Bab 9: Rahasia di Balik Peta Kuno Clara

Bab 9: Rahasia di Balik Peta Kuno Clara

Lev
0
Ikuti petualangan Lev Ryley dalam novel bajak laut modern dengan bumbu komedi, romansa, dan persahabatan sejati. Menjelajahi lautan dari Eropa hingga Australia bersama 10 kru unik.



Setelah "penyiksaan" fisik dari Elena berakhir, suasana kapal kembali tenang, namun tidak bagi Clara Lefebvre. Di ruang navigasi yang sempit, ia membentangkan sebuah perkamen kulit domba yang sudah sangat rapuh. Bastian memperhatikannya dari balik kacamata dengan dahi berkerut.

"Itu tidak logis, Clara. Koordinat ini menunjuk ke tengah-tengah palung Atlantik yang tidak memiliki daratan sama sekali," ujar Bastian sambil mengetuk petanya yang jauh lebih modern.

"Itu karena kau melihat dunia dengan mata pelaut abad ke-21, Bastian," balas Clara tanpa menoleh. "Peta ini dibuat sebelum pergeseran lempeng besar. Garis-garis ini bukan menunjukkan arah angin, tapi aliran energi laut yang tersembunyi."

Lev tiba-tiba muncul, kepalanya menyembul dari pintu bawah. "Energi laut? Maksudmu seperti sihir? Keren sekali!"

Clara menghela napas. "Bukan sihir, Lev. Ini sains kuno yang terlupakan. Peta ini menyebutkan tentang 'Gerbang Emas' di dekat Kepulauan Canary. Jika kita menemukannya, kita bisa memotong waktu perjalanan menuju Afrika dalam hitungan jam, bukan hari."

Namun, percakapan mereka terhenti saat kapal tiba-tiba berguncang hebat. Brak!

Suara teriakan Oliver terdengar dari atas tiang pengintai. "Kapten! Kita punya tamu yang sangat tidak artistik di sebelah kiri!"

Lev dan yang lainnya berlari ke dek. Di sana, sebuah kapal bajak laut hitam legam dengan bendera bergambar tengkorak yang mengenakan mahkota berduri sedang mendekat. Itu adalah bajak laut Black Trident, penguasa bayangan di perairan lepas pantai Eropa.

"Sepertinya mereka menginginkan peta itu, Clara," gumam Arthur sambil menarik pedang peraknya.

"Atau mereka hanya ingin mencuri sup Matteo yang baunya sampai ke kapal mereka," canda Lev, meski tangannya sudah bersiap di pinggang.

Elena segera mengambil posisi. "Lukas, siapkan tekanan uap maksimal! Freya, jaga bagian bawah kapal! Oliver, jangan biarkan mereka melempar jangkar pengait!"

Di tengah ketegangan itu, Sienna mendekati Lev. "Lev, jika kau terluka lagi karena melakukan gerakan bodoh, aku akan menggunakan jarum terbesar yang kumiliki untuk menjahitmu."

Lev menyeringai lebar, membetulkan topi kaptennya. "Dengar itu semuanya? Jangan sampai terluka, atau dokter kita akan mengamuk! Mari kita tunjukkan pada mereka bagaimana cara kru The Azure Vagabond menyapa tamu!"

Isabella mulai memainkan biola dengan nada staccato yang agresif, memacu adrenalin seluruh kru saat kapal bajak laut lawan mulai melepaskan tembakan meriam pertama mereka.

Prosedur Selanjutnya:
Bab ini mulai memasukkan elemen konflik eksternal dengan bajak laut lain. Apakah kita lanjut ke Bab 10: Pertempuran di Lautan Hitam, atau ingin fokus ke momen komedi saat Matteo dan Lukas mencoba menciptakan senjata makanan di tengah perang?

Jangan lupa, kamu bisa melihat referensi desain kapal bajak laut keren untuk membayangkan The Azure Vagabond saat bertempur!

Lanjut ke bab berikutnya?

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default