Bab 15: Pesta Pernikahan yang Tak Terduga

Bab 15: Pesta Pernikahan yang Tak Terduga

Lev
0

Malam itu, setelah seharian berjalan-jalan di Manchester, Emily dan Lev mendapat undangan tak terduga. Tariq, teman mereka dari komunitas Muslim, menelepon dan mengundang mereka ke pesta pernikahan salah satu kerabatnya. Tariq meyakinkan mereka bahwa pakaian santai Lev tidak akan menjadi masalah.

"Jangan khawatir, Lev," kata Tariq di telepon. "Ini pesta yang santai. Kamu bisa datang dengan pakaian apa adanya."

Lev, yang sudah mulai terbiasa dengan pakaian konyolnya, setuju. Ia dan Emily segera bersiap. Mereka naik bus menuju aula pernikahan yang berada di pinggir kota. Di dalam bus, Lev merasa cemas. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan di pesta pernikahan orang asing.

"Tenang saja," kata Emily, melihat kecemasan di wajah Lev. "Ini bukan pesta pernikahan yang formal. Kamu hanya perlu bersenang-senang."

Saat mereka tiba di aula pernikahan, musik meriah langsung menyambut mereka. Aula itu dipenuhi orang-orang yang mengenakan pakaian tradisional yang berwarna-warni. Lev merasa seperti berada di sebuah festival budaya, bukan pesta pernikahan.

Tariq menyambut mereka dengan senyum lebar. "Ayo masuk! Pengantin sudah tiba."

Mereka masuk ke dalam aula, dan Tariq memperkenalkan Lev dan Emily kepada beberapa kerabatnya. Lev merasa canggung, tetapi orang-orang di sana sangat ramah. Mereka menanyakan asal-usul Lev, proyek fotografinya, dan tentu saja, pakaiannya yang konyol.

"Aku suka kemejamu," kata seorang wanita paruh baya, sambil menunjuk kemeja biru muda Lev. "Itu membuatmu terlihat unik."

Lev tersenyum. Ia tidak lagi merasa malu. Ia tahu, di komunitas ini, ia diterima apa adanya.

Pesta pernikahan dimulai dengan makan malam yang mewah. Lev dan Emily duduk di meja yang sama dengan Tariq dan beberapa teman lainnya. Mereka makan hidangan-hidangan yang lezat, dari nasi briyani yang harum, ayam tandoori yang lezat, hingga kari kambing yang pedas.

Di tengah makan malam, Tariq melontarkan lelucon. "Tahukah kalian? Paman pengantin pria sebenarnya menikah dengan bibi pengantin wanita. Jadi, mereka berdua punya banyak keluarga di sini."

Lev dan Emily tertawa. Tariq melanjutkan, "Tapi mereka tidak saling kenal sampai pesta pernikahan ini. Mereka dijodohkan."

Lev terkejut. "Dijodohkan? Di zaman modern ini?"

"Ya," kata Tariq. "Ini tradisi yang masih dijaga di beberapa keluarga. Tapi mereka saling jatuh cinta setelah bertemu."

Lev merasa takjub. Ia tidak pernah membayangkan bahwa perjodohan masih ada di dunia modern, apalagi di Inggris. Ia mengeluarkan kameranya dan memotret pengantin, yang terlihat sangat bahagia. Ia melihat cinta yang tulus di mata mereka.

"Kamu harus memotret lebih dari sekadar pengantin," bisik Emily. "Kamu harus memotret kisah di baliknya."

Lev mengangguk. Ia mulai memotret, mencoba menangkap esensi dari pesta pernikahan itu. Ia memotret Tariq yang sedang tertawa, ibu-ibu yang sedang berbincang, dan anak-anak yang sedang bermain. Ia mencoba menangkap kebahagiaan yang ada di setiap sudut ruangan.

Pesta pernikahan dilanjutkan dengan tarian. Musik meriah memenuhi aula, dan semua orang mulai menari. Lev, yang tidak bisa menari, hanya duduk di sudut, memotret. Emily, yang merasa bosan, menarik Lev ke lantai dansa.

"Ayo, Lev! Jangan hanya memotret! Kamu juga harus menari!"
Lev menolak. "Aku tidak bisa menari, Emily."

"Tidak masalah! Aku akan mengajarimu," kata Emily, dengan mata berbinar-binar.

Emily mulai menari dengan gerakan-gerakan lucu, mencoba meniru gerakan-gerakan tradisional. Lev, yang merasa malu, hanya berdiri kaku di tempat. Namun, setelah beberapa saat, ia mulai mengikuti gerakan-gerakan Emily. Ia menari dengan canggung, tetapi ia bersenang-senang.

Tiba-tiba, musik berhenti. Semua orang terdiam. Tariq naik ke panggung dan mengumumkan, "Ada sesuatu yang ingin kita beritahukan!"

Tariq lalu menarik Emily dan Lev ke panggung. Lev merasa panik, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.

"Tadi... aku salah masuk pesta," bisik Lev.

Emily tertawa. "Tidak! Ini bagian dari pesta!"

Tariq lalu mengumumkan, "Ada tamu yang beruntung! Lev dan Emily, kalian adalah tamu terberuntung malam ini! Karena kalian, akan ada hadiah khusus!"

Lev dan Emily terkejut. Mereka berdua mendapatkan hadiah berupa bingkisan besar yang berisi berbagai makanan khas Pakistan, termasuk beberapa kemeja yang baru untuk Lev.
Lev dan Emily merasa senang, tetapi juga malu. Mereka berdua berterima kasih kepada Tariq dan semua orang di pesta pernikahan. Malam itu, Lev Ryley belajar bahwa terkadang, hal-hal tak terduga bisa membawa kebahagiaan. Dan dengan Emily di sisinya, ia tahu bahwa setiap petualangan akan menjadi cerita yang tak terlupakan, bahkan jika itu adalah pesta pernikahan yang salah.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default