Je T’aime - Home
November 06, 2021.
Betapa dalam ikatan yang kita miliki, cukup dalam untuk mengubah hidupku. Vania, akhirnya aku datang lagi setelah beberapa tahun yang panjang. Sejujurnya aku berencana untuk mengakhiri semuanya disini, aku awalnya memutuskan untuk tidak pernah kembali lagi dari kota ini setelah apa yang terjadi pada hari itu. Aku hidup dalam sebuah penyesalan jadi aku benar-benar berpikir bahwa aku tidak ingin kembali tapi semakin lama aku pergi semua itu tidak berarti apa-apa dan tidak ada gunanya untuk melanjutkan hidup.
Ketahuilah aku bukan menolak untuk berkunjung ke makammu, cinta terbesarku dan satu-satunya. Kau pasti tahu sebabnya, aku ketakutan jika kembali kesini aku akan kembali mengingat semua kenangan kita, tapi percayalah ini kali pertamaku merasa begini dan aku jamin tak pernah ada lagi, aku berada disini lagi untuk mengenangmu Vania.
Aku akhirnya telah kembali dari perjalanan setelah mengembara setelah berbulan-bulan di luar negeri, aku sangat senang melihat kota tempat aku tinggal tapi aku juga sedih karena banyak kenangan yang menyedihkan tentang kota ini karena saat aku disini semua memori masa lalu itu seperti di reka ulang kembali dan itu membuat aku mengingatnya lagi.
Aku akhirnya ambil keputusan, kau tahu tiap kali keadaan memburuk, naluri selalu memintaku untuk pulang sebab disinilah aku merasa aman tapi aku sadar bahwa ide untuk pulang ke rumah ini tak ada lagi untukku sebab kau telah menjadi kenangan yang menyedihkan untukku disini. Padahal dulu kau adalah rumahku, setiap kali ada badai kaulah tempat berlindungku. Tanpamu, aku merasa tersesat.
Kau tahu sekeras apa pun aku berusaha aku tak percaya kau tak akan kembali.
Semua orang terus berkata dan meyakinkanku "Aku tahu Vania mau kau melanjutkan untuk hidup Lev, jadi lanjutkanlah hidupmu meski tanpanya. "
Dan aku tahu itu benar dan aku masih tak akan berhenti mencintaimu selamanya.
Orang harus melakukan sesuatu yang dicintainya bersama dengan orang yang dicintainya sebab kau tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, simpan terus kenanganmu dan akan aku simpan punyaku dengan begitu kita akan selalu bersama.
Aku tak akan pernah puas hanya dengan sebagian dirimu, aku ingin ikut bersamamu tapi aku masih tak bisa untuk ikut bersamamu karena jatah hidupku di dunia ini masih ada, Tuhan masih ingin aku berada disini dan memperbaiki hidupku yang sekarang ini.
Ketahuilah hati dan harapanku bersamamu.
Ingat saat aku membandingkanmu dengan bunga, aku berharap kau bersamaku saat ini, melihatmu memegang bunga di tanganmu, dan kau tersenyum betapa cantiknya dirimu. Kau membuat aku lupa bahwa aku pernah tidak bahagia untuk waktu yang lama dan kini kau hadir menyembuhkan rasa keruh yang ada dihatiku.
Masa lalu memabukkan dan itu bisa menenggelamkanku, menciptakan ilusi segalanya yang lebih baik, kau lebih bahagia atau pengalaman yang lebih kaya pada saat Itu, itu mungkin juga bisa melemahkanmu, membuatmu terjebak dalam kenangan pedih, patah hati dan kekecewaan, menahanmu dari mencoba kesempatan lain untuk meraih kebahagiaan. Pepatah mengatakan jika kita tak belajar dari kesalahan, itu akan terulang. Tapi apakah kita juga bisa belajar untuk melupakan masa lalu, belajar untuk terus maju, menjaga wawasan tapi tak membiarkannya mengambil alih kemampuan untuk mencoba dan merasakan.
Tolong maafkan gangguan singkat ini, tapi seperti yang aku yakin kau tahu hidup kita yang telah terpisah kini. Untungnya, setidaknya untuk pria yang rapuh ini sekali lagi terkait bertahun-tahun ini aku yang masih memikirkanmu dengan keteguhan yang kini ragu aku akui, aku benar-benar merindukanmu sayang Vania.
Aku ingin kau tahu bahwa aku tak berencana pergi terlalu lama, makin lama aku pergi semakin aku merasa tidak ingin kembali lagi ke kota kita. Aku yakin ini tak masuk akal bagimu, tetapi aku begitu muda dan aku harus tumbuh dewasa dengan sendiri dan mulai membiasakan untuk hidup tanpa kamu, aku tahu itu bukan alasan tapi beginilah ceritanya dengan apa yang aku rasakan sekarang.
Harga dari cinta adalah kehilangan
Kata orang kematian itu akhir tapi tidak bagi orang yang di tinggalkan, penderitaannya tak berkesudahan. Aku pikir jika bepergian jauh dari semua yang membuatku sedih akan membebaskanku. Akan tetapi aku membawa semua kesedihanku kemanapun aku melangkah.
Terkadang aku berpikir, aku melihatmu di atas langit. Engkau lebih indah dan lebih tenang, haruskah aku membandingkanmu dengan musim panas, terkadang panasnya matahari terlalu terik dan sering kali sinarnya redup bahkan semua keindahan akan memudar. Namun kamu sebaliknya entah karena kebetulan atau perubahan iklim keindahanmu takkan pudar atau hilang dari ingatan dan duniaku. Kematian juga tak akan membuat aku melupakanmu, satu dalam ingatan kecilku, kau akan selalu ada. Selama aku masih mampu bernafas, mata mampu melihat dan otak yang masih bekerja dengan baik, selama aku hidup aku akan selalu mengingatmu.
Aku tak mau kau berpikir bahwa aku tak bahagia, apa yang lebih dekat dengan kenyataan bahwa jika kau masih hidup sampai kita menikah, aku cuma berpikir aku tak akan bisa memimpikan hal itu lagi. Melupakan adalah salah satu hal yang terberat dalam hidupku, wajahmu menari dan menghantuiku, tawamu masih ada terngiang di dalam telingaku, wajah manismu masih ada di ingatanku. Aku masih temukan serpihan dari kehadiranmu disini bahkan setelah bertahun-tahun dan walaupun aku mungkin tampak merasakan setitik cinta, untuk sementara waktu aku berpikir memang aku tak bisa melupakanmu.
Setiap hubungan sangatlah menyedihkan karena kita tak bisa menduganya orang ini pasti terluka, ketakutan dan cemas. Tapi memang seperti itulah jika ingin mempunyai hubungan.
Cindy pernah berkata kepadaku " Kembalilah kepada kehidupanmu dan hiduplah dengan baik, sebagai gantinya jangan pernah jatuh cinta dengan siapapun karena kau tidak berhak mencintai karena perasaan cinta yang lama masih melekat dalam hatimu, perasaan yang sakit itu. Aku akan mendoakan kebahagianmu, semua perasaan indah itu bisakah kau melindunginya. "
Pekan lalu aku bertindak bodoh, aku membuat kesalahan yang sama lalu aku terjaga sampai larut malam. Aku seperti sebuah badai karena itulah gambaran kesedihanku. Hari ini aku ingin sebuah jawaban, aku berlari menatap langit dan menengadahakan tanganku kepada Tuhan, apa yang mesti aku lakukan untuk melalui semua kehidupan menyedihkan ini. Aku membawa sekelumit harapan dan waktu kepada mu oh Allah.
Di tengah badai, nyanyikan kepadaku dengan harapan baru di hidupku yang sekarang karena aku ingin kuat menjalani kehidupan ini. Aku yakin kau bisa melihatku Tuhan, aku ingin berhasil mencapai apa yang kau inginkan sebenarnya dari hidupku menjadi lebih baik daripada yang lalu. Ya Allah percayalah kepadaku, dulu aku sangat pandai menyia-nyiakan waktuku tetapi Tuhan terima kasih untuk setiap cobaan darimu.
Tapi untuk sekarang,
Aku bisa melihat jalan di depanku, jalan yang sama sekali berbeda, maafkan aku Vania. Aku tidak akan meninggalkanmu disini, aku akan melanjutkan dengan perasaan bahwa kau selalu di sisiku disini di dunia luar yang kau impikan. Aku akan menjalani hidup sepenuhnya cukup untuk kita berdua. Kumohon Vania perhatikan aku. Kau akan selalu hidup dalam pikiran terakhirku sebelum aku mati.
Sebelum mataku di padamkan aku juga ingin melihat sesuatu yang indah.
Aku terus muncul ke tempat yang pernah aku datangi, untuk sekarang aku tidak tahu cara mencapai tujuanku tetapi aku tahu bahwa aku terjebak tak bisa banyak bergerak hanya disini saja. Aku tak tahu apa-apa, jadi aku belum tahu akan menjadi apa tetapi bersedialah. Vania perhatikan aku, aku dalam perjalanan dan jika ini perjalanan menuju kejatuhan, maka saat jatuh, harus kuakui aku masih tak tahu apa-apa. Do'akan semua yang terbaik untuk kehidupan kita, semoga Allah merestui apa yang telah kita lakukan, setiap jalan yang kita ambil.
