Bab 6: Ketika Kucing Tetangga Melirik Akuarium Khalisah

Bab 6: Ketika Kucing Tetangga Melirik Akuarium Khalisah

Lev
0
Ikuti petualangan Khalisah Salsabilla dan Tiara Andini dalam dunia ikan hias. Kisah keluarga Islami yang hangat, penuh komedi, dan tips merawat hewan di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah.


Suasana siang di kediaman Muhammad Hifni biasanya diisi oleh suara pengulangan kosa kata bahasa Inggris dari laptop Rina Rufida atau suara gemericik air dari filter akuarium baru milik Khalisah. Namun, hari ini ada frekuensi suara tambahan yang membuat bulu kuduk berdiri: suara gesekan kuku pada kaca.

"Ayah! Look! Si Belang sedang mencoba melakukan illegal fishing!" teriak Khalisah dari ruang tengah.

Hifni, yang tengah sibuk merapikan tumpukan berkas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di meja makan, langsung beranjak. Benar saja, di balik jendela kaca yang berbatasan langsung dengan bufet tempat akuarium berada, Si Belang—kucing oranye milik Pak RT yang badannya sudah menyerupai karung beras—sedang berdiri tegak dengan dua kaki belakangnya. Kaki depannya menempel di kaca, matanya yang kuning menyipit penuh konsentrasi menatap Bubbles, sang Ikan Mas Koki, yang berenang dengan polosnya.

"Astaghfirullah, Belang! Kamu ini PNS bukan, tapi kok mau korupsi hak hidup ikan orang?" seloroh Hifni sambil menepuk kaca jendela.

Si Belang hanya menoleh sekilas, mengeong pendek seolah menjawab, "Aku hanya melakukan survei lapangan, Pak Hifni," lalu kembali fokus pada gerakan ekor Bubbles.

Rina Rufida muncul dari dapur sambil membawa botol semprotan air. "Ini masalah serius, Yah. Secara psikologis, Bubbles bisa stres. He will be traumatized! Lihat itu, dia berenang makin cepat sampai menabrak dinding akuarium."

"Bunda, tadi di sekolah Tiara bilang kalau kucing itu predator yang cerdas. Kita harus pakai strategi 'Defense'. Ayah, ayo kita pasang pagar!" desak Khalisah.

Hifni menghela napas. Sebagai seorang PNS, ia tahu bahwa setiap masalah membutuhkan solusi infrastruktur. Ia mengambil beberapa bilah kayu sisa dan kawat ram dari gudang. Sambil bertukang, pikirannya kembali melayang pada tantangan Tiara kepada Khalisah untuk mengadakan "Kontes Kecantikan Ikan" di rumah Nadira Asfia hari Sabtu nanti.

"Bunda," panggil Hifni hati-hati sambil memalu kawat. "Sabtu ini Khalisah diajak ke rumah Tiara, anaknya Nadira yang kemarin kita temui di pasar itu."

Rina yang sedang mengelap kaca akuarium seketika berhenti. "Oh, the Indonesian teacher lady? Baguslah, supaya Khalisah punya teman yang bahasanya lebih teratur. Tapi, kenapa tiba-tiba?"

"Anak-anak mau pamer ikan, katanya. Semacam studi banding antar-akuarium," jawab Hifni, mencoba mencari istilah yang paling netral.

"Studi banding?" Rina tersenyum penuh arti. "Baiklah. Tapi pastikan akuarium Khalisah sudah dipasangi pelindung anti-kucing ini. Kita tidak ingin membawa 'lauk' siap saji ke rumah orang lain, kan?"

Sementara itu, Khalisah sedang sibuk memberikan instruksi kepada Bubbles. "Bubbles, jangan takut. Ayah sedang membangun benteng untukmu. Kamu harus kuat seperti Satria milik Tiara, tapi tetap cantik seperti tuan puteri."

Di luar jendela, Si Belang akhirnya menyerah. Dengan gaya arogan, ia melompat turun dari pagar dan berjalan pergi sambil mengibaskan ekornya. Namun, Hifni tahu ini hanyalah gencatan senjata sementara. Kucing oranye tidak pernah benar-benar menyerah; mereka hanya sedang menyusun strategi baru.

"Yah," panggil Rina lagi. "Kalau kita ke rumah Nadira, apa kita harus bawa buah tangan? Atau... bawa pakan ikan premium?"

Hifni terkekeh. "Bawa doa saja, Bunda. Dan mungkin sedikit camilan untuk Tiara. Kita harus menunjukkan bahwa keluarga PNS Pemerintahan dan PNS Pendidikan adalah kombinasi yang kompak, meski harus menghadapi gangguan kucing oranye sekalipun."

Malam itu, akuarium Khalisah akhirnya memiliki "atap" kawat ram yang kokoh. Sebuah simbol perlindungan bagi nyawa kecil di dalamnya, sekaligus persiapan mental bagi Hifni untuk menghadapi pertemuan yang mungkin akan lebih menantang daripada sekadar menghadapi kucing tetangga: reuni kecil di bawah pengawasan istri dan anak-anak.

Tips Keamanan Akuarium dari Gangguan Kucing (SEO Optimized):

Seperti yang dilakukan keluarga Hifni, mengamankan akuarium adalah kewajiban bagi pemilik kucing. Gunakan Kawat Ram Stainless Steel atau penutup akuarium yang berat. Pastikan juga filter air tidak memiliki kabel yang menjuntai rendah, karena kucing sangat suka menarik kabel yang bergerak. Untuk menjaga ketenangan ikan, Anda bisa memasang Stiker Latar Belakang Akuarium agar ikan merasa lebih terlindungi dan tidak merasa diawasi dari segala arah oleh predator.

Judul Bab Selanjutnya:
Bab 7: Operasi Penyelamatan Ikan Mas Koki dari Cakar Si Belang.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default