Bab 8: Pertemuan Warga Sipil yang Canggung dan Plot Twist tentang Arsitek

Bab 8: Pertemuan Warga Sipil yang Canggung dan Plot Twist tentang Arsitek

Lev
0

Trio monster melarikan diri dari Markas Besar Fase 2 tepat saat fajar menyingsing. Mereka kembali ke jantung hutan untuk bersembunyi dan memulihkan diri. Misi infiltrasi telah sukses besar, tetapi mereka tahu konfrontasi terakhir sudah di depan mata.

Dalam perjalanan kembali, mereka memilih jalan memutar melalui area yang lebih dekat ke perbatasan, berharap menemukan jalan pintas. Di sana, mereka menemukan sesuatu yang tidak mereka duga: seorang manusia sipil.

Bukan tentara bayaran atau penebang pohon, melainkan seorang wanita muda dengan ransel besar, sepatu bot hiking, dan kamera tergantung di lehernya. Dia tampak tersesat, kelelahan, dan sedikit ketakutan, tetapi tidak membawa senjata. Dia tampak seperti seorang peneliti atau turis petualang.

Manusia itu, yang bernama Zara, sedang mencoba menyeberangi jembatan akar alami ketika dia melihat Leo, Bumble, dan Spinner muncul dari semak-semak. Reaksinya persis seperti yang diharapkan: dia menjerit nyaring, menjatuhkan ranselnya, dan mencoba lari, tetapi kakinya tersangkut akar.

"Tolong! Jangan makan aku!" teriaknya, menutup matanya erat-erat.

Trio monster berhenti, bingung. Ini bukan musuh yang mereka harapkan.

"Tenang, manusia," kata Leo, berusaha terdengar tidak mengancam, yang sulit dilakukan mengingat taringnya yang besar dan cakar yang baru saja di-upgrade. "Kami tidak memakan manusia. Kami sudah sarapan salmon."

Zara membuka matanya perlahan, melihat Bumble yang terbang di depannya. "K-kalian... bisa bicara?"

"Tentu saja kami bisa bicara!" dengung Bumble dengan sedikit kesombongan. "Dan kami penjaga hutan ini! Apa yang kau lakukan di sini? Area ini berbahaya bagi manusia! Ada monster jahat berkeliaran!" Bumble menunjuk ke arah markas manusia di kejauhan.

Spinner melangkah maju, memancarkan aura ketenangan. "Siapa namamu, manusia? Mengapa kau di sini sendirian?"

"Namaku Zara," katanya, suaranya masih bergetar. "Aku... aku seorang ahli biologi lingkungan. Aku mendengar desas-desus tentang hutan ajaib di sini, dan aku datang untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayatinya sebelum... sebelum dirusak oleh perusahaan pertambangan itu."

Trio monster saling pandang. Ahli biologi lingkungan? Itu bukan gelar "manusia jahat" yang mereka kenal.

"Kau bukan bagian dari PMC?" tanya Leo curiga. "Kau tidak punya gergaji baja besar atau senjata?"

"Tentu saja tidak! Aku di sini untuk menghentikan mereka juga!" Zara mencoba berdiri, menunjuk ke peta di ranselnya. "Lihat! Aku punya data satelit yang menunjukkan area yang mereka rencanakan untuk ditebang. Mereka ilegal!"

Zara menunjukkan peta digitalnya. Data itu sama persis dengan yang mereka temukan di flash drive Arsitek. Terjadi momen komedi kehidupan yang canggung di antara mereka. Para monster menyadari bahwa tidak semua manusia itu sama.

"Oke, oke, kami percaya padamu," kata Spinner. "Tapi kau harus pergi. Bos besar akan datang besok pagi. Dia sangat jahat."

"Bos besar?" tanya Zara. "Maksudmu Tuan Arsitek? CEO PMC?"

"Ya, si botak tukang rusak hutan itu," kata Bumble.

Zara menggelengkan kepalanya dengan ekspresi bingung dan sedikit sedih. "Tuan Arsitek... dia bukan pria botak. Dia adalah seorang wanita. Namanya Elara Arsitek. Dia wanita paruh baya yang sangat kuat dan kejam."

Sebuah plot twist menghantam trio monster itu lebih keras daripada serangan tentara bayaran. Profesor Owa salah mengidentifikasi gender Arsitek dari data terbatas.

"Wanita?" desis Leo. "Profesor Owa bilang dia pria! Data itu pasti rusak!"

"Gender tidak masalah," kata Spinner cepat. "Yang penting dia jahat dan berencana menghancurkan hutan kita. Tapi kita sekarang tahu dalangnya adalah seorang wanita."

Zara, yang mulai merasa lebih nyaman di sekitar trio aneh ini, menawarkan bantuan. "Aku bisa membantumu. Aku tahu cara kerja logistik perusahaan. Aku bisa membocorkan informasi atau memanipulasi jadwal pengiriman mereka."

Trio monster berdebat sebentar. Menerima bantuan manusia sipil? Itu bertentangan dengan semua naluri mereka. Tapi Zara tampaknya tulus dan memiliki pengetahuan yang mereka butuhkan untuk pertarungan bos terakhir.

"Baiklah, Zara," kata Leo akhirnya. "Kau bisa ikut kami, tapi kau harus mematuhi aturan kami. Dan jangan mencoba menyentuh Bumble, dia stres."

Zara tersenyum lega. Dia telah menemukan sekutu yang paling tidak mungkin.

Trio monster—ditambah satu ahli biologi manusia—kembali ke Batu Bundar dengan informasi baru tentang dalang kejahatan. Pertarungan bos telah berubah: sekarang mereka tahu siapa yang mereka hadapi, dan mereka punya mata-mata internal. Hutan Evergreen siap untuk pertempuran puncak.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default