Setelah meninggalkan udara beku Norwegia, kapal The Azure Vagabond kini tampak lebih kokoh berkat sentuhan Freya. Namun, suasana di atas dek mulai berubah drastis sejak Elena Vance menjabat sebagai Wakil Kapten. Ia menerapkan jadwal latihan yang ketat, membuat Lev dan Matteo mengeluh setiap pagi.
Kapal mereka akhirnya bersandar di Marseille, kota pelabuhan tertua di Prancis yang penuh dengan lorong-lorong sempit dan pasar yang bising. Lev memiliki satu target terakhir untuk melengkapi krunya: seorang pria yang dijuluki "L’Oeil de Dieu" (Mata Tuhan).
"Kita butuh penembak jitu, tapi yang aku dengar orang ini lebih mirip seniman daripada tentara," ujar Elena sambil memeriksa amunisi meriam kapal.
"Semua orang hebat punya sedikit kegilaan, Elena! Lihat saja kita," jawab Lev Ryley sambil mencoba memakan jeruk yang baru saja ia curi dari pasar.
Di sebuah atap gedung tinggi yang menghadap ke pelabuhan, seorang pria dengan jas panjang berwarna ungu dan topi fedora sedang duduk santai sambil memegang senapan laras panjang yang diukir indah. Dialah Oliver Dubois, pria Prancis yang menganggap setiap tembakan adalah sebuah puisi.
"Mon dieu... sudut angin ini terlalu kasar untuk sebuah mahakarya," gumam Oliver sambil menyesuaikan teleskopnya.
Di bawahnya, sedang terjadi ketegangan. Sekelompok tentara bayaran sedang mengepung seorang pedagang informasi. Lev dan krunya kebetulan lewat di sana. Tanpa aba-aba, Lev maju untuk menolong, namun sebelum Arthur sempat menghunus pedangnya, sebuah suara ‘ting’ kecil terdengar.
Sebuah peluru meluncur, bukan mengenai kepala lawan, melainkan memutus tali jemuran di atas para tentara bayaran tersebut. Seketika, tumpukan kain basah jatuh menutupi kepala mereka, membuat mereka bingung dan jatuh tersungkur.
"Siapa yang melakukan itu?" tanya Arthur sambil menatap ke arah atap.
"Itu adalah estetika," ucap Oliver yang tiba-tiba meluncur turun menggunakan tali jemuran dengan gaya yang sangat teatrikal. Ia mendarat tepat di depan Lev dan membungkuk hormat. "Bonjour, para pengembara. Aku Oliver Dubois. Aku melihat kapal kalian dari atas sana... warnanya sangat buruk, tapi jiwanya... jiwanya sangat artistik."
Lev tertawa lebar, merasa telah menemukan potongan terakhirnya. "Oliver! Aku tidak peduli soal warna kapalku, tapi aku peduli pada orang yang bisa menembak tali jemuran dari jarak 500 meter! Bergabunglah denganku, kita akan melukis sejarah di seluruh lautan dunia!"
Oliver mengelus dagunya. "Melintasi samudra? Cahaya matahari di tengah laut pasti akan memberikan inspirasi luar biasa untuk tembakanku. Aku ikut, selama koki kalian bisa membuatkan aku Soufflé yang layak."
"Aku bisa membuatkanmu apa saja selama kau tidak menembak dapurku!" teriak Matteo dari kejauhan.
Dengan bergabungnya Oliver, kru Lev kini genap berjumlah 11 orang. Namun, kebersamaan mereka langsung diuji. Otoritas laut Eropa telah membentuk blokade besar-besaran di pintu keluar Marseille untuk menangkap The Azure Vagabond.
"Dengarkan semuanya!" teriak Elena mengambil alih komando. "Lev, kau fokus pada pertarungan jarak dekat di dek depan. Arthur dan Freya, jaga lambung kapal. Lukas, siapkan pendorong uapmu! Oliver, ambil posisi di tiang tertinggi, bersihkan meriam mereka sebelum mereka menembak! Dan Isabella... mainkan lagu paling bersemangat yang pernah kau ciptakan!"
Musik biola Isabella mulai menghentak, memberikan energi yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, 11 orang ini bekerja sebagai satu unit yang sempurna. Tembakan Oliver menghancurkan sumbu meriam musuh, sementara strategi Elena membuat kapal mereka meliuk di antara blokade seperti lumba-lumba.
"Ini dia!" teriak Lev sambil berdiri di puncak haluan kapal saat mereka berhasil menembus blokade dan menuju laut lepas. "Selamat tinggal Eropa! Samudra Atlantik, bersiaplah untuk kedatangan Bajak Laut Vagabond!"
Kapal mereka melaju kencang meninggalkan daratan Eropa, menuju petualangan musim kedua yang lebih berbahaya namun penuh dengan tawa dan persahabatan yang semakin erat.
Daftar Kru Lengkap (11 Orang):
Laki-laki: Lev (Kapten), Bastian (Navigator), Arthur (Ahli Pedang), Matteo (Koki), Lukas (Penemu), Oliver (Penembak Jitu).
Perempuan: Elena (Wakil Kapten), Clara (Arkeolog), Sienna (Dokter), Isabella (Musisi), Freya (Tukang Kayu).
