selalu semangat menerapkan metode learning by doing, memutuskan bahwa hari ini adalah "English Day" di rumah. Tujuannya sederhana: agar Khalisah yang sebentar lagi genap berusia 6 tahun di bulan Februari ini, terbiasa dengan kosakata dasar sebelum masuk sekolah dasar.
"Khalisah, could you please pass me the dates?" tanya Rina sambil menunjuk piring berisi kurma sukari.
Khalisah mengerutkan kening, menatap ayahnya yang sedang sibuk mengaduk teh hangat. "Ayah, Bunda bilang apa? Dates itu bukannya artinya tanggal di kalender kantor Ayah?"
Hifni terkekeh, mencoba menunjukkan wibawa sebagai kepala keluarga sekaligus abdi negara. "Bunda tanya kurma, Sayang. Di dalam bahasa Inggris, kurma itu dates. Sama kayak tanggal, karena kurma itu buah yang bikin kita ingat waktu berbuka."
"Oh!" Khalisah mengambil satu kurma dan memberikannya pada Rina. "Bun, kalau Si Belang mau kurma, namanya dates juga?"
"Si Belang doesn't eat dates, honey. He prefers fish," jawab Rina sambil tersenyum.
Di sisi lain pagar, keluarga drg. Dina sedang sibuk dengan rutinitas kesehatan. Sebagai dokter gigi, Dina sangat tegas mengenai asupan gula selama Ramadhan. Ia sedang memberikan penjelasan kecil kepada Naura Salsabilla tentang mengapa mereka harus membatasi makan kue manis saat berbuka.
"Naura, kalau kita kebanyakan makan yang manis tanpa sikat gigi, nanti bakteri di mulut berpesta. Naura nggak mau kan giginya sakit saat lebaran nanti?" ujar Dina. Naura mengangguk patuh sambil mengelus Snowy yang duduk di pangkuannya.
Tiba-tiba, sebuah ide muncul di kepala Naura. "Bunda, kalau Snowy nggak pernah makan permen, berarti gigi Snowy paling sehat di dunia ya?"
Dina tertawa renyah. "Gigi kucing itu beda strukturnya dengan manusia, Sayang. Tapi tetap harus dijaga. Makanya makanan Snowy harus yang berkualitas."
Sore harinya, saat waktu ngabuburit tiba, kedua keluarga Salsabilla ini berkumpul di taman depan. Hifni membawa beberapa brosur dari kantornya tentang program bantuan sosial, sementara Dina membawa paket pembersih gigi gratis untuk dibagikan.
"Mbak Rina, Pak Hifni, bagaimana kalau kita buat perlombaan kecil-kecilan untuk anak-anak?" usul Dina. "Lomba hafalan surat pendek, tapi jurinya adalah... Si Belang dan Snowy!"
Khalisah dan Naura bersorak setuju. Mereka duduk di atas tikar, sementara Si Belang dan Snowy diletakkan di depan mereka. Si Belang tampak acuh tak acuh, lebih tertarik mengejar lalat yang lewat, sedangkan Snowy duduk tegak seolah-olah benar-benar memahami protokol penjurian.
Naura memulai dengan surat Al-Ikhlas. Suaranya merdu dan lancar. Snowy mengeluarkan suara mengeong sekali saat Naura selesai.
"Lihat! Snowy kasih nilai sepuluh!" seru Naura bangga.
Sekarang giliran Khalisah. Ia membacakan surat Al-Falaq dengan penuh semangat. Namun, di tengah bacaan, Si Belang tiba-tiba melompat ke pundak Hifni dan mencoba mengambil pulpen di saku kemejanya.
"Yah! Si Belang nggak sopan, masa juri malah main pulpen Ayah!" keluh Khalisah.
Hifni menangkap Si Belang dan menaruhnya kembali ke bawah. "Ini namanya interupsi, Dek. Sama kayak di rapat kantor Ayah, kadang ada saja yang bikin gagal fokus."
Rina kemudian menengahi dalam bahasa Inggris, " It's okay, girls. Both of you did a great job. High five! "
Di tengah tawa itu, mereka menyadari betapa indahnya kebersamaan ini. Perbedaan latar belakang antara seorang PNS, guru bahasa Inggris, dan dokter gigi melebur hanya karena tingkah pola dua anak perempuan dan dua ekor kucing.
"Bu Dokter," panggil Hifni saat suasana mulai tenang. "Saya baru sadar, sejak kalian pindah ke sini, kompleks kita jadi lebih hidup. Ternyata kucing itu bukan cuma peliharaan, ya? Tapi bisa jadi jembatan silaturahmi."
Dina mengangguk setuju. "Betul, Pak Hifni. Di dalam Islam pun, kucing adalah hewan yang istimewa. Menyayangi mereka adalah bagian dari menjaga amanah ciptaan Allah."
Saat adzan Maghrib berkumandang, mereka saling berbagi takjil. Khalisah memberikan sepotong kecil ikan rebus untuk Si Belang sebagai 'upah' juri, dan Naura memberikan camilan khusus untuk Snowy. Malam itu, di bawah langit Ramadhan 2026, mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan, melainkan dari rasa syukur dan kasih sayang kepada sesama makhluk hidup.
Actionable Links & Tips Ramadhan 2026:
Kesehatan Gigi: Jangan lupa untuk selalu memeriksakan kesehatan gigi secara rutin di Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) agar ibadah puasa dan momen lebaran Anda tetap nyaman.
Pendidikan Anak: Bagi para ibu guru atau orang tua yang ingin mencari materi bahasa Inggris menyenangkan untuk anak, Anda bisa mengunjungi British Council LearnEnglish Kids.
Kesejahteraan Hewan: Berikan nutrisi terbaik untuk kucing kesayangan Anda. Cek panduan nutrisi kucing di Royal Canin Indonesia.
