Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga tempat bertemunya berbagai kebudayaan dari seluruh Nusantara. Akulturasi budaya Betawi, Tionghoa, Arab, dan kolonial Eropa melahirkan cita rasa kuliner ibu kota yang sangat kaya, unik, dan bikin kangen.
Bagi kamu yang sedang berlibur ke Jakarta, berburu kuliner legendaris adalah agenda yang tidak boleh dilewatkan. Warung-warung ini bukan sekadar tempat makan biasa, melainkan saksi sejarah yang sudah memanjakan lidah lintas generasi selama puluhan tahun.
Berikut adalah 10 rekomendasi kuliner legendaris dan street food di Jakarta yang wajib masuk ke dalam daftar buruanmu!
1. Kerak Telor Bang Sadi (Samping Monas)
Belum ke Jakarta namanya kalau belum mencoba makanan khas Betawi yang satu ini. Terbuat dari beras ketan, telur bebek atau ayam, lalu diberi taburan serundeng, ebi, dan bawang goreng. Dimasak di atas anglo arang tanpa minyak, menghasilkan aroma gosong yang khas dan menggugah selera.
2. Soto Betawi H. Ma'ruf (Cikini)
Berdiri sejak zaman sebelum kemerdekaan (sekitar tahun 1940-an), Soto Betawi H. Ma'ruf adalah maestro soto di Jakarta. Kuahnya merupakan campuran santan dan susu yang gurih, diisi dengan daging sapi empuk atau jeroan, serta disajikan hangat dengan emping melinjo.
3. Gado-Gado Bon Bin (Cikini)
Masih di kawasan Cikini, ada Gado-Gado Bon Bin yang legendaris sejak tahun 1960. Keunikan gado-gado di sini terletak pada bumbu kacangnya yang tidak diulek bersama sayuran, melainkan dimasak terlebih dahulu hingga menghasilkan tekstur yang sangat halus, kental, dan gurih manis.
4. Kopi Es Tak Kie (Glodok)
Bagi pencinta kopi, kedai legendaris di Gang Gloria, Glodok ini wajib dikunjungi. Berdiri sejak tahun 1927, Kopi Es Tak Kie tetap mempertahankan racikan kopi hitam dan kopi susu tradisional yang segar. Suasana kedai yang klasik akan membawamu bernostalgia ke masa lalu.
5. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Siap-siap mengantre jika datang ke sini malam hari. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih dimasak dalam wajan raksasa dengan bumbu rempah kapulaga, jintan, dan kunyit ala Timur Tengah yang sangat kuat. Daging kambingnya melimpah dan sama sekali tidak bau prengus.
6. Bakmi Gang Kelinci (Pasar Baru)
"Mudah dicari, karena terkenal di mana-mana." Penggalan lagu legendaris tersebut memang benar adanya. Pusatnya berada di Gang Kelinci, Pasar Baru. Bakmi dengan tekstur kenyal, suwiran ayam kecap yang gurih, dan kuah kaldu yang bening segar ini selalu ramai pengunjung sejak tahun 1957.
7. Pempek Megaria (Metropole Cikini)
Meskipun pempek berasal dari Palembang, Pempek Megaria yang berlokasi di area bioskop Metropole ini sudah menjadi kuliner ikonik Jakarta sejak tahun 1989. Menu andalannya adalah Pempek Kapal Selam dengan cuko yang kental, pedas, dan pas di lidah.
8. Sate Padang Ajo Ramon (Pasar Santa)
Bagi pencinta kuliner malam, Sate Padang Ajo Ramon di Jakarta Selatan adalah pilihan terbaik. Sate lidah dan daging sapinya dipanggang sempurna, lalu diguyur kuah kental berwarna cokelat kemerahan yang kaya rempah dan pedas menggigit.
9. Asinan Betawi H. Mansyur (Kamboja)
Terletak di kawasan Rawamangun, tempat ini menyajikan asinan sayur segar dengan siraman bumbu kacang yang asam, manis, dan pedas. Dilengkapi dengan kerupuk mi kuning raksasa dan kerupuk merah, kuliner ini sangat cocok dinikmati saat siang hari yang terik.
10. Martabak PECENONGAN 65A
Tutup petualangan kulinermu dengan yang manis-manis. Martabak Pecenongan 65A adalah pelopor martabak premium di Jakarta. Adonannya super lembut dan tebal, dengan pilihan topping melimpah mulai dari mentega Wijsman, keju, cokelat, hingga varian modern seperti Matcha dan Nutella.
Tips Berburu Kuliner di Jakarta
Siapkan Uang Tunai Secukupnya: Walaupun sebagian besar tempat makan sudah menerima pembayaran digital (QRIS), beberapa warung street food di dalam gang sempit masih lebih menyukai pembayaran tunai.
Perhatikan Jam Buka: Kuliner seperti Soto Betawi dan Gado-Gado biasanya buka sejak pagi hingga siang, sementara Nasi Goreng Kebon Sirih dan Sate Padang baru mulai ramai di sore hingga malam hari.
