Bab 10: Ghina Qalbi, Sang Reviewer Cilik Berlisensi Halal

Bab 10: Ghina Qalbi, Sang Reviewer Cilik Berlisensi Halal

Lev
0

Ghina Qalbi berbeda dengan kakak-kakaknya. Jika Aisyah serius dan Maryam kalem, Ghina adalah pusat energi dan keceriaan di rumah keluarga Levℛyley. Siswi SMP Islami ini menemukan panggilan jiwanya di depan kamera ponsel: menjadi reviewer produk belanja online yang jujur dan berlisensi halal (versi dia sendiri).

Channel YouTube dan akun TikTok Ghina, "Ghina Review Halal", mulai populer di kalangan remaja Banjarmasin. Dengan gaya bicara yang lincah, ekspresif, dan bumbu bahasa Banjar halus yang menggemaskan, Ghina mengulas semua barang yang dibeli ibunya—mulai dari sneakers Islami, peralatan sekolah, hingga makanan ringan lokal yang dijual online.

Suatu sore, Ghina sedang menyiapkan studio mininya di sudut kamar tidurnya. Ring light sudah menyala, dan produk yang akan di-review hari ini adalah sepasang earphone nirkabel berwarna mint, pesanan Anindya untuk mendengarkan kajian online tanpa mengganggu Levℛyley yang sedang bekerja.

"Assalamualaikum sholihah sholih onlineku!" sapa Ghina ceria ke kamera. "Balik lagi sama Ghina Review Halal! Hari ini kita unboxing dan review 'handsfree' (earphone) super lucu dari toko 'Gadget Syar'i'. Katanya traffic tokonya lagi naik daun nih, SEO-nya mantap! Yuk kita cek!"

Proses unboxing Ghina sangat detail. Dia mengecek kelengkapan, kualitas suara, daya tahan baterai (klaim toko), dan yang paling penting, aspek syariahnya.

"Nah, ini penting nih, gaes! Pastikan earphone kalian dipakai buat dengerin yang baik-baik ya, kayak kajian Islami, murottal Al-Qur'an, atau podcast dakwah. Jangan buat dengerin gosip atau musik yang melalaikan. Headset ini netral, kita yang tentukan dia halal atau haram fungsinya," jelas Ghina dengan serius di tengah review kocaknya.

Anindya, yang mengintip dari balik pintu, tersenyum bangga. Putrinya berhasil mengintegrasikan hobi review dengan pesan moral Islami, persis seperti yang diajarkan Levℛyley.

Popularitas Ghina menarik perhatian beberapa toko online lokal di Banjarmasin. Salah satunya adalah toko makanan ringan "Kripik Banjar Barokah" yang ingin produknya di-endorse oleh Ghina. Mereka mengirimkan paket besar berisi berbagai varian kripik singkong dengan bumbu khas lokal.

Ghina, yang sudah mendapat wejangan dari Anindya dan Aisyah soal etika endorsement yang jujur, menyambut tawaran itu. Dia melakukan review makanan dengan antusias.

"Bunda-bunda online! Ini dia Kripik Banjar Barokah! Rasanya pedas manisnya pas, renyah, dan yang paling penting... tadaaa! Ada logo halal MUI-nya! Jadi aman dikonsumsi. Link toko ada di bio Ibu Anindya ya!" promosinya sambil tertawa.

Video endorsement itu meledak. Penjualan Kripik Banjar Barokah meningkat drastis. Pemilik toko sangat berterima kasih kepada Ghina dan mengirimkan bingkisan kue khas Banjar sebagai tanda terima kasih.

Di sekolah SMP Islamnya, Ghina menjadi idola baru. Teman-temannya sering bertanya toko online mana yang jual seragam olahraga yang bahannya paling adem, atau toko buku mana yang jual komik Islami terbaru dengan harga diskon. Ghina dengan senang hati membagikan pengetahuannya, lengkap dengan link dan tips SEO.

Suatu malam, saat keluarga berkumpul, Levℛyley melihat jumlah followers channel Ghina yang sudah mencapai puluhan ribu.

"Wah, anak Ayah sudah jadi selebgram nih. Hati-hati ya, Nak. Popularitas itu ujian. Jangan sampai sombong dan lupa diri," pesan Levℛyley lembut.

Ghina mengangguk, menyenderkan kepalanya di bahu ayahnya. "Siap, Ayah. Ghina cuma mau berbagi informasi yang bermanfaat aja kok. Kan kata Ibu, berbagi itu pahala, apalagi berbagi info toko online yang jujur dan halal."

Keluarga Levℛyley kembali tertawa. Di tengah gemerlap dunia digital dan budaya endorsement yang serba instan, Ghina berhasil menemukan jalannya sendiri: menjadi reviewer cilik yang tulus, jujur, dan membawa pesan kebaikan di setiap ulasannya. Dialah bukti nyata bahwa generasi muda Banjarmasin pun bisa menjadi agen perubahan positif di dunia maya.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default