Udara di dalam Dungeon kini terasa sangat berat, seolah-olah oksigen telah diperas habis oleh aura intimidasi sang Boss. The Barito Ancient Naga, seekor ular raksasa dengan panjang lebih dari tiga puluh meter, merayap keluar dari palung terdalam gua. Sisiknya yang hitam legam memantulkan cahaya biru dari sistem milik Lev, nampak sekeras baja yang ditempa ribuan tahun di perut bumi Kalimantan.
"Jadi ini Boss Rank A..." gumam Lev. Tangannya yang memegang linggis bergetar, bukan karena takut, melainkan karena energi yang meluap-luap dari sistemnya menuntut untuk dilepaskan.
[Misi Baru: Penaklukkan Sang Penjaga Sungai]
[Target: The Barito Ancient Naga]
[Kesempatan Menang: 1.2%]
[Saran: Gunakan lingkungan sekitar untuk meningkatkan peluang.]
"Saran yang bagus, tapi aku tidak punya banyak waktu," ucap Lev ketus.
ROAAAAR!
Sang Naga meluncur dengan kecepatan yang membelah air. Ekornya yang besar menghantam pilar batu di dekat Lev hingga hancur menjadi debu. Lev melompat, melakukan salto di udara—sebuah gerakan atletis yang mustahil ia lakukan sepuluh menit yang lalu.
[Skill Pasif: Gerakan Riak Air Aktif]
(Kecepatan gerak meningkat 30% di area lembap)
Lev mendarat di atas punggung sang naga. Ia menghujamkan linggisnya sekuat tenaga.
TING!
Percikan api memercik. Linggis tua itu bahkan tidak bisa menggores sisik sang naga. Sebaliknya, linggis itu justru retak semakin parah.
"Sial, benda ini benar-benar sampah!" Lev membuang linggisnya yang sudah bengkok.
Sang naga menggeliat hebat, mencoba melempar Lev. Lev berpegangan pada sela-sela sisik naga yang tajam, tangannya mulai berdarah. Di saat genting itu, sistem kembali berbunyi dengan nada yang hampir terdengar seperti mengejek.
[Peringatan: Senjata Anda hancur.]
[Membuka Gudang Senjata Darurat 'Kayuh Baimbai'...]
[Apakah Anda ingin menukar 'Kue Bingka' milik Andriy yang tertinggal dengan Senjata Sementara?]
Lev melirik bungkusan kue milik Andriy yang terapung di air. "Kamu bercanda? Menukar kue dengan senjata? Lakukan saja cepat!"
[Konversi Berhasil!]
[Anda mendapatkan: 'Harpoon of the Sunken King' (Item Quest - Durasi: 5 Menit)]
Tiba-tiba, cahaya kuning keemasan muncul di tangan Lev, memadat menjadi sebuah tombak pendek (harpun) yang biasa digunakan nelayan kuno Banjar untuk berburu monster laut. Ujungnya bercahaya panas, menguapkan air di sekitarnya.
"Sekarang kita bicara," seringai Lev.
Momen Komedi: Doa Andriy di Luar Portal
Sementara itu, di pinggir Jembatan Barito, suasana sangat kacau. Tim Hunter yang lari tadi sedang diinterogasi oleh petugas Asosiasi. Andriy duduk di aspal sambil menangis bombay, dikelilingi oleh warga lokal yang menonton.
"Lev... maafkan aku! Aku bahkan belum sempat membayar hutang pentolku padamu!" ratap Andriy. "Mana kue bingka titipan ibuku ketinggalan lagi di dalam!"
Hermione berdiri di sampingnya, menatap portal biru yang kini mulai berubah warna menjadi merah pekat. "Andriy, diamlah. Kamu tidak merasakan itu? Energi di dalam... itu bukan lagi energi Rank E. Sesuatu yang besar sedang terjadi."
Tiba-tiba, sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di dekat mereka. Pintu terbuka, dan keluarlah seorang gadis dengan rambut perak panjang yang berkilau di bawah sinar matahari Banjarmasin. Anatasya.
"Siapa yang bertanggung jawab atas raid ini?" tanya Anatasya dingin. Suaranya membuat para Hunter pengecut tadi langsung tertunduk lesu. "Energi di dalam portal ini sudah mencapai level Rank A. Kalian mengirim orang untuk mati?"
Puncak Pertempuran: Teknik Sungai Barito
Kembali ke dalam Dungeon, Lev sedang berada dalam pertarungan hidup dan mati. Naga itu menyemburkan racun hijau dari mulutnya, namun Lev berhasil menghindar dengan meluncur di atas air menggunakan sisa-sisa energi sistemnya.
"Satu serangan... aku hanya butuh satu serangan di titik lemahnya!"
Lev melihat sebuah luka lama di bawah leher sang naga, sebuah titik di mana sisiknya tidak tumbuh sempurna. Ia memacu langkahnya, berlari lurus ke arah moncong naga yang terbuka lebar.
"Ini untuk nasi kuningku yang belum habis!"
[Skill Aktif: Tikaman Arus Mati (Lv. 1)]
Lev melompat, Harpun emas di tangannya memanjang dan menyala terang. Naga itu mencoba menggigitnya, namun Lev lebih cepat. Ia menghujamkan harpun itu tepat ke luka di leher naga tersebut.
SHRIIIIIIII!
Cahaya emas meledak dari dalam tubuh sang naga. Makhluk raksasa itu meraung kesakitan sebelum akhirnya tubuhnya mulai membeku dan hancur menjadi butiran debu mana yang berkilauan.
[Boss Dungeon Terkalahkan!]
[Anda mendapatkan 50.000 XP]
[Level Anda meningkat: 1 -> 12]
[Item Drop: 'Scale of the Barito Naga', 'Mana Crystal High Grade', 'Old Map of Meratus']
Lev jatuh terduduk di atas air yang kini kembali tenang. Tubuhnya gemetar hebat karena kelelahan. Harpun emasnya menghilang, kembali menjadi remah-remah kue bingka yang hancur.
"Level 12... dalam satu kali jalan?" Lev terengah-engah melihat statistiknya. "Gila. Kalau begini terus, aku bisa jadi orang terkaya di Kalimantan Selatan dalam sebulan."
Namun, kesenangannya terhenti saat portal di depannya mulai menutup. Lev segera berlari keluar sebelum ia terjebak selamanya.
Pertemuan Pertama dengan Sang Ratu
Begitu Lev melangkah keluar dari portal, ia disambut oleh puluhan moncong senjata petugas keamanan dan tatapan tajam dari para Hunter kelas atas.
Langkah Lev terhenti. Di depannya berdiri Anatasya, sang Hunter Rank S paling terkenal di Indonesia. Anatasya menatap Lev dari ujung kepala sampai ujung kaki—Lev yang bajunya robek-robek, penuh lumpur, dan berbau amis naga.
"Kamu..." Anatasya menyipitkan matanya. "Hanya Rank E? Bagaimana bisa Rank E keluar dari Dungeon yang baru saja berubah menjadi Red Gate sendirian?"
Lev hanya diam, jantungnya berdegup kencang. Ia belum siap mengungkapkan sistemnya. Tiba-tiba, Andriy berlari dan memeluk Lev dengan kencang.
"LEV! KAMU HIDUP! TAPI... TAPI MANA KUE BINGKAKU?!"
Lev menepuk pundak Andriy dengan lemas. "Sudah jadi naga, Ndriy. Nanti kubelikan yang baru di Pasar Wadai Banjarmasin."
Anatasya hanya bisa tertegun melihat interaksi absurd itu, namun insting Hunter-nya mengatakan satu hal: Pemuda di depannya ini adalah kunci dari sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar Dungeon Rank A.
Lanjut ke Bab 4?
