Bab 20: Kencan Pustakawan dan Mantan Jenius

Bab 20: Kencan Pustakawan dan Mantan Jenius

Lev
0

Pengakuan Lev tentang bagaimana pertemuan pertama mereka yang sebenarnya, bukannya merusak hubungan mereka, malah semakin memperdalamnya. Anatasya merasa ada kejujuran yang tulus di balik sikap Lev yang misterius. Ia merasa Lev telah melihat sisi lain dari dirinya, sisi yang tidak hanya ceroboh dan konyol, tetapi juga jujur dan tulus.

Kencan pertama mereka di luar perpustakaan adalah di sebuah kafe kecil yang nyaman. Anatasya merasa gugup, tetapi juga merasa bahagia. Ia merasa ini adalah kencan yang paling romantis, meskipun tidak ada drama atau kejutan yang berlebihan.

"Aku tidak menyangka bahwa aku akan berkencan dengan seorang mantan jenius IT," kata Anatasya, tertawa.

"Dan aku tidak menyangka bahwa aku akan berkencan dengan seorang pustakawan yang ceroboh," kata Lev, tersenyum.

Mereka berdua menikmati kopi mereka, sambil mengobrol tentang berbagai hal. Lev menceritakan tentang masa lalunya sebagai seorang programmer, tentang bagaimana ia menciptakan program-program yang rumit, dan tentang bagaimana ia akhirnya menemukan ketenangan di antara tumpukan buku.

Anatasya menceritakan tentang masa lalunya sebagai seorang pustakawan, tentang bagaimana ia selalu bermimpi untuk bekerja di perpustakaan, dan tentang bagaimana ia akhirnya menemukan kebahagiaan di antara buku-buku.

"Aku... aku tidak menyangka bahwa kau akan begitu tertarik pada dunia buku," kata Lev.

"Aku juga tidak menyangka bahwa kau akan begitu tertarik pada dunia coding," kata Anatasya.

Mereka berdua saling menatap, mata mereka dipenuhi dengan kehangatan dan cinta. Anatasya merasa ini adalah momen yang paling romantis dalam hidupnya.

Setelah mereka selesai, mereka berjalan di sepanjang kanal. Matahari sudah mulai terbenam, dan langit berwarna oranye dan merah muda. Anatasya merasa ini adalah pemandangan yang paling indah yang pernah ia lihat.

"Aku... aku merasa ada sesuatu yang aneh di antara kita," kata Anatasya, tiba-tiba.

"Apa itu?" tanya Lev.

"Aku merasa... kita adalah pasangan yang sempurna," kata Anatasya. "Seperti buku dan coding."

Lev Ryley tersenyum. "Aku setuju."

Mereka berdua saling berpegangan tangan, dan mereka tahu, ini adalah awal dari kekacauan yang lebih besar. Dan kali ini, mereka berdua siap.

"Aku... aku tidak pernah merasa sebahagia ini," kata Anatasya.

"Aku juga tidak," kata Lev. "Aku merasa... aku menemukan kebahagiaan yang tidak aku sangka akan aku temukan."

Mereka berdua saling berpelukan, dan mereka tahu, ini adalah momen yang paling romantis dalam hidup mereka.

Malam itu, mereka berdua berjalan pulang, dengan senyum di wajah mereka. Anatasya merasa ada kehangatan yang menyelimuti hatinya. Ia merasa ia telah menemukan cintanya, cintanya yang dimulai dengan tumpahan kopi, dan cintanya yang berakhir dengan kencan yang paling romantis.
Ia tahu, ini adalah awal dari kekacauan yang lebih besar. Dan kali ini, ia tidak takut. Ia merasa... siap.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default