Setelah insiden di Pasar Terapung yang membuat semua orang terhibur, suasana di rumah keluarga Ryley semakin hangat dan akrab. Aisha Kim, dengan kepribadiannya yang ceria dan keahliannya sebagai chef, segera menjadi idola di rumah itu, terutama di mata anak-anak. Hari itu, sesuai rencana, dapur keluarga Ryley akan disulap menjadi studio masak dadakan.
"Baiklah, hari ini kita akan membuat Bibimbap versi halal dengan sentuhan bahan lokal Banjarmasin," umum Aisha penuh semangat, mengenakan apron baru pemberian Anindya yang bermotif bunga krisan.
Anindya Putri, yang bertugas sebagai asisten utama, sibuk menyiapkan bahan-bahan yang sudah dibeli dari pasar tradisional kemarin. Sementara Lev Ryley, si pekerja IT, kini ditugasi menjadi juru kamera dan operator live Instagram untuk akun Anindya, yang sudah ditonton oleh ratusan pengikut setianya.
"Halo, Ibu-ibu online-ku! Hari ini aku akan masak spesial bareng Aisha Kim, chef dari Korea Selatan," sapa Anindya ke kamera ponsel dengan senyum menawan.
Di sisi lain, Ghina Qalbi dan Rayyan Zuhayr sudah siap dengan tugas masing-masing. Ghina bertugas mencuci sayuran, sementara Rayyan bertugas mengupas wortel—meski hasilnya lebih mirip dikerok daripada dikupas.
"Rayyan, itu wortelnya sudah bersih, Nak. Jangan dihabisin kulitnya," ujar Anindya, menahan tawa.
Maryam Safiya, yang pendiam, duduk di sudut dapur sambil sesekali memotret momen-momen lucu dengan kamera polaroidnya. Ia mengamati setiap gerakan tangan Aisha yang cekatan saat memotong sayuran, seolah sedang mencatat detail untuk sketsa berikutnya.
Aisha memulai dengan membuat saus gochujang (pasta cabai Korea) versi halal rumahan. "Ini bahan utamanya. Karena kita tidak bisa pakai yang instan di Korea, kita buat sendiri dari bubuk cabai dan bumbu-bumbu yang ada," jelas Aisha. Ia menjelaskan dengan sabar, sambil sesekali menggunakan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata, membuat suasana jadi semakin santai.
Selama proses memasak, banyak momen lucu terjadi. Lev Ryley, yang mencoba mengarahkan kamera, hampir saja menjatuhkan ponselnya ke dalam wajan. Rayyan, yang penasaran, diam-diam mencicipi bubuk cabai, membuat wajahnya merah dan matanya berair.
"Pedaaas!" teriak Rayyan, membuat Aisha dan Anindya panik. Aisha segera memberinya air dan gula, menjelaskan tentang rasa pedas ala Korea yang berbeda dengan pedas sambal Indonesia.
"Ini namanya pedas hallyu, Rayyan," celetuk Lev, membuat semua orang tertawa.
Yang paling antusias adalah Ghina. Ia belajar cara memotong sayuran tipis-tipis ala chef profesional dari Aisha. "Nanti Ghina mau jadi chef juga ah!" serunya.
Aisyah Humaira, si mahasiswi, berperan sebagai notulen resep, mencatat semua bahan dan langkah-langkah yang diajarkan Aisha. Ia bahkan berencana membuat e-book resep masakan fusi Banjarmasin-Korea yang bisa dibagikan kepada teman-teman organisasinya.
Setelah proses memasak selesai, meja makan dipenuhi dengan semangkuk besar Bibimbap yang terlihat sangat menggiurkan. Nasi hangat, sayuran berwarna-warni yang ditata rapi, potongan daging sapi berbumbu kecap, dan telur mata sapi setengah matang, semuanya terlihat estetik ala masakan bintang lima.
"Selamat makan!" ujar Anindya.
Semua orang melahap Bibimbap buatan Aisha dengan lahap. Kombinasi rasa saus gochujang halal yang pedas manis, bumbu Indonesia yang gurih, dan kesegaran sayuran lokal membuat hidangan itu terasa unik dan lezat.
"Ini enak sekali, Tante! Rasanya beda dari yang biasa kita makan," puji Rayyan, yang sudah lupa dengan rasa pedas tadi.
Anindya menatap Aisha dengan penuh haru. "Terima kasih, Aisha. Kamu tidak hanya mengajarkan kami cara memasak, tapi juga cara berbagi kebahagiaan melalui makanan," katanya.
Aisha tersenyum. "Memasak adalah caraku bersyukur. Dan berbagi masakan dengan orang-orang yang aku sayangi adalah kenikmatan yang luar biasa," jawabnya.
Malam itu, studio masak dadakan di dapur keluarga Ryley sukses besar. Tidak hanya karena menghasilkan hidangan yang lezat, tapi juga karena menguatkan ikatan keluarga dan persahabatan, disaksikan oleh ratusan pengikut Anindya yang kini juga jatuh cinta pada sosok Aisha Kim yang ramah dan bersahaja.
