Kenyataan bahwa mereka adalah bagian dari ramalan kuno membuat Lev, Vania, Anatasya, dan Elara merasa gentar sekaligus terhormat. Beban takdir terasa berat di pundak mereka, tetapi persatuan dan tekad mereka semakin menguat. Mereka tahu bahwa Sombra akan kembali, dan ia akan lebih kuat. Mereka harus siap.
Namun, ketenangan pasca badai tidak bertahan lama. Keesokan paginya, berita buruk datang dari luar Arcanum. Sombra telah menyerang beberapa desa di dunia manusia. Desa-desa itu tidak hancur oleh api atau air, tetapi oleh kabut hitam yang menyelimuti mereka. Penduduknya tidak terbunuh, tetapi jiwa mereka terperangkap dalam kegelapan.
Lev, Vania, Anatasya, dan Elara terkejut. Mereka tahu bahwa Sombra telah mengubah strateginya. Dia tidak lagi menyerang secara fisik, tetapi secara spiritual. Dia tidak lagi mencoba untuk menghancurkan, tetapi untuk mengendalikan.
"Dia memanfaatkan ketakutan dan keputusasaan," kata Elara, wajahnya muram. "Dia mencari orang-orang yang merasa kosong dan tidak puas, dan dia mengisi kekosongan itu dengan kegelapan."
"Seperti yang dia lakukan padaku," tambah Lev, suaranya pelan.
Argus memanggil mereka. "Ini adalah perang spiritual," katanya. "Kita harus menghadapi Sombra di dunianya sendiri. Kita harus pergi ke dunia manusia dan mengalahkan Sombra di sana."
Mereka tahu bahwa ini adalah risiko besar. Sombra di dunia manusia akan jauh lebih kuat. Tetapi, mereka juga tahu bahwa mereka harus melakukannya. Mereka adalah satu-satunya harapan untuk dunia manusia.
Sebelum berangkat, Argus memberikan mereka sebuah peta kuno. Peta itu menunjukkan lokasi-lokasi di mana Sombra menyerang. Peta itu juga menunjukkan sebuah lokasi misterius di mana cahaya abadi bersinar.
"Tempat ini... aku pernah melihatnya di ramalan kuno," kata Lev. "Ini adalah tempat di mana cahaya abadi bersinar. Ini adalah tempat di mana kita bisa mengalahkan Sombra."
Mereka tahu bahwa Sombra akan menunggu mereka di sana. Tetapi, mereka tidak takut. Mereka tahu bahwa mereka memiliki Elara di sisi mereka, dan mereka memiliki persatuan dan kepercayaan.
Bab ini diakhiri dengan Lev, Vania, Anatasya, dan Elara yang bersiap untuk pergi ke dunia manusia. Mereka tahu bahwa ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah mereka hadapi. Tetapi, mereka juga tahu bahwa mereka akan menang. Karena kali ini, mereka tidak hanya melawan Sombra. Mereka juga melawan ketakutan dan keputusasaan, dan mereka akan membawa harapan ke dunia manusia.
