Pertempuran di Tahura Sultan Adam memanas. Area rekreasi yang tadinya damai kini menjadi medan perang antara keseimbangan alam dan ambisi jahat.
Profesor Rahmat dan Rimba, Harimau Sumatera Rank A-nya, berhadapan langsung dengan Stegosaurus purba Rank S yang dikendalikan secara paksa oleh artefak Genesis. Rimba yang lincah dengan Cakaran Api berulang kali menyerang lempengan punggung Stegosaurus, memanaskan area termoregulasi vital makhluk purba itu.
"Terus, Rimba! Panaskan dia!" perintah Profesor Rahmat, keringat membasahi dahinya.
Di sisi lain, trio Lev, Vania, dan Anatasya fokus melawan dua agen Genesis. Vania Larasati bertarung tangan kosong, didukung Oyen si kucing oren Rank E yang lincah. Lev Ryley mengendalikan Bekas si Bekantan Rank D dan Biawak Monitor Rank C. Anatasya berfungsi sebagai otak di belakang layar, menyalurkan data biologis melalui liontinnya.
"Agen Alpha (yang pendiam), fokus ke Anatasya! Dia otaknya!" perintah agen tinggi (Agen Beta).
Kobra milik Agen Alpha melesat ke arah Anatasya.
"Nggak semudah itu!" Lev menggeram. "Bekas! Lompatan Akrobatik!"
Bekas melompat gesit, menendang kobra itu tepat di bagian kepala. Kobra itu menjerit dan mundur kesakitan.
"Biawak Monitor! Gigitan Mematikan ke kaki Agen Alpha!" perintah Lev lagi.
Biawak itu meluncur cepat, membuka rahangnya, dan menggigit pergelangan kaki Agen Alpha. Agen itu menjerit kesakitan dan terjatuh. Kontrolnya terhadap kobra melemah.
Sementara itu, Vania dan Oyen berhadapan dengan Agen Beta dan Doberman-nya.
"Kalian meremehkan Rank E!" Vania menyeringai. "Oyen! Habisi dia!"
Oyen, dengan Skill: Cakaran Lincah yang diperkuat gelang Vania, bergerak seperti bayangan. Ia membuat Doberman itu kewalahan. Doberman yang kelelahan akhirnya terkena cakar telak di wajahnya. Agen Beta panik, kontrolnya goyah. Doberman menghilang kembali ke kartu, kelelahan parah.
"Kurang ajar!" Agen Beta mengeluarkan kartu Doberman lagi, tapi kartunya retak dan sinyalnya hilang. Doberman itu koit dari pertarungan.
"Sekarang giliranmu!" Vania maju ke arah Agen Beta.
Lev melihat Prof. Rahmat yang mulai kelelahan. Stegosaurus itu terlalu kuat. Punggungnya sudah panas, tapi lempengan tulangnya berfungsi sebagai perisai alami.
"Anatasya, ada kelemahan lain?" tanya Lev panik, sambil menahan kobra yang menyerang balik Bekas.
Anatasya memejamkan mata, liontinnya bersinar hijau terang. "Ekornya! Tulang ekornya yang berduri itu vital untuk keseimbangan dan serangan! Kalau itu rusak, dia nggak bisa bergerak efektif!"
Lev menyampaikan informasi itu ke Prof. Rahmat melalui komunikasi.
"Ekornya?! Ide bagus, Lev!" seru Profesor. "Rimba! Serang pangkal ekor! Cakaran Api maksimal!"
Rimba sang Harimau menggeram, auranya membesar. Ia melesat ke pangkal ekor Stegosaurus dan melancarkan serangan api yang dahsyat. BRAK!
Ekor berduri Stegosaurus retak dan terjatuh. Dinosaurus itu kehilangan keseimbangan, meraung kesakitan, dan terjatuh ke tanah dengan keras. Kartu ungu di tangan Agen Beta retak dan hancur. Aura jahat menghilang. Stegosaurus purba itu terbaring lemas, matanya kembali normal, hanya menampakkan kelelahan dan kebingungan.
"Berhasil!" seru Lev lega.
Agen Alpha dan Beta, melihat Rank S mereka kalah dan pasukan mereka hancur, panik. Agen Alpha yang kakinya digigit biawak tertatih-tatih berdiri.
"Kita mundur! Kita akan lapor ke Tuan Delta!" kata Agen Beta panik.
Mereka berdua menghilang ke dalam hutan, meninggalkan kekacauan di belakang mereka.
Profesor Rahmat mendekati Stegosaurus yang terkapar. "Makhluk malang. Diperbudak seperti ini." Ia mengeluarkan sebuah kartu emas kosong. "Lev, kamu punya kamera yang bisa menciptakan ikatan alami. Bisakah kamu menangkapnya?"
Lev ragu. "Rank S, Pak? Aku cuma Rank E pemula."
"Niatmu kuat, Lev. Ikatanmu tulus. Kamu bisa," Profesor Rahmat meyakinkannya.
Lev mendekati Stegosaurus raksasa itu. Ia memegang kameranya, memfokuskan niat murni di hatinya. Bukan untuk mengendalikan, tapi untuk melindungi dan menjadi mitra.
KLIK!
Cahaya keemasan menyelimuti area itu. Sebuah kartu emas dengan bingkai keunguan meluncur keluar. "Spesies: Stegosaurus Kalimantan (??). Rank: S (Legendaris). Status: Sinkronisasi Stabil: 50% (Sangat Lelah)."
Lev berhasil! Dia menangkap Rank S!
Trio itu saling berpelukan, merayakan kemenangan pertama mereka melawan Organisasi Genesis. Mereka berhasil menyelamatkan Tahura Sultan Adam, melindungi Stegosaurus purba, dan membuktikan bahwa ikatan sejati jauh lebih kuat dari paksaan Rank S.
Profesor Rahmat tersenyum bangga. "Selamat datang di dunia nyata para summoner, anak-anak. Pertempuran hari ini hanyalah awal dari perjalanan panjang kalian."
Di kejauhan, hutan kembali tenang, hanya menyisakan kerusakan fisik yang parah. Tapi semangat trio summoner Banjarmasin itu kini menyala lebih terang dari sebelumnya.
