Bab 5: Arisan Syariah: Saat Dompet dan Iman Diuji

Bab 5: Arisan Syariah: Saat Dompet dan Iman Diuji

Lev
0
Baca Novel Islami terbaru 2025: 'Sajadah di Tepian Mahakam'. Kisah komedi haru 3 keluarga bertetangga di Samarinda. Antara hobi belanja online Dokter Raisa, gaya mall Ibu Rossa, dan ketangguhan pasar Ibu Mahalini. Temukan makna ukhuwah dan hijrah finansial di Bumi Tepian. Klik di sini!


Sore itu, langit di atas jembatan Mahakam IV nampak berwarna jingga merona, menciptakan siluet indah pada menara-menara masjid yang menjulang di cakrawala Samarinda. Di ruang tamu Ibu Mahalini, suasana terasa sangat hangat. Aroma masakan asam pedas ikan haruan yang ia beli di Pasar Segiri tadi pagi menyeruak ke seluruh ruangan, bercampur dengan wangi aromaterapi lemon grass yang sengaja dipasang untuk menetralisir "aroma perjuangan" dari dapur.

Hari ini adalah jadwal Arisan Syariah Cluster Ar-Raudhah. Berbeda dengan arisan pada umumnya yang sering menjadi ajang pamer perhiasan, arisan di sini memiliki aturan unik: dilarang membawa barang branded baru secara berlebihan, dan setiap pertemuan wajib diawali dengan pembacaan satu lembar ayat suci Al-Qur'an serta santunan untuk anak yatim di lingkungan sekitar.

Ibu Rossa datang paling awal. Ia mengenakan gamis berwarna khaki yang sangat elegan, hasil perburuannya di Big Mall minggu lalu. Meskipun ia sudah berjanji tidak ingin pamer, namun ia tidak bisa menahan diri untuk tidak mematut diri di depan cermin besar milik Mahalini.

"Bu Lini, ini jilbabnya saya beli pas diskon member lho. Bahannya adem sekali, cocok buat kita yang sering berkeringat di kantor," bisik Rossa sambil merapikan jarum pentulnya yang sangat presisi.

Tak lama kemudian, Dokter Raisa menyusul. Ia datang membawa sebuah kotak besar yang dibungkus plastik gelembung (bubble wrap). "Maaf telat! Tadi ada kurir paket datang pas saya mau kunci pagar. Isinya ternyata pesanan kolektif kita: satu set piring keramik estetik yang diskon 80 persen di aplikasi semalam!"

Mata Rossa langsung berbinar. "Wah, akhirnya datang juga! Inilah enaknya bertetangga dengan Dokter Raisa. Kita nggak perlu keluar bensin, barang sampai depan hidung, harga miring pula!"

Mahalini tertawa sambil meletakkan teko berisi teh melati hangat. "Ayo, Ibu-ibu, duduk dulu. Ingat, arisan kita ini bukan cuma soal dapat uang atau piring, tapi soal menjaga silaturahmi. Mari kita mulai dengan basmalah dan tilawah sebentar."

Drama Saat Pengocokan Nama

Setelah sesi pengajian singkat yang dipimpin oleh Dokter Raisa, tibalah saat yang paling mendebarkan: pengocokan nama. Suasana yang tadinya khusyuk berubah menjadi penuh tawa dan sedikit ketegangan komedi.

"Ya Allah, semoga nama saya keluar hari ini," doa Rossa sambil memegang kartu member mall-nya, seolah-olah itu adalah jimat keberuntungan. "Mobil saya sudah minta ganti ban, jatah bulanan dari bapaknya anak-anak sudah menipis gara-gara jastip kemarin."

Raisa justru menggeleng. "Kalau saya, jangan keluar dulu ya Allah. Saya lagi nunggu Mega Sale akhir tahun di aplikasi. Kalau uangnya dapat sekarang, takutnya habis buat beli barang-barang lucu yang sebenarnya cuma menumpuk di gudang."

Mahalini, sebagai bendahara yang memegang toples kaca berisi gulungan kertas, mengocoknya dengan penuh semangat. "Satu... dua... tiga!"

Satu gulungan kertas terjatuh. Mahalini membukanya dengan perlahan. "Selamat! Yang keluar hari ini adalah... Ibu Dokter Raisa!"

Raisa tertegun, lalu menutup wajahnya dengan tangan. "Astagfirullah! Benar kan dugaan saya. Ini ujian berat bagi jari-jari saya untuk tidak memencet tombol Checkout!"

Rossa pura-pura cemberut. "Ah, Bu Dokter mah memang rezekinya lancar terus. Padahal saya sudah membayangkan sepatu lari baru yang dipajang di etalase depan mall tadi siang."

Muhasabah di Tengah Jamuan 

Sambil menikmati asam pedas haruan hasil tawar-menawar Mahalini di pasar, obrolan mereka beralih ke hal yang lebih dalam. Mahalini, dengan kebijakannya yang khas, memulai diskusi tentang manajemen keuangan Islami.

"Bu Dokter, Bu Rossa... Uang arisan itu amanah. Dalam Islam, kita diajarkan untuk mendahulukan kebutuhan daripada keinginan," kata Mahalini lembut. "Jangan sampai uang yang kita kumpulkan susah payah ini habis hanya untuk memuaskan nafsu belanja yang sifatnya sementara."

Raisa mengangguk setuju. "Benar, Bu Lini. Tadi pas tilawah, saya teringat ayat tentang tabdzir (pemborosan). Terkadang saya memang khilaf, merasa stres di rumah sakit hilang kalau sudah liat paket datang. Padahal, bahagia itu harusnya datang dari hati yang tenang, bukan dari barang yang datang."

Rossa menghela napas panjang, meletakkan sendoknya. "Saya juga begitu. Terkadang saya merasa harus tampil modis di kantor gubernur supaya dihargai orang. Padahal, kemuliaan itu adanya di akhlak, bukan di merk tas. Terima kasih ya, sudah diingatkan."

Momen itu menjadi sangat mengharukan. Di teras rumah sederhana di Samarinda itu, tiga wanita dengan hobi belanja yang berbeda saling menguatkan. Mereka sepakat bahwa sebagian dari uang arisan yang didapat Raisa hari itu akan disumbangkan untuk perbaikan atap panti asuhan di dekat Pasar Segiri.

Edukasi untuk Pembaca
Bab ini menyentuh fenomena "Arisan" yang sangat kental dalam budaya Indonesia, namun diberikan sentuhan nilai-nilai ekonomi syariah. Berdasarkan data dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah, arisan bisa menjadi sarana menabung yang efektif jika dikelola dengan jujur dan tanpa unsur riba.

Bagi Anda yang ingin mengelola keuangan keluarga agar tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif, Anda bisa mempelajari konsep Al-Maqashid Al-Syariah (tujuan-tujuan syariah) dalam berkonsumsi melalui portal Ekonomi Syariah Indonesia.

Selain itu, jika Anda berada di Samarinda, Anda bisa meniru kebiasaan tokoh dalam novel ini untuk mengadakan pertemuan di rumah dengan menyajikan kuliner lokal seperti Ikan Haruan yang kaya akan protein dan sangat baik untuk kesehatan, sebagaimana yang sering direkomendasikan oleh praktisi kesehatan di Alodokter.

Kesimpulan Bab 5:
Arisan bukan sekadar tentang uang, tapi tentang bagaimana komunitas kecil seperti tetangga bisa saling mengingatkan dalam kebaikan. Namun, apakah resolusi "hemat" Dokter Raisa akan bertahan lama saat notifikasi Flash Sale 12.12 muncul di layar ponselnya malam nanti?

Nantikan Bab 6: Tragedi Diskon 70% di Hari Jumat!
  • Lebih baru

    Bab 5: Arisan Syariah: Saat Dompet dan Iman Diuji

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default