Bab 9 novel Islami Khalisah dan Rabiatun membawa Anda ke Rimini, Italia. Temukan pantai urban yang ramah muslimah dengan fasilitas khusus, momen perbincangan lintas budaya, dan kehidupan sosial di area pantai Adriatik.
Bab 9: Kehangatan Budaya di Rimini, Italia
Dari suasana sejuk dan dramatis di Normandia, Khalisah dan Rabiatun kembali ke hangatnya Italia, kali ini menuju pesisir Laut Adriatik, ke kota Rimini. Rimini terkenal sebagai salah satu destinasi pantai urban terbesar di Eropa, dengan hamparan pantai berpasir panjang yang dipenuhi ratusan fasilitas pantai (bagno) yang rapi dan terorganisir.
"Akhirnya ketemu pantai pasir lagi, Khal! Kakiku udah kangen main pasir," seru Rabiatun antusias saat mereka tiba di pantai Rimini. Suasananya ramai, penuh dengan kursi berjemur dan payung berwarna-warni yang tertata rapi.
Khalisah tersenyum. "Rimini ini unik, Bun. Mereka punya inisiatif pantai yang ramah muslimah, lho. Area khusus yang lebih privat.
Mereka menginap di sebuah hotel yang bekerja sama dengan salah satu bagno (fasilitas pantai) yang menyediakan area khusus tersebut. Ini memberikan rasa nyaman yang luar biasa bagi mereka berdua. Mereka bisa bersantai, berenang, dan berinteraksi dengan muslimah lain dari berbagai negara tanpa rasa canggung.
Setibanya di area pantai khusus muslimah itu, mereka disambut oleh suasana yang hidup. Ada muslimah dari Italia, Jerman, Perancis, hingga negara-negara Arab. Beberapa terlihat santai dengan pakaian pantai santun mereka, sementara yang lain sibuk membaca buku atau mengobrol.
Khalisah dan Rabiatun menggelar tikar di area yang teduh. Mereka mengamati kehidupan sosial di area tersebut. Semua orang saling menghargai privasi dan menciptakan suasana yang nyaman.
Mereka bertemu dengan Amina, seorang muslimah muda asal Maroko yang tinggal di Rimini bersama keluarganya. Amina bercerita tentang inisiatif komunitas lokal untuk menyediakan fasilitas ramah Muslim di pantai-pantai populer seperti Rimini.
"Ini berawal dari permintaan komunitas lokal dan juga turis Muslim yang semakin banyak datang ke sini," jelas Amina ramah. "Pemilik bagno di sini sangat terbuka dan suportif. Mereka melihat ini sebagai peluang bisnis yang baik, tapi juga sebagai bentuk toleransi."
Khalisah dan Rabiatun terkesan dengan keramahan dan keterbukaan kehidupan bermasyarakat di sini. Ini menunjukkan bahwa pariwisata ramah Muslim bisa berjalan beriringan dengan pariwisata konvensional di Eropa.
Momen komedi terjadi saat Rabiatun mencoba bermain voli pantai dengan beberapa muslimah lain. Rabiatun yang ceria tapi sedikit kaku dalam olahraga, berkali-kali meleset saat menerima bola, mengundang tawa renyah dari teman-teman barunya. Tapi tidak ada yang mengejek, semua justru menyemangati Rabiatun.
"Yang penting semangatnya, Bun!" kata Khalisah sambil tertawa melihat tingkah sahabatnya.
Mereka menikmati makan siang di kafe pantai yang menyajikan menu halal, termasuk piadina (roti pipih khas daerah Emilia-Romagna) isi sayuran dan keju. Sambil makan, mereka melanjutkan obrolan dengan Amina tentang kehidupan sehari-hari, tantangan fasting di musim panas Eropa yang panjang, dan keindahan Islam.
Menjelang sore, mereka berjalan-jalan di tepi pantai umum, di luar area khusus. Suasana sangat ramai, tapi mereka tetap merasa nyaman dengan pakaian santun mereka. Tidak ada pandangan aneh atau komentar negatif. Masyarakat Rimini terbiasa dengan keragaman turis yang datang dari seluruh dunia.
"Toleransi di sini luar biasa ya, Khal. Orang-orangnya sibuk dengan urusannya masing-masing, tapi tetap ramah kalau diajak ngobrol," ujar Rabiatun.
Khalisah mengangguk. "Itu salah satu esensi kehidupan bermasyarakat yang sehat, Bun. Saling menghargai pilihan masing-masing selama tidak merugikan orang lain.
Khalisah menutup hari di Rimini dengan mencatat pengalamannya di buku agenda:
Tips & Review Rimini Beach:
*Pantai urban terbesar di Eropa, fasilitas sangat lengkap dan terorganisir.
*Area pantai khusus muslimah tersedia di beberapa bagno, sangat direkomendasikan untuk privasi.
*Interaksi sosial dengan komunitas muslimah global sangat insightful.
*Makanan halal mudah ditemukan di kafe pantai atau restoran sekitar.
*Toleransi masyarakat lokal sangat tinggi.
Rimini memberikan pengalaman traveling yang nyaman dan ramah Muslimah. Mereka merasa diapresiasi dan diterima. Dengan semangat baru dari kehangatan komunitas di Rimini, mereka bersiap untuk destinasi selanjutnya: kembali ke Spanyol, ke pantai urban yang penuh energi di Barceloneta, Barcelona.
