Bab 16: Level Up Gila-Gilaan Setelah Kalahkan Naga Es & Harta Karun Misterius Artefak Kuno Terungkap di Novel RPG Fantasy

Bab 16: Level Up Gila-Gilaan Setelah Kalahkan Naga Es & Harta Karun Misterius Artefak Kuno Terungkap di Novel RPG Fantasy

Lev
0

Dengan Naga Es Tidur tumbang dan Boris si pengkhianat terikat, "Tiga Sekawan" diliputi rasa lega sekaligus euforia. Mengalahkan monster peringkat S adalah pencapaian luar biasa.

You have gained massive experience points! Suara sistem di benak Lev berdering berkali-kali. Notifikasi level up muncul bertubi-tubi.

Lev Ryley, yang tadinya Level 4, kini melesat naik ke Level 10! Stat MP-nya meningkat drastis, membuka potensi untuk summon yang lebih kuat di masa depan. Vania juga naik level pesat, dari Level 6 menjadi Level 12, meningkatkan kelincahan dan akurasi tembakannya. Anastasya, yang sudah Level 12, juga naik, mencapai Level 15, membuat sihirnya semakin mematikan.

“Wow! Level 10!” Lev mengecek status barunya dengan takjub. “Aku sudah bukan anak bawang lagi!”

“Aku Level 12! Aku seimbang sama Anastasya sekarang!” Vania berteriak gembira.

Anastasya hanya mengangguk puas. “EXP dari naga peringkat S memang luar biasa.”

Mereka mengikat Boris si pengkhianat dengan tambang kuat, membiarkannya pingsan di sudut ruangan. Kemudian, fokus mereka beralih ke tumpukan harta karun naga. Koin emas, permata, perhiasan kuno, dan beberapa senjata magis langka.
“Kita kaya mendadak!” Vania mulai mengumpulkan harta karun dengan mata berbinar-binar.

Di tengah tumpukan harta karun, tergeletak artefak kedua yang mirip dengan bola kristal panas-dingin yang mereka temukan sebelumnya. Artefak kedua ini adalah sebuah lempengan batu dengan rune kuno terukir di atasnya.

“Lempengan batu. Mungkin ini pasangannya?” Lev mengambil lempengan itu. Saat dia memegang kedua artefak itu bersamaan—bola kristal dan lempengan batu—mereka mulai berpendar terang, memancarkan energi magis yang kuat.

Cahaya itu membentuk proyeksi peta hologram di udara. Peta itu menunjukkan lokasi tersembunyi di suatu tempat di Aethelgard, ditandai dengan simbol yang sama dengan rune di lempengan batu.

“Peta menuju dungeon kuno yang sesungguhnya!” Anastasya menunjuk peta hologram itu. “Ini yang dicari organisasi ‘Shadow Void’.”

“Mereka mengincar kunci menuju dungeon legendaris,” kata Lev. “Kita menemukan plot utama novel RPG fantasi kita!”

Vania menatap peta dengan serius. “Kita harus segera kembali ke Aethelgard dan melaporkan Boris ke Guild Master. Lalu kita cari lokasi di peta ini.”

Mereka menjarah semua harta karun yang bisa mereka bawa, menyisakan Boris yang terikat. Perjalanan kembali ke permukaan terasa lebih cepat, dipenuhi rencana dan antisipasi petualangan baru.

Mereka kembali ke Kota Gletser, menyerahkan Boris ke patroli kota dan menjelaskan situasinya di Guild Petualang. Guild Master Kota Gletser, seorang Orc tua bijak bernama Grom, mendengarkan cerita mereka dengan serius.

“Shadow Void adalah organisasi jahat yang sudah lama kami awasi,” jelas Grom. “Mereka mengincar warisan kuno Aethelgard untuk tujuan jahat. Kalian sudah melakukan tugas besar, ‘Tiga Sekawan’.”

Grom memberikan mereka hadiah tambahan dari guild, termasuk rating tim mereka yang langsung naik ke Peringkat C!

“Kalian sudah cukup kuat untuk menghadapi tantangan lebih besar. Hati-hati dengan Shadow Void,” peringat Grom.

Mereka menginap semalam lagi di penginapan Nyonya Bertha (membayar sisa hutang dan meminta maaf lagi pada Lucifer si kucing), dan keesokan harinya, mereka menaiki kereta kuda menuju Kota Aethel.

Perjalanan itu diisi dengan obrolan ringan dan momen slice of life yang santai. Sippy, Chicky, dan Bulby berinteraksi lucu di dalam kereta. Chicky mencoba mematuk Bulby, dan Sippy mencoba membersihkan lendir Bulby yang sedikit tumpah.

“Kita sudah jauh melangkah,” kata Lev, menatap pemandangan yang berlalu. “Dari selokan kota sampai mengalahkan naga es. Hidup tenangku benar-benar sudah berakhir.”

Vania tertawa. “Dan hidupmu jadi lebih seru, kan? Penuh komedi dan petualangan!”

Anastasya mengangguk. “Aku setuju. Tim ‘Tiga Sekawan’ ini menarik.”

Mereka tiba di Kota Aethel dengan perasaan campur aduk antara kelelahan dan kegembiraan. Di depan mereka terbentang misteri Shadow Void, dungeon kuno yang tersembunyi, dan banyak lagi petualangan RPG fantasi yang menanti mereka. Babak baru di ibu kota Aethelgard akan segera dimulai.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default