Senin pagi di kantor pemerintahan Kabupaten Murung Raya dimulai dengan suasana yang sangat formal. Muhammad Hifni duduk di depan komputernya, menatap tabel Excel yang berisi rincian anggaran pengadaan alat tulis kantor. Namun, di sudut pikirannya, ada tabel anggaran lain yang sedang ia susun secara mental: Anggaran Penyelamatan Bubbles.
Setelah insiden serangan Si Belang kemarin, Hifni sadar bahwa akuarium Khalisah membutuhkan upgrade sistem keamanan yang setara dengan protokol gedung negara.
"Pak Hifni, ini draf laporan perjalanan dinas ke muara sungai kemarin sudah selesai?" tanya rekan sekantornya, seorang staf senior yang juga hobi memancing.
Hifni mendongak, matanya sedikit lelah. "Sudah, Pak. Tapi saya sedang memikirkan masalah yang lebih mendesak. Bagaimana caranya membuat akuarium aman dari serangan kucing oranye yang beratnya hampir tujuh kilogram?"
Rekannya tertawa terpingkal-pingkal. "Wah, kalau itu masalahnya, Pak Hifni butuh 'biaya tak terduga'. Di pasar minggu, ada penjual yang bikin rak besi khusus. Kucing seberat apa pun tidak akan bisa menggulingkannya. Tapi ya itu, harganya lumayan."
Hifni menarik napas panjang. Sebagai PNS, ia terbiasa dengan prinsip efisiensi. Ia mengambil kalkulator dan mulai menghitung di balik secarik kertas memo dinas:
Rak Besi Anti-Guling: Rp350.000
Lampu UV (Saran dari Rina agar air tidak hijau): Rp150.000
Pelet Import (Saran Khalisah agar warna Bubbles makin cerah): Rp75.000
Tanaman Air (Agar Bubbles bisa sembunyi dari tatapan kucing): Rp50.000
"Totalnya bisa buat beli ban motor baru," gumam Hifni dalam hati. Ia tersenyum tipis, membayangkan wajah Khalisah yang begitu bahagia saat melihat Bubbles berenang tenang. Baginya, kebahagiaan anak adalah "tunjangan kinerja" paling tinggi yang bisa ia dapatkan.
Siang harinya, saat jam istirahat, Hifni menyempatkan diri mengirim pesan singkat kepada istrinya, Rina Rufida.
Hifni: "Bunda, Ayah sudah hitung anggaran keamanan akuarium. Sepertinya kita harus 'revisi anggaran' belanja kopi Ayah bulan ini."
Tak lama, balasan masuk.
Rina: "That's a good investment, Yah. Tadi Khalisah bilang ke Bunda, dia mau jualan gambar ikan di sekolah buat bantu Ayah beli rak. So cute! Tapi Bunda sudah sisihkan dari uang sertifikasi guru dikit. Go ahead, buy the iron rack!"
Hifni merasa bebannya terangkat. Inilah indahnya rumah tangga; diplomasi yang tulus dan dukungan penuh, meski hanya untuk urusan seekor ikan Mas Koki dan ancaman kucing tetangga.
Namun, di tengah rasa lega itu, sebuah notifikasi lain muncul di layar ponselnya. Sebuah pesan dari nomor yang belum tersimpan, namun ia tahu siapa pemiliknya dari gaya bahasanya yang sangat formal dan puitis.
"Assalamu’alaikum, Hifni. Maaf mengganggu waktu dinasmu. Tiara sudah sangat antusias menanti kehadiran Khalisah di hari Sabtu. Ia bahkan telah menyiapkan jamuan kecil untuk para 'pecinta air'. Semoga jadwal pemerintahanmu tidak menghalangi langkah silaturahmi ini. Salam untuk istrimu, Ibu Rina." — Nadira Asfia.
Hifni terdiam sejenak. Ia harus sangat berhati-hati dalam membalas pesan ini. Sebagai seorang PNS yang mengedepankan transparansi, ia langsung melakukan tangkapan layar (screenshot) pesan tersebut dan mengirimkannya kepada Rina.
Hifni: "Bunda, ini ada undangan lanjutan dari Ibu Nadira. Bagaimana? Jadi kita berangkat Sabtu ini?"
Rina membalas dengan cepat. "Tentu. Bunda juga penasaran, sesempurna apa 'tata bahasa' akuarium di rumah seorang Guru Bahasa Indonesia. We will go, Yah. Siapkan rak besinya sebelum Sabtu, supaya kita tidak malu kalau Bubbles terlihat trauma saat dikunjungi!"
Hifni tersenyum. Operasi "Anggaran Ikan" sukses besar. Sekarang tinggal satu tugas lagi: memastikan rak besi itu selesai tepat waktu dan cukup kuat untuk menahan beban Si Belang jika kucing itu memutuskan untuk melakukan serangan balasan.
Tips Mengelola Anggaran Hewan Peliharaan (SEO Optimized):
Bagi Anda yang baru memulai hobi seperti keluarga Hifni, penting untuk memiliki Catatan Keuangan Hewan Peliharaan. Mulailah dengan membeli perlengkapan esensial terlebih dahulu. Untuk menghemat biaya, Anda bisa membeli Pakan Ikan Curah Berkualitas yang disimpan dalam wadah kedap udara agar tetap segar. Bagi pecinta kucing, menyisihkan dana untuk vaksinasi jauh lebih murah daripada mengobati kucing yang sakit. Investasi pada keamanan (seperti rak besi) adalah cara terbaik menghindari kerugian akibat kerusakan akuarium.
Judul Bab Selanjutnya:
Bab 9: Debat Estetika: Ikan Cupang vs Ikan Guppy.
Hasil ini hanya untuk tujuan informasi.
