Bab 13: Misi Persahabatan Sejati

Bab 13: Misi Persahabatan Sejati

Lev
0

Pertukaran buku menjadi rutinitas harian yang manis bagi Anatasya dan Lev. Anatasya mulai terbiasa dengan kehadiran Lev di sisi mejanya, dan ia merasa ada kehangatan yang perlahan menyelimuti hatinya. Ia merasa Lev bukan lagi seorang pria misterius, melainkan seorang teman.

Suatu hari, setelah mereka selesai bertukar buku, Anatasya memutuskan untuk bertindak. Ia tidak ingin Lev hanya menyepi di perpustakaan. Ia ingin Lev kembali bersosialisasi, kembali menemukan semangat hidupnya.

"Lev," kata Anatasya, dengan nada yang penuh tekad.

Lev mendongak, matanya bertemu dengan mata Anatasya.

"Aku... aku ingin mengajakmu keluar," kata Anatasya.

Lev terkejut. "Keluar? Ke mana?"

"Ke mana saja," kata Anatasya. "Kita bisa pergi ke kafe, atau ke taman. Kita bisa melakukan sesuatu yang berbeda dari hanya membaca buku di perpustakaan."

Lev menghela napas. "Anatasya, aku... aku tidak terbiasa dengan hal-hal seperti itu."

"Aku tahu," kata Anatasya. "Tapi... aku ingin kau kembali hidup. Aku ingin kau kembali bersosialisasi. Kau tidak bisa hanya menyepi di perpustakaan selamanya."

Lev Ryley menatap Anatasya, matanya dipenuhi dengan sedikit kesedihan. "Anatasya, kau tidak mengerti. Aku... aku tidak pantas untuk berada di luar sana."

"Itu tidak benar," kata Anatasya, dengan nada yang tegas. "Kau adalah pria yang baik. Kau adalah pria yang cerdas. Kau tidak pantas untuk hidup dalam bayangan masa lalu."

Lev Ryley terdiam. Ia menatap Anatasya, dan Anatasya merasa ada pertarungan batin yang terjadi di dalam dirinya.
"Baiklah," kata Lev Ryley, akhirnya. "Satu kali saja."

Anatasya tersenyum. "Satu kali saja."

Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke taman. Taman itu dipenuhi salju tebal, dan mereka berdua berjalan pelan, menikmati pemandangan.

"Taman ini indah," kata Anatasya.

"Ya," kata Lev. "Tapi tidak ada buku di sini."

Anatasya tertawa. "Kau memang tidak bisa melepaskan buku, ya?"

"Tidak," kata Lev, tersenyum. "Buku adalah hidupku."

Mereka berdua duduk di bangku taman, menikmati keheningan. Anatasya merasa ini adalah kencan yang paling romantis. Bukan kencan yang penuh dengan drama, tetapi kencan yang penuh dengan ketenangan dan kehangatan.

"Terima kasih, Anatasya," kata Lev, tiba-tiba.

"Terima kasih untuk apa?" tanya Anatasya.

"Untuk... membawaku keluar," kata Lev. "Aku sudah lama tidak keluar seperti ini."

Anatasya tersenyum. "Sama-sama."

Mereka berdua kembali terdiam. Anatasya merasa ada koneksi yang terjalin di antara mereka. Koneksi yang berasal dari pertukaran buku, koneksi yang berasal dari kencan yang tidak sengaja, dan koneksi yang berasal dari... misi persahabatan sejati. Anatasya tahu, ini adalah awal dari kekacauan yang lebih besar. Dan kali ini, ia tidak takut. Ia merasa... siap.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default