Bab 19: Mempersiapkan Perjalanan dan Keberanian yang Diuji

Bab 19: Mempersiapkan Perjalanan dan Keberanian yang Diuji

Lev
0

Kabar mengenai biji kopi ajaib dan dimensi Andriy menyebar di antara mereka bertiga, membawa angin segar dan tujuan baru. Seolah petualangan di dimensi goblin kemarin adalah pemanasan, kini misi mereka jauh lebih besar: menemukan sisa-sisa biji kopi ajaib untuk mengembalikan kehangatan ke kafe dan hati mereka. Namun, perjalanan ini tidak bisa dilakukan sembarangan.

"Aku akan menyiapkan segala kebutuhan untuk perjalanan," ujar Vera dengan nada serius. "Pakaian hangat, persediaan makanan. Aku akan mengurusnya."

Ksenia, yang sudah mulai membayangkan vlog epik tentang petualangan mereka, tampak bersemangat. "Aku akan membawa semua kamera dan drone terbaikku! Ini akan menjadi vlog paling keren sepanjang masa! Kita akan menunjukkan kepada semua orang bahwa keajaiban itu nyata!"

Andriy, yang lebih berpengalaman dalam petualangan lintas dimensi, merasa cemas. "Ini tidak seperti petualangan di dimensi goblin, Ksenia. Dimensiku jauh lebih berbahaya. Ada makhluk-makhluk yang lebih kuat, lebih jahat. Ada juga sihir yang tidak bisa kalian pahami."

"Tapi kami akan bersamamu, Andriy," kata Vera, memegang tangan Andriy. "Kita akan melakukannya bersama. Kita adalah tim. Dan kita sudah membuktikannya saat melawan goblin."

"Ya, Andriy," timpal Ksenia. "Selain itu, bukankah kau bilang biji kopi itu berasal dari tempat yang pernah kutinggali? Pasti ada sesuatu yang bisa membantumu, kan?"

Andriy menatap Vera dan Ksenia, melihat tekad di mata mereka. Ia menyadari, mereka tidak takut. Mereka percaya padanya. Dan itu membuatnya merasa lebih kuat, lebih berani.

"Baiklah," kata Andriy, akhirnya setuju. "Kita akan pergi. Tapi ada beberapa hal yang harus kita siapkan."

Mereka memulai persiapan. Vera membuat daftar barang-barang yang harus dibawa, seperti pakaian tebal, obat-obatan, dan beberapa makanan siap saji. Ksenia mulai mengisi baterai semua peralatannya, sambil sesekali merekam vlog persiapan mereka. Andriy, sementara itu, kembali ke toko bukunya.

Di dalam tokonya, Andriy mengambil peta ajaib milik Pyotr. Peta itu, yang biasanya terlihat seperti peta kuno biasa, kini bersinar. Peta itu menunjukkan sebuah jalan yang panjang, melewati hutan, gunung, dan danau.

"Aku harus menemukan sesuatu yang bisa membantuku," gumam Andriy.

Ia mencari di antara buku-buku langka di tokonya. Ia mencari buku-buku tentang sihir, tentang dimensi, dan tentang biji kopi ajaib. Ia mencari selama berjam-jam, hingga akhirnya, ia menemukan sebuah buku tua yang tersembunyi di balik tumpukan buku. Buku itu berjudul Buku Saku Elf: Panduan Bertahan Hidup di Dunia Modern.

Andriy membuka buku itu, dan ia menemukan sebuah bab tentang biji kopi ajaib. Di sana, tertulis bahwa biji kopi itu tidak hanya tumbuh di dimensi elf, tetapi juga bisa ditemukan di dunia manusia, di tempat-tempat yang penuh dengan energi positif.

"Energi positif..." gumam Andriy. "Di mana tempat yang penuh dengan energi positif di Chelyabinsk?"

Ia berpikir, dan tiba-tiba, ia teringat sesuatu. Ia teringat akan sebuah bangku taman, tempat ia bertemu dengan pasangan lansia yang bahagia. Tempat di mana ia melihat bintang jatuh buatan. Tempat di mana ia merasakan kebahagiaan.

"Tentu saja," Andriy berbisik. "Di sana."

Andriy kembali ke kafe, dan ia menceritakan penemuannya kepada Vera dan Ksenia. Mereka terkejut, dan mereka merasa senang. Mereka tidak perlu pergi ke dimensi lain. Mereka bisa menemukannya di Chelyabinsk.

"Kalau begitu," kata Ksenia, "kita akan pergi ke taman. Aku akan merekam semuanya! Ini akan menjadi vlog paling keren sepanjang masa!"

"Aku akan membawa tas dan botol air," kata Vera. "Kita harus bersiap-siap."

Andriy tersenyum. Ia melihat Ksenia dan Vera, dan ia merasa bahwa ia tidak sendirian. Ia punya keluarga.

Babak baru dalam kehidupan Andriy, yang penuh dengan petualangan, misteri, dan harapan, telah dimulai. Ia akan mencari biji kopi ajaib itu, dan ia akan mengembalikan kebahagiaan yang hilang. Ia akan terus hidup, dan ia akan terus mencari kebahagiaan, seperti yang dijanjikannya kepada Kolya. Ia tidak lagi takut pada perpisahan, karena ia tahu, kenangan yang ia jalin akan selalu hidup.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default