The Last Dance - The Time to Go
Desember 05, 2020
Allah..is it the time? Is it my last time I will see my world? Please, not now, i’m not ready yet for leave this world because I still have many dream and something alse but if this time, I will leave world with peacefull. Thank Allah because I in your religion. It is gift big for me in this life. Thank you so much my god Allah SWT.
Betapa singkatnya kehidupan. Hingga pada sekarat pun aku masih bisa membayangkan waktu yang berjalan dengan cepat mengejarku untuk segera membawaku pergi dari kehidupan fana ini. Aku sudah tidak merasakan rasa sakit yang aku alami seminggu terakhir semenjak aku terbangun dari tidurku apakah ini bisa menjadi pertanda yang buruk, kata-kata orang saat kita sakit keras pada hari terakhir sebelum nyawamu di cabut maka kau tidak akan merasakan rasa sakit lagi pada hari terakhir, kita seolah-olah merasa membaik padahal itu adalah hari terakhir kita untuk hidup dan merasakan betapa nikmatnya sehat. Ketika Tuhan akan memerintah malaikat nya untuk segera membawa rohku pergi dari tubuh ini dan saat itulah kehidupan keduaku akan di mulai. Kehidupan yang kekal abadi untuk selamanya.
Sebelum aku benar-benar pergi dari kehidupan ini banyak hal-hal yang ingin aku ucapkan kepada semua orang-orang yang aku sayangi. Aku merasa benar-benar sedih dan kesepian padahal ayah dan ibu masih ada menemani hari-hari di waktu sekaratku. Ibu dan ayah tak pernah lelah menjagaku seminggu terakhir ini, dan ketika aku pernah terbangun pada waktu tengah malam aku pernah melihat ibu menangis di atas sejadah nya sambil memakai mukena, beliau menangis sedangkan aku tak kuasa mendengar jeritan ibuku. Aku ingin menangis tapi aku takut ibu akan mendengarku dan aku ketahuan bangun, pada saat itu aku hanya bisa membasahi pipiku dengan air mataku, menahan semua jeritan yang memilukan dan begitu menyedihkan untuk terakhir kali. Aku sungguh tak Ingin orang-orang bersedih karenaku.
Aku pernah membaca buku, seorang tokoh yang bernama Emily, seorang gadis muda yang berusia 20 tahun yang harus menderita penyakit kanker, karena dia tidak pernah memeriksa selama beberapa tahun terakhir padahal dia sering sakit dan juga ketika dia lelah seringkali pingsan. Dia tidak pernah mempunyai waktu untuk memeriksa keadaan terakhirnya. sehingga pada akhir itu ketika dia pingsan selama 3 hari lama nya dia di bawa ke dokter. Dokter pun mengatakan dia menderita kanker stadium akhir yang berarti dia tidak akan lama lagi untuk hidup kecuali ada keajaiban dari Tuhan. Dia merasa sangat putus asa waktu itu dan kekasihnya sangat bersedih atas semua ini, karena dia takut akan berpisah selamanya dengan Emily.
Betapa menyedihkan nya apa yang mereka rasakan, aku sungguh tahu rasanya terpisah dari seseorang yang kita cintai. Kau tidak akan bisa merasakannya sebelum mengalami hal tersebut.
Betapa menyakitkannya kehidupan setelah kepergian seseorang yang kita cintai tapi mau tak mau itu semua pasti akan terjadi juga denganku. Aku akan berpisah dengan Lev ℛyley karena penyakitku ini, tapi aku rela jika ini memang sudah takdir Tuhan lalu aku bisa apa karena aku lebih mencintai Tuhanku lebih dari apapun karena Tuhan adalah tempat kebahagian sesungguhnya, karena dia lah yang akan memberikan mana yang terbaik untukku.
Begitu juga aku, Lev ℛyley sayangku aku sebenarnya ingin mengatakan kepadamu semua yang aku keluhkan beberapa minggu terakhir ini tapi aku urungkan dan merahasiakan padamu dari penyakit ini karena aku takut akan mengganggu kehidupanmu disana. Jika aku memberitahukan semua ini aku takut kamu nekat akan pergi kesini mengunjungiku dan meninggalkan semua urusanmu disana.
Tapi perasaan tidak pernah bisa di bohongi, aku yang disini masih menunggu kehadiranmu. Seketika rindu-rindu itu semakin menumpuk dalam pikiranku dan akhirnya air mata itu tumpah dengan sendirinya. Aku bahkan sempat bermimpi segala tentangmu dan kamu memelukku dan mengatakan semua akan baik-baik saja lalu kau menghilang setelah mengatakan itu.
Tubuh yang selama ini sakit, hujan dan panas yang menempa. Semua hampir saja membuatku tidak berdaya. Rasa rindu itu semakin dalam dan aku semakin tenggelam. Tidak ada yang aku inginkan selain dapat bertemu kamu Lev ℛyley. Aku hanya ingin kamu sekarang, Tuhan pertemuan lagi aku dengan nya.
Kamu apa Kabar? Bagaimana keadaanmu sekarang? Untuk bertanya seperti itu saja aku tak mampu sekarang. Bagaimanapun semua tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan tapi percayalah Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita sayang. Bersabarlah meski kita terpisah dari dunia ini tapi aku yakin kita akan dapat berjumpa lagi di akhirat kelak tapi jika tidak mari kita saling mendoakan satu sama lain. Semoga apa yang diperjuangkan tidak akan pernah sia-sia.
Pagi ini aku merasa takut sekali karena tidak ada seorang pun yang menemaniku, ibu yang masih sibuk dengan urusan nya dan Ayah yang masih belum datang dari mesjid setelah shalat subuh. Aku tidak pernah merasa setakut ini seperti sebelumnya. Aku benar-benar takut mati sendirian, kesepian, sesak nafas dan malaikat itu datang kepadaku.
Aku lelah sungguh sangat lelah, aku butuh sandaran yang akan menguatkan aku untuk hidup, aku kehilangan langkah, karena semua yang dibayangkan sepertinya musnah tenggelam dalam bayang semu.
Saatnya berhenti ini sudah cukup aku tidak ingin menyesali apapun lagi yang terjadi dalam hidupku atau yang masih ingin aku capai. Itu semua sudah tak penting lagi dan tak berarti lagi aku sudah mencapai di titik terakhir kehidupanku, yang berarti aku harus pulang dimana tempat seharusnya aku berada di kehidupan yang kekal untuk selamanya dan pergi meninggalkan dunia ini. Sungguh aku tidak bisa mengorbankan apapun lagi, sudah banyak kesedihan dan cobaan dari Tuhan yang datang padaku dan aku mencoba menahan itu semua dengan ke ikhlasanku dan sabarku. Karena balasan itu semua adalah sebuah tempat yaitu surga, tempat bagi orang-orang yang sabar.
Selama aku hidup aku tak pernah menyayangi daripada diriku sendiri, ini pertama kalinya ada yang lebih berharga daripada diriku sendiri yaitu sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Sehingga ketika aku mati sendiripun ketika aku mengenang semua kenangan itu setidaknya aku masih bisa tersenyum. Jika aku masih hidup mungkin masih banyak lagi kenangan yang akan aku buat tapi itu semua sudah tak akan mungkin lagi karena waktuku di dunia ini tak akan lama lagi.
Selamat tinggal dunia,
Selamat tinggal kotaku dan beribu kenangannya,
Selamat tinggal untuk Ibu dan Ayah, semoga kalian akan baik-baik saja ketika aku tidak ada lagi disini,
Selamat tinggal untuk kamu sayang Lev ℛyley, sungguh beribu maafku untukmu karena merahasiakan ini semua padamu. Aku memang benar-benar takut mengatakan ini karena aku ingin kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan. Aku akan mendoakan kebahagianmu berikutnya jika hidup tanpa aku. Aku berharap kamu mendapat penggantiku sayang.
Selamat tinggal pada jarum jam yang berdetak begitu cepat di tengah malam dan membangunkanku.
Selamat tinggal untuk selamanya.
#Vania
