Bab 5: Sahur Pertama dan Diplomasi "Wet Food"

Bab 5: Sahur Pertama dan Diplomasi "Wet Food"

Lev
0
Ikuti kisah hangat keluarga PNS & Dokter Dina. Petualangan Khalisah & Naura belajar puasa, shalat tarawih, dan merawat kucing di Ramadhan 2026. Cocok untuk pecinta kucing & orang tua!



Jumat, 13 Februari 2026. Suara sirine imsak dari Masjid Al-Ikhlas baru saja berhenti bergema, disusul suara muazin yang mengingatkan warga bahwa waktu subuh tinggal sepuluh menit lagi. Di rumah nomor 12, Muhammad Hifni sedang berada dalam misi paling sulit dalam karier sipilnya: membangunkan Khalisah Salsabilla yang baru saja genap berusia 6 tahun.

"Dek, bangun... Wake up, Princess," bisik Rina Rufida sambil mengelus dahi putrinya. Namun, Khalisah hanya berguling, membungkus dirinya lebih rapat dengan selimut gambar kucingnya.

Hifni yang sudah rapi dengan sarung dan kaos oblong putihnya, punya ide cemerlang. Ia mengambil kaleng wet food (makanan basah) kesukaan Si Belang dari dapur. Dengan gerakan perlahan, ia membuka tutup kaleng itu tepat di depan pintu kamar. Suara klik khas kaleng terbuka rupanya adalah frekuensi sakti.

Bukan Khalisah yang bangun duluan, melainkan Si Belang yang entah muncul dari mana, tiba-tiba sudah mengeong keras di kaki Hifni. Suara "Meong" yang bersemangat itu akhirnya membuat mata Khalisah terbuka lebar.

"Si Belang lapar, Yah?" tanya Khalisah dengan suara serak khas bangun tidur.

"Iya, Si Belang mau sahur. Khalisah juga harus sahur supaya nanti kuat main sama Naura," jawab Hifni sukses.

Di sebelah rumah, suasana tidak kalah sibuk. drg. Dina Yulianti sedang menyiapkan sereal sehat dan kurma untuk Naura. Berbeda dengan Si Belang yang berisik, Snowy si kucing Persia tampak duduk anggun di atas meja makan, menatap Naura dengan mata bulatnya yang biru.

"Bunda, Snowy kenapa nggak makan nasi goreng juga?" tanya Naura sambil menyuap kurma.

"Snowy punya makanan sendiri, Sayang. Oh iya, habis sahur jangan lupa sikat gigi yang bersih ya. Bunda nggak mau anak dokter gigi punya 'naga' di mulutnya pas siang-siang nanti," canda Dina. Sesuai anjuran di Portal Sehat Kemenkes, menyikat gigi setelah sahur adalah kunci menjaga kesegaran mulut selama 14 jam ke depan.

Pagi harinya, tantangan sebenarnya dimulai. Pukul 10.00 WIB, Khalisah sudah mulai mondar-mandir di depan dispenser. Hifni yang sedang bekerja dari rumah (Work From Home) karena kebijakan efisiensi kantor pemerintahan di awal Ramadhan, mencoba mengalihkan perhatian anaknya.

"Yah, perut Khalisah bunyinya lebih keras dari suara mendengkur Si Belang," keluh Khalisah sambil memegangi perutnya.

Hifni tertawa. "Itu tandanya perut Khalisah lagi dilatih kesabaran. Gimana kalau kita laksanakan misi 'Pasukan Meong' yang kemarin?"

Mendengar kata 'misi', semangat Khalisah kembali. Mereka keluar ke teras dan melihat Naura serta drg. Dina juga sudah bersiap. Naura membawa tas kecil berisi sampel makanan kucing premium, sementara Khalisah membawa kantong plastik berisi sisa ikan goreng semalam yang sudah dibersihkan durinya oleh Rina.

"Ayo, pasukan! Kita cari kucing-kucing yang belum sahur!" seru Naura.

Kedua Salsabilla itu berjalan menyisuri trotoar kompleks di bawah pengawasan Hifni dan Dina. Pertemuan pertama mereka adalah dengan "Preman Kompleks", seekor kucing besar berwarna hitam yang sering mangkal di pos satpam.

"Ini buat kamu, Puss. Biar kamu kuat puasa... eh, maksudnya biar kamu nggak lapar," ujar Khalisah sambil meletakkan ikan.

Naura memberikan creamy treat pada kucing lain di bawah pohon mangga. "Bunda, lihat! Kucingnya senang sekali. Padahal aku yang lapar, tapi kenapa aku jadi merasa kenyang ya lihat mereka makan?"

Dina tersenyum manis dan menatap Hifni. "Itulah keajaiban sedekah, Pak Hifni. Memberi makan makhluk Allah itu bisa memberikan kepuasan batin yang luar biasa."

Hifni mengangguk setuju. "Betul, Bu Dokter. Sebagai PNS, saya sering mengurus administrasi masyarakat, tapi melihat anak-anak belajar melayani makhluk hidup secara langsung seperti ini, rasanya lebih nyata pelajarannya daripada sekadar membaca peraturan daerah."

Namun, suasana syahdu itu pecah saat Si Belang tiba-tiba muncul dan mencoba merebut makanan dari kucing hitam besar tadi. Terjadilah aksi kejar-kejaran antara kucing kampung dan kucing "preman" itu.

"Belang! Don't be greedy! Berbagi itu is a must!" teriak Rina dari kejauhan yang baru saja keluar rumah untuk membuang sampah.

Hifni harus berlari kecil mengejar Si Belang agar tidak terjadi tawuran antar-kucing di depan rumah Ketua RT. Hari pertama puasa di tahun 2026 ini ternyata tidak hanya melelahkan secara fisik bagi Khalisah, tapi juga menjadi olahraga jantung bagi Hifni.

Sore harinya, saat adzan Maghrib berkumandang, Khalisah berhasil menyelesaikan puasa pertamanya hingga pukul 12 siang (puasa mampir). Walau belum penuh, Hifni dan Rina sangat bangga. Mereka merayakannya dengan memberi Si Belang porsi makan ekstra.

"Besok Khalisah mau puasa sampai jam 3 sore, Yah!" tekad Khalisah sambil meneguk es buah buatan ibunya.

"Hebat! Nanti hadiahnya Ayah belikan mainan tikus baru yang loncengnya lebih kecil, supaya nggak ribut kalau dibawa ke masjid lagi," canda Hifni yang disambut tawa oleh Rina.

Informasi Actionable:
Ingin tahu jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 yang akurat? Anda bisa mengunduh aplikasinya di Bimas Islam Kemenag.

Pecinta kucing bisa mendonasikan makanan atau menjadi relawan di komunitas seperti Whiskas Peduli atau shelter lokal.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default