Dengan informasi baru bahwa dalangnya adalah seorang wanita, Elara Arsitek, dan bala bantuan tentara bayaran elit akan segera tiba, suasana di Hutan Evergreen semakin intens. Trio monster dan sekutu baru mereka, Zara sang ahli biologi, berkumpul di area latihan mereka di tepi danau.
"Profesor Owa bilang Esensi Alam akan meningkatkan kemampuan kita, dan itu benar," kata Spinner, merapikan beberapa benang sutra yang kini terasa lebih kuat di tangannya. "Tapi untuk menghadapi pasukan elit dan Bio-Transmutator, kita butuh lebih dari sekadar 'upgrade' level dasar. Kita butuh kemampuan tingkat lanjut."
"Zara, kau bilang kau tahu cara kerja logistik perusahaan," kata Leo, menatap Zara dengan mata hijaunya yang tajam. "Apakah kau punya ide bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan taktis?"
Zara mengeluarkan tabletnya yang ditenagai oleh panel surya kecil. "Mereka sangat bergantung pada drone untuk pengiriman pasokan dan pengintaian udara. Jika kita bisa meretas frekuensi drone mereka, kita bisa menggunakannya untuk memata-matai atau bahkan mengalihkan perhatian."
"Meretas frekuensi? Itu tugas Profesor Owa," dengus Bumble.
"Tapi idenya bagus! Aku bisa menyengat drone master utama mereka dan Profesor Owa bisa memprogram ulang!"
Rencana aksi baru disusun, terbagi menjadi dua bagian:
Mengamankan Upgrade Kemampuan Tingkat Lanjut: Trio monster akan pergi ke Gunung Berapi Pucat untuk mengumpulkan Bunga Api Langka yang, menurut legenda hutan, dapat menyatu dengan esensi alam dan menciptakan kemampuan elemen baru.
Membangun Kembali Sistem Intelijen: Zara akan bekerja dengan Profesor Owa untuk meretas sistem komunikasi PMC.
Leo dan Spinner setuju untuk pergi ke Gunung Berapi Pucat. Bumble tetap tinggal bersama Zara dan Profesor Owa karena lebah tidak tahan suhu panas gunung berapi.
Perjalanan ke Gunung Berapi Pucat adalah mini-dungeon yang penuh tantangan lingkungan. Udaranya tipis, panas, dan tanahnya tidak stabil. Leo dan Spinner, dengan kemampuan upgrade baru mereka, berhasil menavigasi medan berbahaya tersebut. Mereka berhadapan dengan kadal api raksasa (yang berhasil dilumpuhkan dengan Jaring Titanium yang tahan panas) dan menghindari lahar panas menggunakan Cakar Bayangan Leo.
Di puncak gunung, di bibir kawah yang masih aktif, mereka menemukan Bunga Api Langka yang mekar indah di tengah batu panas. Bunga itu berwarna jingga membara dan memancarkan panas yang intens. Saat mereka menyentuh bunga itu, esensi alam dari Pohon Kehidupan bereaksi.
Spinner merasakan sutranya menyerap panas, memberinya kemampuan Jaring Api—jaring yang dapat membara dan melumpuhkan targetnya dengan panas yang menyengat. Leo merasakan kemampuan bayangannya bercampur dengan elemen api, memberinya Cakar Api Bayangan—serangan cakar yang tidak hanya memukul keras, tetapi juga meninggalkan bekas luka bakar.
Mereka telah berhasil meningkatkan level mereka sekali lagi.
Sementara itu, di laboratorium biologis Profesor Owa, Bumble dan Zara sedang bekerja keras. Zara memasang USB flash drive ke dalam tabletnya dan mulai meretas firewall PMC. Profesor Owa mengawasi dengan cermat, memberikan saran kuno tentang sirkuit dan gelombang energi.
"Manusia sangat bergantung pada Wi-Fi!" dengus Profesor Owa. "Jaringan mereka lemah, mereka terlalu fokus pada keamanan fisik!"
Zara berhasil meretas sistem komunikasi PMC. Dia mendapatkan akses ke jadwal pengiriman Arsitek, tata letak markas yang lebih rinci, dan—yang terpenting—frekuensi kontrol drone utama.
"Kita berhasil!" seru Zara, menunjuk ke layar tabletnya yang kini menunjukkan umpan langsung dari kamera drone PMC.
"Bagus sekali!" dengung Bumble. "Sekarang kita bisa melihat rencana jahat mereka!"
Di layar, mereka melihat Tuan Arsitek (Elara Arsitek) tiba dengan konvoi kendaraan militer, ditemani oleh pengawal elit bersenjata lengkap. Dia tampak dingin, efisien, dan sangat berbahaya.
"Dia sudah di sini," bisik Zara.
Kembalinya Leo dan Spinner dari Gunung Berapi Pucat disambut dengan antusiasme. Mereka sekarang memiliki intelijen penuh dan kemampuan tempur tingkat lanjut.
"Jaring Api dan Cakar Api Bayangan sudah siap," lapor Leo.
"Frekuensi drone sudah di tangan kita," tambah Zara.
"Sengatan Berantai juga siap 100%!" seru Bumble.
Trio monster dan sekutu manusia mereka kini menjadi tim tempur yang lengkap, siap untuk raid dungeon terakhir. Mereka memiliki strategi, kekuatan baru, dan pengetahuan tentang kelemahan musuh. Pertarungan bos sudah di depan mata, dan mereka tidak akan membiarkan Hutan Evergreen jatuh ke tangan Arsitek jahat.
