Cinta yang bersemi di antara tumpukan buku membuat hubungan Anatasya dan Lev semakin kuat. Mereka menemukan kesamaan dalam perbedaan mereka. Anatasya yang ceroboh dan bersemangat, dan Lev yang tenang dan bijaksana. Mereka adalah pasangan yang sempurna, seperti buku dan coding, yang saling melengkapi.
Suatu hari, setelah mereka berdua selesai bekerja, mereka memutuskan untuk pergi ke taman, tempat pertama kali mereka berciuman. Taman itu kini dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran, dan mereka berdua berjalan di antara bunga-bunga itu, sambil berpegangan tangan.
"Aku tidak percaya bahwa semua ini dimulai dengan tumpahan kopi," kata Anatasya, tertawa.
"Aku juga tidak," kata Lev, tersenyum. "Tapi... aku tidak akan mengubah apa pun."
Mereka berdua duduk di bangku taman, menikmati pemandangan. Anatasya merasa ada kehangatan yang menyelimuti hatinya. Ia merasa ini adalah momen yang paling romantis dalam hidupnya.
"Aku... aku punya satu pertanyaan," kata Anatasya, tiba-tiba.
"Apa itu?" tanya Lev.
"Kau ingat... saat pertama kali kita bertemu?" tanya Anatasya.
Lev tersenyum. "Ya. Kau menumpahkan kopi. Dan kau membuat kekacauan yang luar biasa."
"Bukan itu," kata Anatasya. "Aku ingat... saat pertama kali kita bertatap muka. Kau tidak menumpahkan kopi."
Lev Ryley terkejut. "Apa maksudmu?"
"Aku ingat," kata Anatasya. "Saat pertama kali kita bertatap muka... saat aku terjatuh... kau tidak menumpahkan kopi. Tapi, kau malah... menyenggol troli buku yang aku bawa."
Lev Ryley terdiam. Ia menatap Anatasya, matanya dipenuhi dengan sedikit malu.
"Kenapa kau tidak pernah memberitahuku?" tanya Anatasya.
Lev Ryley menghela napas. "Aku... aku tidak ingin kau membenciku. Aku tidak ingin kau berpikir bahwa aku sengaja membuat kekacauan itu."
"Aku tidak akan membencimu," kata Anatasya. "Aku hanya... ingin tahu."
Lev Ryley tersenyum. "Aku... aku melihatmu. Kau begitu fokus pada buku-bukumu. Aku merasa... aku ingin membuatmu menoleh. Aku ingin membuatmu melihatku."
Anatasya merasa hatinya berdebar. Ia merasa Lev telah melihat sisi lain dari dirinya, sisi yang tidak hanya ceroboh dan konyol, tetapi juga jujur dan tulus.
"Jadi... kau sengaja menyenggol troli buku itu?" tanya Anatasya.
"Ya," kata Lev. "Dan aku tidak menyesalinya. Karena... itu membuatku bertemu denganmu."
Anatasya merasa air matanya akan jatuh. Ia merasa Lev telah melihat sisi lain dari dirinya, sisi yang tidak hanya ceroboh dan konyol, tetapi juga jujur dan tulus.
"Dan... kau bahkan tidak menertawakanku saat itu," kata Anatasya.
"Aku... aku tidak bisa," kata Lev. "Kau terlalu cantik untuk ditertawakan."
Anatasya merasa pipinya memerah. Ia merasa ini adalah momen yang paling romantis dalam hidupnya.
Mereka berdua saling berpegangan tangan, dan mereka tahu, ini adalah awal dari kekacauan yang lebih besar. Dan kali ini, mereka berdua siap.
