Meriam pertama meledak di sisi kanan kapal, mengirimkan cipratan air raksasa yang membasahi dek The Azure Vagabond. Bau mesiu mulai memenuhi udara, bercampur dengan aroma saus tomat yang terbakar karena Matteo terpaksa meninggalkan kompornya.
"Gila! Mereka benar-benar ingin menenggelamkan makan siang kita!" teriak Matteo sambil berlari ke dek dengan memegang dua pisau daging panjang.
Elena berdiri di atas anjungan, suaranya menggelegar mengalahkan deru ombak. "Lukas! Aktifkan pendorong belakang! Oliver, bidik pengemudi mereka!"
Oliver tidak menjawab. Ia hanya menarik pelatuk senapannya dengan tenang. Dor! Peluru peraknya melesat, memutus tali layar utama kapal Black Trident. Kapal musuh itu seketika kehilangan keseimbangan dan miring ke arah kanan.
"Tembakan yang indah, Mon Ami," gumam Oliver sambil mengisi ulang pelurunya dengan gerakan yang sangat elegan.
Namun, kapal Black Trident tidak menyerah. Mereka meluncurkan puluhan jangkar pengait. Puluhan bajak laut dengan wajah penuh parut luka mulai melompat ke dek The Azure Vagabond. Di sinilah kekacauan komedi dan aksi bersatu.
Arthur Thorne bergerak seperti bayangan. Pedangnya berdenting, memukul mundur tiga lawan sekaligus tanpa mengeluarkan darah sedikit pun—ia hanya menggunakan punggung pedangnya. Sementara itu, Freya Holm tidak butuh senjata. Ia menangkap dua bajak laut yang mencoba mendekati gudang kayu, mengangkat mereka seperti karung beras, dan melemparkan mereka kembali ke laut.
"Jangan kotori dek yang baru saja aku pelitur!" teriak Freya kesal.
Di tengah pertempuran, Lukas berteriak dari ruang mesin, "Lev! Aku punya sesuatu yang baru! Sebut saja ini 'Bom Aroma Matteo'!"
Lukas melemparkan sebuah bola logam kecil ke tengah-tengah kerumunan musuh. Saat bola itu pecah, bukan api yang keluar, melainkan asap pekat beraroma cabai yang sangat menyengat—hasil eksperimen gagal Matteo di dapur pagi tadi.
"Mataku! Ibuku! Rasanya seperti memakan neraka!" teriak para bajak laut musuh sambil terbatuk-batuk dan menangis hebat.
Lev Ryley tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan itu. Ia melompat ke arah kapten musuh yang sedang mencoba mengusap air matanya. Dengan satu pukulan tinju yang kuat namun konyol, Lev menjatuhkan pemimpin mereka.
"Dengar, Tuan-tuan!" Lev berdiri di atas pagar kapal sambil menunjuk ke arah matahari yang mulai terbenam. "Kami sedang terburu-buru mencari rahasia kuno. Jika kalian ingin bumbu dapur lagi, datanglah saat kami sudah menjadi raja samudra!"
Dengan dorongan uap maksimal dari mesin Lukas, The Azure Vagabond melesat pergi, meninggalkan kapal Black Trident yang terombang-ambing di tengah kepulan asap cabai.
Malam itu, setelah semua luka ringan diobati oleh Sienna (dengan ancaman jarum suntik bagi yang mengeluh), mereka semua duduk di dek. Isabella memainkan lagu kemenangan yang ceria, sementara Clara kembali menatap peta kunonya.
"Kita hampir sampai di koordinat pertama," ucap Clara dengan nada serius. "Tapi bersiaplah... apa yang ada di depan mungkin lebih berbahaya daripada sekadar bajak laut dengan pedang."
Statistik Bab 10:
Aksi: Kerja sama kru melawan bajak laut Black Trident.
Komedi: Bom cabai hasil kolaborasi Lukas dan Matteo.
Progres Cerita: Kedekatan kru mulai teruji dalam pertempuran nyata.
Ingin tahu apa yang ditemukan Clara di Bab 11: Gerbang Emas yang Hilang? Cari tahu lebih lanjut tentang legenda kota bawah laut untuk membayangkan lokasi selanjutnya!
Lanjut ke bab berikutnya, Kapten?
