Bab 2: Sistem "Kayuh Baimbai" dan Amukan di Bawah Barito

Bab 2: Sistem "Kayuh Baimbai" dan Amukan di Bawah Barito

Lev
0
Rise of the River King". Kisah Lev Ryley, Hunter Rank E di Banjarmasin yang membangkitkan kekuatan Naga Putih Barito. Aksi, Komedi, & Drama Sedih!



Cahaya biru yang memancar dari tubuh Lev bukan sekadar kilatan sihir biasa. Cahaya itu berdenyut, seirama dengan detak jantungnya yang kembali memompa darah dengan liar. Di mata Andriy dan Hermione, tubuh Lev seolah dibungkus oleh aura transparan yang menyerupai riak air sungai yang sangat deras.

Di hadapan Lev, sebuah jendela hologram yang hanya bisa dilihat olehnya mengambang dengan tenang di tengah kekacauan.

[Sistem 'Kayuh Baimbai' Diaktifkan]

Filosofi: Bekerja bersama-sama untuk tujuan mulia. Namun, saat ini Anda sendirian. Sistem akan mengonversi semangat gotong royong menjadi kekuatan tunggal.

[Misi Darurat: Bersihkan Sisa Sampah Sungai]

Tujuan: Eliminasi 15 Manusia Buaya (Rank D - C).

Hadiah: Pemulihan Status Instan, +5 Strength, Skill: 'Arus Deras Barito'.

Kegagalan: Kematian Permanen.

"Lev? Kamu... kamu masih hidup?" suara Andriy bergetar. Dia melihat luka menganga di dada Lev menutup dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Asap putih tipis keluar dari jaringan kulit yang menyatu kembali.

Lev tidak menjawab. Dia merasa tubuhnya sangat ringan, namun penuh dengan ledakan energi yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya sebagai Hunter Rank E. Ia menatap tangannya yang menggenggam linggis tua. Linggis itu kini diselimuti cahaya biru elektrik.

"Andriy, bawa Hermione mundur," perintah Lev. Suaranya terdengar lebih berat, berwibawa, dan tenang—berbanding terbalik dengan suasana gua yang mencekam.

"Tapi Lev, mereka terlalu banyak! Itu Hunter Rank C saja kewalahan!" teriak Hermione sambil mencoba merapal sihir perlindungan, meski tangannya gemetar hebat.

"Mundur saja," ulang Lev.

GRAAAAWR!

Tiga ekor Manusia Buaya melompat secara bersamaan dari air. Kecepatan mereka setara dengan mobil yang melaju kencang. Namun, di mata Lev yang baru saja "terbangun", gerakan mereka terasa lambat—seperti gerakan perahu klotok yang kehabisan bensin.

[Kekuatan (Strength) meningkat sementara berkat Adrenalin Arus.]

Lev mengayunkan linggisnya secara horizontal.

BUM!

Bukan bunyi logam menghantam daging yang terdengar, melainkan suara ledakan air. Gelombang energi biru menghantam kepala ketiga monster itu hingga hancur berkeping-keping dalam satu serangan.

[Anda telah membunuh Manusia Buaya (3/15)]

"Gila... itu tadi apa?" gumam Andriy melongo. Sahabatnya yang biasanya lari ketakutan kini bergerak seperti tarian di atas air.

Lev tidak berhenti. Dia berlari menerjang kerumunan monster. Setiap langkahnya menimbulkan riak air di lantai gua yang basah. Dia melompat tinggi, lalu menghantamkan linggisnya ke tanah.

[Skill Aktif: Arus Deras Barito (Lv. 1)]

Tanah gua bergetar. Pusaran air raksasa muncul secara ajaib dari celah-celah batu, menarik belasan Manusia Buaya ke tengah dan menggiling mereka dengan tekanan air yang luar biasa. Suara jeritan monster memenuhi ruangan, bercampur dengan suara gemuruh air yang memekakkan telinga.

Momen Sad: Kilas Balik yang Menyakitkan
Di tengah pertempuran itu, sistem tiba-tiba menampilkan sebuah pesan yang membuat hati Lev berdenyut perih.

[Peringatan: Motivasi pengguna terdeteksi.]

Memori Terbuka: Alasan Anda bertahan hidup.

Di pojok matanya, Lev melihat bayangan samar masa lalunya. Bayangan saat ayahnya, seorang Hunter Porter tua, meninggal karena kelelahan dan penyakit parah yang tak mampu mereka obati. Ia ingat betapa dinginnya tangan ayahnya saat itu, dan betapa sempitnya rumah kayu mereka di pinggiran sungai saat hujan deras turun.

"Lev... jaga adikmu. Jangan biarkan dia merasakan pahitnya sungai ini..."

Kata-kata terakhir ayahnya memicu kemarahan yang murni. Lev meraung, menghujamkan serangannya lebih keras lagi. Dia bukan hanya bertarung melawan monster, dia bertarung melawan nasibnya yang malang.

Komedi di Tengah Maut

Setelah monster terakhir mati mengenaskan di bawah kaki Lev, sistem kembali berbunyi.

[Misi Selesai!]

[Hadiah dikirimkan: Level Up! Level Up! Level Up!]

[Bonus: Title 'Penyapu Sungai' didapatkan.]

Kondisi tubuh Lev kembali bugar sepenuhnya. Dia mengatur napasnya, lalu menoleh ke arah Andriy dan Hermione yang masih terpaku.

Andriy mendekat dengan hati-hati, lalu tiba-tiba bersujud di depan Lev. "Lev! Ampuni aku! Ternyata selama ini kamu menyamar jadi Rank E ya? Kamu sebenarnya Rank S yang lagi menyamar jadi orang miskin buat konten YouTube kan?"

Lev memutar bola matanya. "Bangun, Ndriy. Tidak ada konten-kontenan. Aku hampir mati tadi."

Hermione mendekat, menyesuaikan kacamatanya yang miring. "Secara teori sihir... itu tidak mungkin. Mana-mu tidak terdeteksi sejak awal, tapi tiba-tiba melonjak melampaui batas Rank B. Lev, kamu itu apa sebenarnya?"

Lev menatap jendela hologramnya yang kini menunjukkan daftar statistik seperti game RPG. Di sana tertulis jelas: [Job: Belum Ditentukan].

"Aku cuma orang yang ingin pulang dan makan nasi kuning lagi," jawab Lev datar.

Tiba-tiba, gua bergetar hebat. Jauh di dalam lorong yang lebih gelap, terdengar suara geraman yang jauh lebih besar dan mengerikan daripada Manusia Buaya tadi. Air di lantai gua mulai naik dengan cepat.

"Lev... itu suara apa?" tanya Hermione dengan wajah pucat.

Lev menatap ke arah kegelapan itu. Layar sistemnya berkedip merah.

[Peringatan: Boss Dungeon 'The Barito Ancient Naga' telah terbangun.]

[Peringkat: A-Rank (High)]

"Sial," umpat Lev. "Andriy, Hermione... lari ke portal keluar sekarang. Ini bukan lagi wilayah kalian."

"Tapi kamu gimana, Lev?" Andriy panik.

Lev memegang linggisnya yang kini mulai retak karena tidak kuat menampung energinya. "Aku punya urusan yang belum selesai dengan naga ini. Lagipula... sistem bilang kalau aku kabur, aku akan didenda satu miliar rupiah."

"Hah? Sistem apa?" tanya Andriy bingung.

"Sudahlah! Pergi!"

Saat teman-temannya berlari menuju cahaya portal, sepasang mata raksasa berwarna kuning vertikal menyala di kegelapan. Naga raksasa dengan sisik sekeras batu bara itu muncul, menghancurkan langit-langit gua.

Lev Ryley berdiri tegak. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia tidak merasa takut. Dia tersenyum kecil, menatap sang Naga A-Rank itu.

"Ayo, naga sialan. Mari kita lihat, siapa yang sebenarnya berkuasa di sungai ini."

Lanjut ke Bab 3?

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default