Meskipun Arcanum memiliki inti cahaya yang dapat menahan Sombra, Lev, Vania, dan Anatasya tahu bahwa mereka tidak bisa selamanya bersembunyi di sana. Mereka harus mengambil inisiatif. Dengan Elara di sisi mereka, mereka kini memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang kekuatan es, dan juga kelemahan Sombra.
"Aku ingat sesuatu," kata Elara suatu malam, saat mereka berkumpul di inti Arcanum. "Ketika Sombra pertama kali memanipulasiku, ia mengatakan sesuatu tentang 'bayangan yang lahir dari kehampaan'. Itu tidak masuk akal bagiku saat itu, tapi sekarang... aku rasa ia merujuk pada sebuah lokasi."
"Bayangan yang lahir dari kehampaan," gumam Anatasya, mengulangi kata-kata itu. "Mungkin itu bukan tempat fisik, tetapi sebuah konsep?"
"Mungkin," kata Lev, tetapi ia merasa ada sesuatu yang familiar dari kata-kata itu. Ia teringat akan bagaimana Sombra muncul dari gang sempit di kota, bagaimana ia muncul dari kegelapan di perpustakaan. Sombra selalu muncul dari tempat-tempat di mana cahaya tidak ada.
Mereka memutuskan untuk kembali ke tempat di mana Sombra pertama kali menyerang mereka di dunia manusia: gang sempit di dekat rumah Lev. Mereka tahu itu adalah risiko besar, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus menemukan petunjuk terakhir.
Mereka menyelinap keluar dari Arcanum, dan kembali ke dunia manusia. Gang sempit itu kini terasa lebih dingin dan menakutkan daripada sebelumnya. Mereka merasakan kehadiran Sombra, tetapi mereka tidak melihatnya.
"Sombra ada di sini," bisik Vania, api kecil menari-nari di telapak tangannya.
"Kita harus berhati-hati," tambah Anatasya, air mengalir di sekelilingnya, siap untuk menyerang.
Lev menyentuh tanah di gang itu, dan ia merasakan energi yang kuat. Bukan energi Sombra, melainkan energi yang berbeda. Energi yang terasa seperti getaran, seperti suara dari masa lalu.
Lev mengumpulkan kekuatannya, dan ia menyentuh tanah lagi, kali ini dengan lebih dalam. Ia memvisualisasikan energi itu, dan ia melihat gambaran-gambaran yang muncul di benaknya: Elara, Sombra, dan seorang pria tua yang berdiri di tengah kegelapan. Pria itu memberikan sebuah buku kepada Elara, sebuah buku yang berisi mantra-mantra kuno.
Lev tersentak. Pria tua itu adalah Argus. Argus adalah orang yang memberikan buku kepada Elara, dan Argus adalah orang yang tahu tentang mantra-mantra kuno.
"Argus," bisik Lev. "Dia tahu sesuatu."
Mereka kembali ke Arcanum dengan cepat, merasa gelisah. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka percayai. Apakah Argus adalah pengkhianat? Apakah ia bekerja sama dengan Sombra?
Mereka menemui Argus di inti Arcanum. Argus melihat ekspresi khawatir di wajah mereka, dan ia tahu bahwa mereka telah menemukan sesuatu.
"Apa yang terjadi?" tanya Argus"
"Kamu... kamu kenal Elara?" tanya Lev, suaranya dipenuhi kecurigaan.
Argus menghela napas. Ia tahu bahwa rahasianya tidak bisa disembunyikan lagi. "Ya," katanya. "Aku mengenalnya. Aku adalah orang yang memberikan buku itu kepadanya."
Bab ini diakhiri dengan Lev, Vania, dan Anatasya yang terkejut. Argus, mentor yang mereka percayai, adalah orang yang memberikan buku kepada Elara, buku yang berisi mantra-mantra kuno. Apakah Argus adalah pengkhianat? Apakah ia bekerja sama dengan Sombra? Jawabannya ada di bab selanjutnya.
Ikuti saluran The World Behind the Veil: The Tale of the Three Elemen di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAwxYhKWEKtzGEwQd1R
