Bab 12: Bangkitnya Sang Purba di Mandiangin

Bab 12: Bangkitnya Sang Purba di Mandiangin

Lev
0

Asap hitam yang membumbung tinggi di atas kanopi hutan menjadi sinyal darurat bagi trio summoner kita. Ledakan itu begitu kuat hingga tanah di bawah kaki mereka ikut bergetar.

"Itu datang dari area pusat rekreasi!" seru Anatasya panik, menunjuk ke arah asap. Liontinnya kini bergetar hebat, sinyal bahaya Rank S yang terdeteksi terasa seperti pukulan palu di dadanya.

"Mereka nggak cuma main-main!" Vania Larasati menggeram, mengaktifkan gelangnya. Oyen si kucing oren langsung muncul, mode siaga penuh. "Ayo, kita harus cepat!"

Mereka berlari secepat mungkin, meninggalkan area habitat Owa, kembali ke jalur pendakian utama. Hutan yang tadinya tenang kini dipenuhi suara kepanikan: teriakan pengunjung, sirene mobil petugas taman, dan yang paling mengganggu, suara auman berat yang mengguncang udara. Auman yang terdengar kuno, primitif, dan penuh amarah.

"Suara apa itu?" tanya Lev, napasnya tersengal-sengal saat berlari. Kamera kakeknya berayun di dadanya.

"Bukan suara fauna lokal, Lev! Itu... itu aura Rank S!" jawab Anatasya, wajahnya pucat.

Setibanya di area rekreasi utama, pemandangan di sana seperti adegan film bencana. Area piknik hancur, mobil-mobil terbalik, dan pengunjung berlarian histeris. Di tengah kekacauan itu, berdiri sosok raksasa.

Seekor dinosaurus.

Bukan Tyrannosaurus atau Velociraptor, tapi dinosaurus herbivora besar yang tampak seperti Stegosaurus versi Kalimantan, dengan lempengan tulang di punggungnya dan ekor berduri. Makhluk purba itu meraung, matanya menyala ungu, dikendalikan oleh artefak Rank S milik Organisasi Genesis.

"Spesies: Stegosaurus Kalimantan (?) (Diduga Spesies Baru). Rank: S (Legendaris). Skill: Ekor Berduri Penghancur, Lempengan Pertahanan."

Dua agen Genesis dari pertarungan kemarin berdiri di dekatnya, menyeringai penuh kemenangan. Di tangan agen tinggi, ada kartu emas keunguan yang memancarkan aura jahat.

"Ini dia Rank S yang sesungguhnya!" seru agen tinggi itu. "Para amatir! Rasakan kekuatan Genesis!"

Stegosaurus purba itu mengayunkan ekor berduri raksasanya, menghancurkan pos jaga taman menjadi puing-puing.

"Prof. Rahmat!" Vania mencari dosennya. Profesor Rahmat terlihat di kejauhan, mencoba mengevakuasi pengunjung, namun Harimau Sumatera-nya, Rimba, tampak ragu mendekat karena aura Rank S yang terlalu kuat.

"Kita harus menghentikan mereka!" seru Vania.

"Tapi itu dinosaurus, Van!" Lev panik. "Kita cuma punya Oyen Rank E, Bekas Rank D, dan... dan nggak punya Owa lagi!"

"Rank bukan segalanya!" Vania berteriak, mengaktifkan gelangnya. "Kita cuma bertiga, tapi kita tim! Oyen, maju!"

Oyen si kucing oren, meski hanya Rank E, melesat maju dengan kecepatan tinggi, mengandalkan kelincahan yang diperkuat gelang Vania. Ia melompat ke arah kaki Stegosaurus.

Agen tinggi tertawa terbahak-bahak. "Kucing lawan dinosaurus? Konyol!"

Stegosaurus itu menghentakkan kakinya, mencoba menginjak Oyen. Tapi Oyen terlalu lincah, menghindar dengan gesit.
"Lev! Kita butuh Bekas! Coba ganggu penglihatan dinosaurus itu!" perintah Anatasya, mulai menganalisis kelemahan Stegosaurus.

Lev mengangguk, mengeluarkan kartu Bekantan. "Bekas! Keluar! Teriakan Keras!"

Bekas muncul dan mengeluarkan auman khasnya yang memekakkan telinga tepat di depan muka Stegosaurus. Dinosaurus itu terganggu, kepalanya bergerak-gerak kesal.
"Kerja bagus!" seru Anatasya. "Vania, fokus serang area perut di bawah lempengan tulang! Itu titik terlemahnya!"

Vania menerima info itu melalui komunikasi tim mereka. "Oyen! Cakaran Lincah ke perut!"

Oyen memanfaatkan gangguan Bekas dan melesat ke perut Stegosaurus, mencakarnya dengan sekuat tenaga. Dinosaurus itu menjerit kesakitan, amarahnya beralih ke Oyen.

Agen tinggi menjadi marah. "Agen Alpha, hentikan anak monyet itu!"

Agen Alpha, si agen pendiam, mengaktifkan kobranya lagi. Kobra itu meluncur ke arah Bekas.

Pertarungan pecah di tengah Tahura Sultan Adam. Lev dan Anatasya bahu membahu mendukung Vania dan summon mereka. Lev berusaha mengambil foto-foto detail pertarungan untuk menemukan kelemahan lain dengan kamera kakeknya.

"Lempengan di punggungnya, Tasya! Apa fungsinya?" tanya Lev sambil membidik.

"Termoregulasi! Pengatur suhu tubuh!" jawab Anatasya cepat. "Jika terlalu panas, dia melemah! Hari ini panas terik!"

"Kita harus bikin dia panas!" seru Lev.

Tiba-tiba, api kecil muncul di dekat mereka. Prof. Rahmat datang bersama Rimba, Harimau Sumatera Rank A-nya.

"Kalian tangani agennya! Biar saya urus Stegosaurusnya!" perintah Profesor Rahmat. "Rimba! Cakaran Api!"

Rimba sang harimau menggeram, cakarnya menyala api spiritual. Ia melesat ke arah Stegosaurus, berfokus menyerang lempengan punggungnya. Pertarungan Rank A vs Rank S dimulai.

Melihat bala bantuan datang, Vania kembali fokus pada agen tinggi. "Sekarang giliran kita berdua!"

Lev mengangguk mantap. Dia menyeringai ke arah agen tinggi Genesis. "Kalian bilang kami amatir?" Lev mengeluarkan kartu biawaknya. "Keluar, Biawak Monitor!"
Biawak Rank C muncul, matanya menyala merah.

"Kita tunjukkan apa itu ikatan sejati!" seru Lev Ryley.

Pertempuran di Mandiangin mencapai puncaknya, mempertaruhkan nasib keseimbangan alam Kalimantan dan menunjukkan kepada Organisasi Genesis bahwa kekuatan sejati bukan dari Rank, tapi dari hati seorang Summoner.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default