Setelah insiden Jembatan Barito yang menggemparkan, Lev Ryley tidak menjadi selebritas. Sebaliknya, ia berhasil "menghilang" di balik kerumunan relawan dan petugas medis. Berkat bantuan sistem yang memanipulasi pembacaan mana sementara, alat ukur Asosiasi Hunter hanya mendeteksi Lev sebagai "Hunter Rank E yang beruntung selamat karena bersembunyi di celah batu".
Namun, ada satu orang yang tidak percaya: Anatasya.
Misi Harian: Keringat dan Gelak Tawa
Dua hari kemudian, di sebuah gang sempit dekat Pasar Terapung Lok Baintan, Lev terbangun bukan karena alarm ponsel, melainkan karena layar hologram yang menampar wajahnya secara virtual.
[Misi Harian: Persiapan Tubuh Sang Penguasa Sungai]
Lari 10 KM di sepanjang Siring Martapura: (0/10 KM)
Push-up 100 kali: (0/100)
Menyelam di sungai tanpa alat bantu: 10 Menit
[Peringatan: Jika misi tidak selesai dalam 3 jam, Anda akan mendapatkan 'Hukuman Kelotok Bocor'.]
"Hukuman macam apa itu?!" seru Lev sambil melompat dari tempat tidurnya.
Ia segera berlari keluar. Banjarmasin sedang terik-teriknya. Di sepanjang jalan, ia berpapasan dengan warga yang sibuk berjualan soto Banjar dan es kelapa muda. Lev berlari dengan kecepatan yang membuat para pelari maraton profesional sekalipun akan minder.
"Oi, Lev! Kenapa buru-buru? Ada diskon nasi kuning?!" teriak seorang paman penjual pentol di pinggir jalan.
"Ada naga mengejarku, Paman!" jawab Lev asal, yang disambut tawa terbahak-bahak oleh warga sekitar. "Dasar anak muda, kebanyakan nonton anime!" gumam si Paman.
Pertemuan di Menara Pandang (Slice of Life & Comedy)
Setelah menyelesaikan misi harinya yang melelahkan (termasuk menyelam di sungai Martapura yang keruh hingga hampir menelan ikan seluang hidup-hidup), Lev duduk di bawah Menara Pandang Siring.
Tiba-tiba, sebuah bayangan tinggi menutupi wajahnya. Aroma parfum mahal—perpaduan antara bunga melati dan esensi mana murni—menusuk hidungnya.
"Rank E yang beruntung, atau Rank E yang pembohong?"
Lev mendongak. Di sana berdiri Anatasya. Ia mengenakan pakaian kasual, namun aura Rank S-nya tetap tidak bisa disembunyikan. Di sampingnya, Hermione tampak sibuk mencatat sesuatu di tablet digitalnya, wajahnya terlihat sangat bingung.
"Anatasya-sama? Sedang apa Hunter peringkat satu Indonesia di tempat kumuh seperti ini?" tanya Lev mencoba bersikap tenang.
"Aku mencari jawaban," ucap Anatasya dingin. "Harpun emas yang terlihat di rekaman CCTV Dungeon kemarin... itu bukan sihir biasa. Dan Hermione bilang, dia mencium bau kue Bingka di lokasi kematian Naga tersebut."
Hermione mengangguk cepat. "Secara termodinamika sihir, itu mustahil! Bagaimana mungkin partikel gula dan santan bisa membunuh Boss Rank A?"
Lev berkeringat dingin. Sialan, sistem ini benar-benar tidak elit dalam memilih bahan konversi senjata.
"Mungkin naganya punya diabetes?" celetuk Lev asal.
Anatasya mendekatkan wajahnya ke wajah Lev, hanya menyisakan jarak beberapa sentimeter. Mata birunya seolah menembus jiwa Lev. "Jangan bercanda denganku, Lev Ryley. Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu. Kekuatanmu... itu terus berkembang setiap detiknya, bukan?"
Momen Sedih: Luka di Balik Senyum
Pembicaraan mereka terhenti saat seorang gadis kecil berlari menghampiri Lev. Itu adalah Vania Larasati, adik angkat Lev (dalam versi ini Vania adalah Healer sekaligus adik yang merawatnya). Wajah Vania terlihat sembab.
"Kak Lev! Kamu ke mana saja? Aku dengar dari Kak Andriy kalau kamu hampir mati lagi!" Vania memukul lengan Lev dengan pelan, lalu tangisnya pecah.
Melihat Vania menangis, pertahanan Lev runtuh. Ia mengusap kepala Vania. "Maafkan Kakak, Vania. Kakak hanya ingin mencari uang untuk biaya sekolahmu. Kamu tahu kan, pendaftaran sekolah Hunter itu mahal..."
Anatasya dan Hermione terdiam. Mereka melihat sisi lain dari "Hunter misterius" ini. Di balik kekuatan yang baru bangkit, Lev hanyalah seorang kakak yang berjuang mati-matian di kota yang keras ini.
"Lev," panggil Anatasya dengan nada yang sedikit melunak. "Besok akan ada pembukaan Gate baru di kawasan hutan Meratus. Itu adalah Dungeon tipe eksplorasi. Jika kamu memang sehebat yang kupikirkan, datanglah. Aku akan menjamin keselamatan adikmu jika kamu mau bekerja sama."
Misi Rahasia Dimulai
Malam harinya, setelah Vania tertidur, Lev membuka jendela sistemnya. Ada notifikasi baru yang berkedip merah gelap.
[Misi Khusus: Jejak Sang Ayah)
Lokasi: Pegunungan Meratus.
Deskripsi: Temukan barang peninggalan Hunter Porter 'Ryley Senior' yang hilang 5 tahun lalu.
Hadiah: Kunci menuju 'Shadow Library' dan Rank Up otomatis ke Rank C.
Lev mengepalkan tangannya. Ayahnya tidak hanya mati karena sakit, ayahnya menghilang di Meratus saat menjalankan tugas porter untuk sebuah klan besar.
"Jadi, sistem ini tahu tentang Ayah..." bisik Lev.
Ia mengambil jaket hitamnya, menatap ke arah gelapnya aliran sungai Barito dari jendela kamarnya. Besok, perjalanan sesungguhnya di tanah Kalimantan dimulai.
Lanjut ke Bab 5?
