Bab 9: Drama Vaksinasi dan Komedi di Klinik Dokter Dina

Bab 9: Drama Vaksinasi dan Komedi di Klinik Dokter Dina

Lev
0
Ikuti kisah hangat Khalisah & Naura merawat kucing oren dan Persia di Tabalong. Novel Islami keluarga PNS & Dokter Gigi yang penuh komedi, edukasi Abu Hurairah, dan persahabatan kucing di Murung Pudak. Baca selengkapnya!


Pagi itu, suasana di kediaman Muhammad Hifni kembali "panas". Pasalnya, sebuah pesan masuk ke grup WhatsApp Salsabilla Meow Club—grup yang dibuat khusus oleh Rina Rufida dan Dina Yulianti. Pesan itu berisi jadwal vaksinasi tahunan untuk kucing-kucing di wilayah Tanjung.

"Bunda, Jagau bilang dia tidak mau disuntik! Dia lebih baik berkelahi dengan lima kucing pasar daripada harus ketemu jarum!" seru Khalisah Salsabilla sambil mencoba menangkap si Jagau yang seolah tahu akan dibawa ke dokter.

Rina Rufida menghela napas. "Khalisah, health is number one. Jagau itu PNS—Pecinta Nyawa Sehat. Dia harus divaksin supaya tidak kena virus."

Muhammad Hifni yang baru pulang dari kantor Pemkab dengan seragam cokelatnya hanya bisa geleng-geleng kepala. "Ayo, cepat bawa Jagau. Abah sudah siapkan keranjang anyaman di motor. Kita janji bertemu di klinik Dokter Dina sore ini karena beliau mengundang dokter hewan praktek di sana."

Sore harinya, Klinik Gigi Dokter Dina yang biasanya tenang berubah menjadi zona tempur. drg. Dina Yulianti sudah menunggu bersama Naura Salsabilla dan tentu saja, Snowee. Snowee tampak tenang di dalam tas astronotnya, seolah sudah terbiasa dengan aroma alkohol dan antiseptik klinik.

"Naura, Snowee kok tidak takut?" tanya Khalisah sambil memegangi keranjang Jagau yang bergetar hebat.

"Snowee kan Princess, dia tahu kalau disuntik itu buat kecantikan bulunya juga," jawab Naura dengan gaya sok dewasa.

Kekacauan dimulai saat giliran Jagau tiba. Begitu pintu keranjang dibuka, si Jagau langsung melesat keluar. Ia tidak lari ke arah pintu, melainkan melompat ke atas kursi periksa gigi yang sangat canggih milik Dokter Dina.

"Jagau! Turun! Itu kursi buat pasien orang, bukan buat pasien oren!" teriak Hifni panik.

Jagau malah tak sengaja menginjak pedal kontrol kursi. Seketika, kursi periksa gigi itu mulai naik dan turun sendiri, sementara lampunya mati-nyala secara otomatis. Khalisah dan Naura malah tertawa kegirangan, menganggap itu adalah wahana bermain untuk kucing.

"Wah! Jagau mau jadi dokter gigi juga!" seru Khalisah sambil tepuk tangan.

Dokter hewan yang bertugas hanya bisa tersenyum simpul, sementara Dina dan Rina sibuk mencoba memojokkan Jagau yang sangat lincah. Hifni, dengan naluri birokrasinya, mencoba melakukan "pendekatan persuasif". Ia mengambil sepotong kecil ikan asin yang sengaja ia kantongi di saku celana dinasnya.

"Jagau... ini ikan haruan kualitas ekspor. Sini, turun pelan-pelan..." bujuk Hifni.

Melihat ikan haruan, pertahanan Jagau runtuh. Saat ia turun untuk menyambar ikan itu, sang dokter hewan dengan cekatan langsung memberikan suntikan vaksin. Jagau hanya sempat berseru "Mrow?!" kecil sebelum akhirnya kembali masuk ke keranjang dengan wajah merajuk.

"Drama selesai!" ucap Dina sambil menyeka keringat di dahinya. "Luar biasa ya, kucing kampung memang punya energi ekstra."

Sambil menunggu masa observasi setelah vaksin, kedua keluarga itu duduk di ruang tunggu klinik. Rina memperhatikan dinding klinik yang dipenuhi foto-foto Naura dan Snowee.

"Dokter Dina, saya perhatikan, Naura ini wajahnya kalau sedang serius benar-benar mirip Hifni waktu lagi pusing baca laporan anggaran," celetuk Rina tiba-tiba dengan nada bercanda yang tajam.

Hifni langsung tersedak air mineralnya, sementara Dina hanya tersenyum tipis. "Mungkin karena kita semua tinggal di Tabalong, Bu Rina. Air di sini membuat karakter orang-orangnya punya garis wajah yang mirip—sama-sama tangguh."

"Atau mungkin karena nama belakang mereka sama, jadi takdirnya memang untuk mirip?" tambah Khalisah polos, membuat suasana semakin canggung namun sekaligus lucu.

Hari itu, meskipun Jagau pulang dengan perasaan dikhianati oleh sepotong ikan asin, hubungan kedua keluarga Salsabilla ini semakin erat. Di Bumi Saraba Kawa, mereka belajar bahwa menjaga kesehatan hewan adalah bagian dari ibadah, dan tertawa bersama di tengah kekacauan adalah obat stres terbaik bagi para PNS dan dokter yang sibuk.

Tips Kesehatan Kucing:

Vaksinasi sangat penting untuk mencegah penyakit mematikan seperti Feline Panleukopenia dan Rabies. Bagi warga Tabalong, pastikan Anda mengunjungi dokter hewan berlisensi secara rutin. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut melalui Situs Resmi Dinas Perkebunan dan Peternakan Tabalong.

Untuk perlengkapan transportasi kucing yang aman seperti keranjang atau tas astronot, Anda bisa mengeceknya di Lazada atau Shopee. Jangan lupa berikan camilan sehat sebagai hadiah setelah kucing Anda divaksin!

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default