Bab 17: Piknik di Taman Stockholm

Bab 17: Piknik di Taman Stockholm

Lev
0

Cemburu kekanak-kanakan Lev, yang ia akui dengan jujur, justru membuat Anatasya semakin merasa nyaman. Hubungan mereka terasa semakin nyata, tidak hanya di dalam perpustakaan, tetapi juga di luar. Anatasya merasa ada koneksi yang kuat di antara mereka.

Suatu hari, setelah perpustakaan tutup, Lev menghampiri Anatasya. "Anatasya," katanya, dengan nada yang sedikit malu.

"Ya, Lev?" tanya Anatasya.

"Aku... aku ingin mengajakmu piknik," kata Lev. "Aku ingin menepati janjiku."

Anatasya tersenyum. "Piknik? Di musim dingin?"

"Di dalam ruangan," kata Lev. "Di dalam taman yang hangat."
Anatasya merasa hatinya berdebar. "Tentu saja."

Mereka berdua berjalan ke taman yang terletak di dekat perpustakaan. Taman itu, meskipun dipenuhi salju tebal, memiliki sebuah rumah kaca yang hangat. Di dalamnya, ada berbagai macam tanaman tropis yang tumbuh subur.

Lev Ryley mengeluarkan sebuah keranjang piknik dari tasnya. Anatasya terkejut.

"Aku membuat sandwich," kata Lev, dengan nada yang sedikit bangga. "Dan... teh. Kali ini, tidak akan tumpah."

Anatasya tertawa. "Aku yakin."

Mereka berdua duduk di bangku taman, di dalam rumah kaca yang hangat. Mereka menikmati sandwich dan teh mereka, sambil mengobrol. Anatasya merasa ini adalah piknik yang paling romantis yang pernah ia alami.

"Aku... aku tidak pernah piknik sebelumnya," kata Lev, dengan nada yang sedikit malu.

"Aku juga tidak," kata Anatasya. "Ini... pertama kalinya untuk kita berdua."

Lev Ryley tersenyum. "Aku senang bisa melakukannya bersamamu."

Mereka berdua kembali terdiam. Anatasya merasa ada koneksi yang kuat di antara mereka. Koneksi yang berasal dari kejujuran, koneksi yang berasal dari kepercayaan, dan koneksi yang berasal dari... cinta.

"Anatasya," kata Lev, tiba-tiba.

"Ya, Lev?" tanya Anatasya.

"Aku... aku merasa ada sesuatu yang aneh di antara kita," kata Lev. "Aku merasa... aku lebih dari sekadar teman bagimu."

Anatasya merasa hatinya berdebar. Ia merasa Lev akan mengatakan sesuatu yang penting.

"Aku... aku juga merasakan hal yang sama," kata Anatasya, dengan nada yang malu-malu.

Lev Ryley tersenyum. "Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Aku tidak pernah merasa... sebahagia ini."
Anatasya merasa air matanya akan jatuh. Ia merasa ia telah menemukan kebahagiaan yang tidak ia sangka akan ia temukan.

"Aku... aku juga merasa begitu," kata Anatasya. "Aku merasa... aku jatuh cinta padamu, Lev."

Lev Ryley tersenyum. "Aku juga jatuh cinta padamu, Anatasya Karlsson."

Mereka berdua saling menatap, mata mereka dipenuhi dengan kehangatan dan cinta. Anatasya merasa ini adalah momen yang paling romantis dalam hidupnya.
Mereka berdua saling berpegangan tangan, dan mereka tahu, ini adalah awal dari kekacauan yang lebih besar. Dan kali ini, mereka berdua siap.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default