Bab 16: Senja Abadi

Bab 16: Senja Abadi

Lev
0

Perpisahan Terakhir: Vania Meninggal dalam Pelukan Lev di Banjarmasin. 

Malam semakin larut di Banjarmasin. Di dalam kamar rumah sakit yang sunyi, Lev Ryley masih setia menggenggam tangan Vania Larasati. Napas Vania semakin melemah, perlahan namun pasti. Lev tahu, ini adalah senja terakhir mereka. Senja yang bukan lagi di Takisung, bukan lagi di Nusa Penida, tapi di ruangan yang penuh dengan bau obat-obatan ini.

Vania membuka matanya, menatap Lev dengan pandangan yang penuh cinta. Senyum tipis terukir di bibirnya. "Jangan bersedih, Lev," bisiknya, suaranya sangat lemah. "Aku akan selalu ada di sini."

Vania menunjuk dadanya, tepat di tempat jantung berdetak. Lev tak sanggup lagi menahan air matanya. Ia mencium kening Vania, membiarkan air matanya membasahi wajah Vania yang pucat.

"Aku akan merindukanmu, Vania. Aku... aku akan selalu mencintaimu," kata Lev, suaranya tercekat.

"Begitu juga aku," balas Vania. "Tolong... tolong selesaikan lukisanmu. Bukan di kanvas, tapi di hidupmu."

Vania menutup matanya. Napasnya berhenti. Tangannya yang menggenggam tangan Lev, perlahan melemah.

Dunia Lev runtuh. Hancur berkeping-keping. Ia tidak lagi mendengar suara bising Banjarmasin. Yang ia dengar hanyalah suara tangisnya sendiri yang pilu. Vania, cinta dalam hidupnya, telah pergi. Meninggalkannya sendiri, di tengah ruangan yang sunyi ini.

Lev memeluk tubuh Vania yang tak lagi bernyawa. Ia memeluknya erat, seolah-olah itu bisa membawa Vania kembali. Namun, ia tahu, Vania sudah pergi. Pergi ke tempat yang lebih baik, di mana tidak ada lagi rasa sakit dan penderitaan.

Di luar jendela, senja terakhir di Banjarmasin memudar, digantikan oleh kegelapan malam. Lev teringat kembali semua kenangan mereka. Senja di Pantai Takisung, kencan di Siring, liburan di Bukit Rimpi dan Nusa Penida. Semuanya terasa begitu nyata, namun kini, hanya menjadi kenangan.
Ini adalah akhir dari kisah cinta mahasiswa ULM mereka. Sebuah novel romantis sad ending yang diwarnai dengan perjuangan, air mata, dan perpisahan yang tak terhindarkan. Vania telah pergi, meninggalkan Lev Ryley seorang diri. Namun, di dalam hati Lev, Vania akan selalu hidup. Kenangan mereka akan selalu ada, abadi, seperti senja yang selalu datang setiap hari.

Pesan untuk Pembaca (SEO):

Vania meninggal. Bagaimana Lev Ryley akan melanjutkan hidupnya di Banjarmasin?

Apakah ada kelanjutan dari novel romantis sad ending ini? Nantikan babak selanjutnya, Epilog.

Cinta sejati tidak pernah mati. Ia hanya berpindah ke tempat yang lebih indah. #NovelRomantisSadEnding #VaniaMeninggal #MahasiswaULM #Banjarmasin #Perpisahan #KisahCinta
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default