Bab 32: Misi Berani Melawan Jajanan Tidak Sehat

Bab 32: Misi Berani Melawan Jajanan Tidak Sehat

Lev
0
Misi Anak Muslim: Kisah Fajar dan Fatimah Melawan Jajanan Tidak Sehat di Sekolah

Setelah insiden sakit perut akibat jajan di luar sekolah, Fajar dan Budi berjanji tidak akan mengulangi kesalahan mereka. Mereka kini lebih suka jajan di kantin Ibu Siti yang sehat dan bersih. Namun, penjual jajanan keliling yang menawarkan makanan berwarna-warni dan berasa manis tetap menarik perhatian teman-teman mereka.

“Lihat, cokelat itu warnanya biru, Jar! Keren!” seru salah satu teman mereka.

Fajar melihatnya, tapi ia teringat rasa sakit perutnya. Ia tidak lagi tergiur. Fatimah, yang juga melihat jajanan itu, merasa khawatir.

“Bagaimana kalau kita bujuk teman-teman untuk tidak jajan di luar pagar?” usul Fajar.

Fatimah setuju. Mereka berdua membuat sebuah misi baru. Misi ini dinamakan “Misi Berani Melawan Jajanan Tidak Sehat.”

Pada jam istirahat, Fajar, Fatimah, Rizal, dan Budi berkumpul di lapangan. Mereka mengumpulkan teman-teman mereka.
Fajar memulai ceritanya. “Dulu aku pernah sakit perut karena jajan es di luar sekolah. Rasanya sakit sekali. Kata Bu Guru, makanan yang warnanya terlalu mencolok itu bisa jadi dari pewarna buatan yang berbahaya.”

Fatimah menambahkan, “Jajanan di kantin Ibu Siti lebih sehat. Harganya juga terjangkau. Kita harus menjaga kesehatan kita, karena kesehatan itu nikmat dari Allah yang harus kita syukuri.”

Beberapa teman ada yang mendengarkan dengan serius, tapi ada juga yang tidak peduli. “Tapi jajanan di luar kan enak,” kata salah satu teman.

“Enak sekarang, sakit nanti,” balas Bajar.

Fatimah memiliki ide. Ia mengajak teman-temannya untuk membuat poster tentang jajanan sehat. Mereka menggambar buah-buahan, sayur-sayuran, dan makanan sehat lainnya. Mereka juga menuliskan slogan-slogan, seperti, “Pilih Jajanan Sehat, Badan Kuat” dan “Jajanan Bersih, Hati Gembira.”

Poster-poster itu mereka tempel di dinding kantin sekolah. Mereka juga membuat video pendek tentang pentingnya menjaga kesehatan, yang diputar di dalam kelas.

Secara perlahan, teman-teman mereka mulai menyadari bahaya jajanan tidak sehat. Mereka mulai memilih jajan di kantin Ibu Siti. Penjual jajanan keliling pun mulai jarang terlihat di depan sekolah.

Fajar, Fatimah, Rizal, dan Budi merasa bangga. Misi mereka berhasil. Mereka tidak hanya melawan jajanan tidak sehat, tapi juga menyebarkan kebaikan kepada teman-teman. Mereka belajar bahwa berani melawan sesuatu yang buruk, meskipun sulit, akan memberikan hasil yang baik. Dan kesehatan itu adalah amanah dari Allah yang harus dijaga.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default