(Lev duduk di sebuah bangku taman, di antara patung-patung di Piccadilly Gardens. Ia memandang ponselnya, melihat pesan dari Anatasya dan foto-foto lama mereka. Lalu ia melihat foto Vania di ponselnya. Ia merasa terjebak.)
(Narasi) Pikiran Lev terombang-ambing antara masa lalu dan masa depan. Suara Anatasya masih terngiang di telinganya, kata-katanya penuh dengan misteri dan ancaman. Di sisi lain, wajah Vania yang penuh senyum dan keceriaan membuatnya merasa bersalah.
(Dialog)
Lev: (Pada dirinya sendiri, gumam pelan) Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa melukai Vania. Tapi aku juga tidak bisa mengabaikan Anatasya.
(Sebuah pesan masuk. Dari Anatasya.)
Pesan dari Anatasya: Aku tahu kau sedang berpikir. Tapi kau tidak punya banyak waktu. Temui aku. Kalau tidak, Vania akan dalam bahaya.
Lev: (Wajahnya pucat, ia merasa putus asa. Ia tahu ia harus membuat pilihan, tetapi ia tidak tahu apa yang harus ia pilih.)
