Menikmati Suasana Kota di Pantai Barceloneta Barcelona Spanyol | Wisata Halal Urban Mediterania

Menikmati Suasana Kota di Pantai Barceloneta Barcelona Spanyol | Wisata Halal Urban Mediterania

Lev
0
Bab 10 novel Islami Khalisah dan Rabiatun menjelajahi pantai urban Barceloneta di Barcelona. Saksikan perpaduan unik kehidupan kota dan pantai, tips kuliner halal, momen komedi flamenco, serta kehidupan bermasyarakat Spanyol yang dinamis.

Bab 10: Pesona Klasik Barceloneta, Spanyol

Setelah menikmati fasilitas ramah muslimah di Rimini, Khalisah dan Rabiatun terbang menuju Barcelona, salah satu kota paling dinamis di Spanyol. Destinasi mereka kali ini adalah Pantai Barceloneta, pantai urban yang membentang tepat di sebelah distrik nelayan tua yang menawan. Di sini, suasana kota dan pantai berpadu menjadi satu pengalaman yang unik.

Setibanya di sana, suasana langsung terasa hidup. Musik jalanan, suara obrolan orang-orang, dan aroma paella dari restoran di tepi pantai menyambut kedatangan mereka. Barceloneta adalah pantai berpasir yang ramai, dipenuhi turis dan penduduk lokal yang menikmati matahari Mediterania.

"Rasanya beda banget sama Cala Conta yang tenang di Ibiza," ujar Khalisah, mengamati keramaian di sekitar mereka.

"Iya, di sini lebih berasa energinya, Khal. Kayak pantai Ancol versi Eropa!" canda Rabiatun, matanya berbinar melihat aktivitas di pantai.

Mereka menggelar tikar di area yang sedikit lebih sepi, dekat dengan area bermain voli pantai. Mereka berdua terbiasa dengan keramaian dan tetap merasa nyaman dengan pakaian santun mereka di tengah turis berbikini, karena toleransi di Barcelona juga cukup tinggi terhadap keragaman.

Mereka berjalan-jalan di sepanjang paseo (jalur pejalan kaki tepi pantai) yang ramai. Banyak seniman jalanan, penjual suvenir, dan pesepeda berlalu lalang. Mereka menemukan sebuah kedai es krim yang menjual gelato halal (tanpa alkohol atau gelatin babi). Sambil menikmati gelato, mereka mengamati patung ikan emas raksasa (Peix) karya Frank Gehry yang ikonik.

Untuk makan siang, Khalisah sudah meriset beberapa restoran yang menyediakan pilihan halal. Mereka menemukan sebuah restoran di distrik Gòtic (dekat Barceloneta) yang dikelola oleh keluarga Muslim Maroko, menyajikan kuliner khas Spanyol yang sudah dimodifikasi menjadi halal, seperti paella ayam dan tapas vegetarian.

"Alhamdulillah, bisa makan paella di Spanyol tanpa was-was," ucap Rabiatun lega.

Sambil makan, mereka berinteraksi dengan pemilik restoran yang ramah. Ia bercerita tentang komunitas Muslim di Barcelona yang cukup besar dan aktif, serta tantangan mencari bahan makanan halal di awal-awal ia pindah ke Spanyol. Kehidupan bermasyarakat Muslim di kota besar seperti Barcelona ternyata sangat terstruktur dan suportif.

Setelah makan siang, mereka kembali ke pantai. Ada sekelompok penari flamenco amatir yang sedang berlatih di area terbuka. Rabiatun yang penasaran, mendekat dan mengamati gerakan mereka. Tiba-tiba, salah satu penari wanita mengajaknya ikut serta.

Rabiatun terkejut, tapi dengan semangat menerima tawaran itu. Khalisah segera mengeluarkan kamera untuk merekam momen lucu tersebut. Rabiatun, dengan jilbab dan rok panjangnya, mencoba meniru gerakan kaki dan tangan flamenco yang cepat dan ritmis. Hasilnya? Agak kaku dan lucu, membuat para penari lain dan penonton di sekitar tersenyum geli.

"Hahaha, Bun, kamu lebih cocok jadi penari zapin daripada flamenco!" ledek Khalisah setelah Rabiatun selesai.

Rabiatun terengah-engah tapi tertawa lepas. "Susah banget, Khal! Tapi seru!"

Momen komedi ini membuat suasana semakin cair. Mereka berinteraksi dengan para penari dan turis lain, merasakan denyut kehidupan sosial di Barceloneta yang santai dan inklusif.

Menjelang sore, mereka menikmati matahari terbenam dari tepi pantai. Pemandangan kota Barcelona yang mulai diterangi lampu malam, dengan bayangan perahu layar di kejauhan, menciptakan suasana urban-romantis yang unik.

Khalisah merangkum hari mereka di buku agendanya:

Catatan Perjalanan Barceloneta:
*Pantai urban yang ramai dan berenergi, cocok untuk merasakan kehidupan kota.
*Perpaduan unik pantai, seni jalanan, dan arsitektur modern/kuno.
*Makanan halal mudah ditemukan di distrik terdekat yang banyak dihuni imigran Muslim.
*Flamenco dadakan Rabiatun: priceless.
*Toleransi dan keragaman adalah kunci kehidupan bermasyarakat di sini.

Barceloneta memberikan mereka pengalaman yang hidup dan dinamis, menunjukkan bahwa traveling islami bisa dilakukan di jantung kota metropolitan yang ramai sekalipun. Dengan semangat baru, mereka bersiap untuk destinasi selanjutnya, mencari ketenangan di pantai tersembunyi Comporta di Portugal.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default