Bab 3: Pertemuan Pertama
(Lev duduk di tangga, gitar di pangkuannya. Hujan sudah reda, tapi suasana masih lembap. Vania mendekat, membawa dua cangkir cokelat panas.)
Vania: (Menyodorkan salah satu cangkir) Hangat. Untuk menghangatkan hari yang basah.
Lev: (Terkejut) Oh... Terima kasih.
Vania: Musikmu bagus. Sedikit melankolis, tapi indah.
Lev: (Malu-malu) Aku... aku hanya bermain. Bukan sesuatu yang istimewa.
Vania: (Tersenyum) Jangan meremehkan diri sendiri. Musik punya kekuatan. Sama seperti lukisan. Apa yang kau mainkan tadi... rasanya seperti melihat hujan yang membeku.
Lev: (Memandang cangkir di tangannya) Kau seorang pelukis?
Vania: Ya. Studio kecilku di Northern Quarter. Seringkali aku melukis orang-orang sepertimu... yang punya cerita di matanya.
Lev: (Mengalihkan pandangan) Aku tidak punya cerita yang menarik.
Vania: (Terkekeh) Semua orang punya cerita. Terkadang, kita hanya butuh seseorang untuk membantunya keluar.
