Judul SEO: Janji Persahabatan Anak Muslim: Kisah Fajar, Fatimah di Akhir Sekolah
Hari terakhir sekolah tiba. Suasana kelas terasa haru. Fajar, Fatimah, Rizal, dan Budi, bersama teman-teman lainnya, berkumpul di kelas. Bu Guru Yanti memberikan pesan terakhir kepada mereka.
"Anak-anak, tidak terasa satu tahun sudah kita lewati bersama. Ibu bangga dengan kalian semua. Kalian sudah menjadi anak-anak yang jujur, bertanggung jawab, dan peduli. Ibu harap, semangat itu terus ada di hati kalian," kata Bu Guru Yanti dengan mata berkaca-kaca.
Fajar merasa sedih. Ia akan berpisah dengan teman-temannya. Ia akan merindukan saat-saat bermain bersama Rizal dan Budi, saat-saat belajar bersama Fatimah, dan saat-saat mendengar nasehat dari Bu Guru Yanti.
Setelah acara perpisahan di sekolah selesai, Fajar, Fatimah, Rizal, dan Budi berkumpul di bawah pohon mangga di pinggir lapangan. Mereka mengeluarkan kertas janji yang mereka kubur di akhir serial sebelumnya. Kertas itu masih utuh.
“Lihat, Janji kita masih ada,” kata Fajar.
“Dan pohon bunga yang kita tanam juga sudah tumbuh besar,” tambah Fatimah.
Mereka berempat saling berpandangan. Meskipun tahun ajaran sudah berakhir, dan mereka akan naik ke kelas yang berbeda, mereka tahu, persahabatan mereka tidak akan berakhir.
Fajar memandang teman-temannya. “Aku janji, meskipun kita beda kelas, kita akan tetap jadi sahabat.”
Rizal mengangguk. “Aku janji, tidak akan lupa dengan kebaikan Fajar dan Fatimah.”
Budi tersenyum. “Aku janji, akan selalu ingat pelajaran-pelajaran yang kita dapatkan.”
Fatimah memeluk mereka semua. “Aku janji, akan selalu mengingatkan kalian untuk berbuat baik.”
Mereka mengubur kembali kertas janji itu. Kali ini, mereka menanam bibit pohon mangga kecil di atasnya. Sebagai pengingat, janji mereka akan terus tumbuh dan berbuah, seperti pohon mangga itu.
Hari-hari liburan sekolah tiba. Fajar, Fatimah, Rizal, dan Budi menghabiskan waktu bersama. Mereka bermain, membaca buku, dan membantu orang tua. Mereka tidak lagi merasa sedih karena berpisah kelas. Mereka tahu, persahabatan mereka akan tetap ada.
Dan di bawah pohon mangga yang baru ditanam, mereka berempat membuat janji baru. Janji untuk selalu menjaga persahabatan, saling menolong, dan terus berbuat baik. Karena mereka tahu, janji yang dibuat dengan tulus akan selalu dijaga. Dan semangat kebaikan yang ditanam selama satu tahun ajaran akan selalu bersemi, di setiap hari yang mereka jalani.
