Menggapai Bahagia di Murung Pudak

Menggapai Bahagia di Murung Pudak

Lev
0
Sinopsis & Cuplikan Novel Islami: Menggapai Bahagia di Murung Pudak


Sinar matahari pagi di Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, selalu membawa kehangatan yang khas. Di sebuah kompleks perumahan yang asri, hiduplah keluarga Muhammad Hifni. Hifni adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sehari-hari berkutat dengan berkas di kantor pemerintahan daerah. Istrinya, Rina Rufida, juga seorang PNS yang mendedikasikan ilmunya sebagai guru Pendidikan Bahasa Inggris.

Kehidupan mereka yang tenang mendadak berubah menjadi penuh warna sejak anak tunggal mereka, Khalisah Salsabilla (7 tahun), mulai menunjukkan gejala "demam kucing". Tiada hari tanpa Khalisah merayu ayahnya untuk mengadopsi kucing jalanan yang sering mampir ke teras rumah mereka.

Namun, riak komedi sebenarnya dimulai ketika rumah di sebelah mereka kedatangan penghuni baru. Rumah itu dikontrak oleh Drg. Dina Yulianti, seorang dokter gigi sukses, bersama suaminya. Kejutan besar terjadi saat mereka berkenalan: anak perempuan Drg. Dina ternyata bernama Naura Salsabilla!

Rina Rufida sempat menaikkan alisnya sebelah, menatap Hifni dengan pandangan penuh selidik yang membuat Hifni mendadak keringat dingin di pagi hari yang sejuk. Usut punya usut, Dina memang masa lalu Hifni yang belum sempat menghitam di atas putih. Kebetulan nama belakang yang sama itu murni ketidaksengajaan yang sukses menjadi bahan candaan warga kompleks.

Ketegangan kecil itu mencair menjadi tawa berkat kepolosan anak-anak. Khalisah dan Naura langsung akrab. Keakraban inilah yang memicu keinginan terbesar Khalisah: ia sangat mendambakan seorang adik perempuan.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default