The Story of My Journey
About Islam
Bab 24: Kado Terindah

Bab 24: Kado Terindah

Anindya dan Adam hidup dalam kebahagiaan. Mereka saling melengkapi, saling mengingatkan, dan saling menguat…

Bab 23: Merajut Masa Depan

Bab 23: Merajut Masa Depan

Lamaran Adam diterima, dan orang tua Anindya memberikan restu. Proses selanjutnya berjalan dengan lancar. K…

Bab 22: Jodoh yang Diridai

Bab 22: Jodoh yang Diridai

Empat bulan berlalu sejak kepulangan Anindya. Hubungannya dengan ibunya semakin membaik. Ibunya mulai serin…

Bab 21: Pelukan Ibu

Bab 21: Pelukan Ibu

Hari-hari pertama Anindya di rumah terasa kaku. Ayah dan ibunya tetap dingin, seolah menjaga jarak. Obrolan…

Bab 20: Pertemuan di Ruang Tamu

Bab 20: Pertemuan di Ruang Tamu

Anindya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan perasaan campur aduk. Ia mengenakan gamis s…

Bab 17: Ramadan di Kota Dingin

Bab 17: Ramadan di Kota Dingin

Cuaca di Manchester semakin dingin, namun hati Anindya terasa semakin hangat. Bulan Ramadan tiba, bulan yan…