Sore itu di kafe, Ksenia sedang membereskan barang-barang milik Kolya. Kotak demi kotak dikeluarkan dari gudang kecil di belakang, berisi berbagai macam benda yang menjadi saksi bisu kehidupan sang kakek. Vera membantu dengan tenang, sesekali mengelap bingkai foto usang atau buku resep yang lusuh. Andriy, seperti biasa, duduk di mejanya, menyesap kopi pahitnya. Ia tidak membantu, tidak karena tidak mau, tetapi karena setiap benda yang disentuhnya terasa seperti kenangan yang menusuk.
Tiba-tiba, Ksenia mengeluarkan sebuah kotak musik tua dari sebuah kotak kardus. Kotak itu terbuat dari kayu yang diukir dengan gambar bunga chamomile dan sebuah pohon rindang. Ksenia membuka kotak itu, dan sebuah melodi yang indah dan sedih mengalun. Melodi itu adalah melodi yang sama dengan melodi yang terdengar saat Andriy pertama kali bertemu dengan Kolya.
"Aku ingat," Vera berbisik, matanya berkaca-kaca. "Kakek Nikolai selalu memutar melodi ini saat ia merasa sedih. Dia bilang, melodi ini mengingatkannya pada nenek."
Andriy mendengarkan melodi itu, dan ia merasa seolah-olah ia kembali ke masa lalu. Ia ingat Pyotr, teman lamanya. Pyotr sering memainkan melodi yang sama dengan sebuah seruling kayu. Melodi itu selalu membuat Pyotr tersenyum, bahkan di saat-saat paling sulit.
"Melodi ini... dari mana Kakek Nikolai mendapatkannya?" tanya Ksenia.
"Dia tidak pernah memberitahu kami," jawab Vera. "Dia hanya bilang, melodi itu adalah warisan dari kakek buyutnya."
Andriy terdiam. Ia menyadari, melodi itu adalah warisan dari Pyotr. Melodi itu adalah sebuah pesan, sebuah pengingat bahwa meskipun Pyotr sudah tiada, melodi itu akan tetap hidup.
Andriy mendekati kotak musik itu, dan ia menyentuhnya. Ia merasakan energi sihir yang kuat dari kotak itu. Kotak itu bukan kotak musik biasa. Kotak itu adalah kotak musik ajaib, yang bisa memutar melodi dari kenangan.
"Ini... ini kotak musik Pyotr," bisik Andriy.
Ksenia dan Vera menatap Andriy, terkejut. "Pyotr?"
"Pyotr adalah kakek buyutmu, Vera," jawab Andriy. "Dia adalah seorang penjual buku, dan dia sering memainkan melodi ini dengan serulingnya."
Vera dan Ksenia saling menatap. Mereka tidak pernah tahu cerita ini. Mereka hanya tahu bahwa kakek buyut mereka adalah seorang penjual buku.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Vera.
"Aku... aku adalah teman Pyotr," jawab Andriy. "Aku adalah orang yang memberinya kotak musik ini."
Ksenia dan Vera tidak mengatakan apa-apa. Mereka hanya menatap Andriy, dengan mata yang penuh dengan pertanyaan.
"Andriy," Vera berbisik, "apa kau... sama seperti Ogon? Makhluk ajaib?"
Andriy mengangguk. "Ya. Aku elf."
Ksenia dan Vera terdiam. Mereka tidak bisa memproses informasi itu. Elf? Makhluk ajaib? Itu adalah hal-hal yang hanya ada di film dan buku. Tapi mereka melihat Andriy, dan mereka tahu, Andriy tidak berbohong.
"Jadi... kau benar-benar abadi?" tanya Ksenia, suaranya dipenuhi rasa takjub.
"Ya," jawab Andriy.
"Itu... luar biasa," Vera berbisik.
Andriy tersenyum tipis. "Tidak seberapa. Keabadian adalah penjara."
Ksenia dan Vera tidak mengerti. Bagi mereka, keabadian adalah impian. Tapi bagi Andriy, keabadian adalah kutukan.
"Kotak musik ini... itu adalah milikmu," kata Vera. "Kau harus menyimpannya."
Andriy menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kotak musik ini milikmu, Vera. Ini adalah warisan dari kakek buyutmu. Ini adalah kenangan Pyotr."
Vera menatap kotak musik itu, dan air mata mengalir di pipinya. Ia menyadari, kotak musik itu bukan hanya warisan dari kakek buyutnya. Kotak musik itu adalah kenangan dari seorang elf yang kesepian, yang mencoba untuk mencari kebahagiaan.
"Andriy," Ksenia memanggil, "kau... kenapa kau tidak pernah memberitahu kami?"
"Aku takut," jawab Andriy. "Aku takut kalian akan takut padaku. Aku takut kalian akan pergi."
"Kami tidak akan pergi," kata Vera, memeluk Andriy. "Kau adalah keluarga kami. Kau adalah teman kami."
Ksenia juga memeluk Andriy. Andriy, yang sudah lama tidak merasakan kehangatan seperti itu, menangis. Ia menangis karena akhirnya ia tidak lagi sendirian. Ia menangis karena ia punya keluarga.
Mereka duduk di kafe, mendengarkan melodi dari kotak musik. Melodi itu terasa lebih indah dari biasanya. Melodi itu adalah melodi kenangan, melodi persahabatan, dan melodi harapan.
Babak baru dalam kehidupan Andriy, yang penuh dengan kenangan, teh chamomile, dan persahabatan, telah dimulai. Ia akan terus hidup, dan ia akan terus mencari kebahagiaan, seperti yang dijanjikannya kepada Kolya. Ia tidak lagi takut pada perpisahan, karena ia tahu, kenangan yang ia jalin akan selalu hidup, di dalam melodi kotak musik, di dalam tawa Ksenia, dan di dalam mata Vera.
