Selamat datang di Aethelgard, dunia di mana dungeon misterius muncul dan membawa petaka sekaligus berkah. Di sinilah kisah Lev Ryley, pemuda biasa yang mendadak mendapatkan kemampuan unik Summon Monster Unik, dimulai. Bersama Vania Larasati, sang pemanah lincah yang cerewet, dan Anastasya, penyihir pendiam namun mematikan, mereka membentuk tim petualang "Tiga Sekawan".
Novel fantasi RPG 35 bab ini akan membawa Anda dalam petualangan seru mereka menembus labirin bawah tanah, melawan monster aneh, meningkatkan level, dan tentu saja, menghadapi kekonyolan sehari-hari. Dengan slice of life yang kental dan bumbu komedi segar, ikuti perjuangan mereka untuk menjadi petualang top sambil menjaga kewarasan!
Bab 1: Dunia Baru Aethelgard & Panggilan Aneh
Di dunia Aethelgard, dungeon adalah bagian dari realitas sehari-hari. Mereka muncul tanpa peringatan, menembus tanah, dan menjadi sumber bencana sekaligus kekayaan. Bagi kebanyakan orang, ini adalah panggilan untuk menjadi petualang; bagi Lev Ryley, itu hanyalah sumber sakit kepala tambahan. Lev Ryley, 20 tahun, pemuda biasa dengan rambut cokelat berantakan dan senyum santai, hanya ingin hidup tenang, menjalankan toko kelontong warisan orang tuanya di pinggiran Kota Aethel.
Pagi itu, Lev terbangun bukan karena alarm ayam jantan tetangga, tapi karena suara dentuman keras dari gudang belakang.
“Astaga, Pak Broto pasti menjatuhkan peti lagi,” gerutu Lev sambil mengucek matanya. Ia mengenakan sandal jepit tuanya dan berjalan gontai ke arah gudang.
Namun, di gudang, tidak ada Pak Broto, tetangga tua yang ceroboh. Di tengah ruangan, sebuah lingkaran sihir berwarna biru muda berpendar di lantai batu, memancarkan aura aneh yang belum pernah dilihat Lev sebelumnya. Tepat di tengah lingkaran itu, sebuah buku kuno dengan sampul kulit tebal tergeletak, seolah baru saja jatuh dari langit.
Lev, yang rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya, mendekati buku itu. Saat ujung jarinya menyentuh sampulnya, buku itu terbuka dengan sendirinya, halaman-halamannya berbalik cepat, dan cahaya menyilaukan meledak dari dalamnya.
“Summoner System: Activated,” sebuah suara mekanis terdengar langsung di benak Lev. “Welcome to Aethelgard System. Role: Unique Summoner.”
Lev tersentak mundur, terhuyung, dan menabrak rak berisi acar mentimun. Toples-toples kaca jatuh berserakan.
"Apa-apaan itu? Halusinasi karena belum ngopi?" gumam Lev.
Suara itu mengabaikannya. “Tutorial: First Summon Initiated. Please focus on the summon target.”
"Target apanya? Tempat acar yang tumpah?" Lev menunjuk tumpahan acar di lantai dengan bingung.
“Target Confirmed. Summoning ‘Sippy’...”
Lingkaran sihir di lantai menyala lebih terang. Asap hijau neon mulai mengepul, dan dari dalam asap, muncullah makhluk kecil, basah, dan berwarna pelangi. Makhluk itu memiliki cangkang siput berwarna-warni yang berkilau, mata besar yang imut, dan tubuh berlendir yang meneteskan cairan hijau kental. Sippy, si Siput Pelangi Multiguna, menatap Lev dengan mata bulatnya dan mengeluarkan suara 'kyuu~'.
Lev menatap siput aneh itu. Siput itu menatap acar yang tumpah.
“Kau… kau bukan naga? Bukan golem raksasa? Hanya… siput?” Lev menatap kecewa.
Sippy seolah tersinggung, sedikit menyenggolkan tubuhnya dan mulai melahap cairan acar yang tumpah dengan kecepatan luar biasa. Dalam hitungan detik, lantai gudang bersih mengkilap. Sippy bersendawa puas, lalu mengeluarkan cairan bening dari tubuhnya, membuat area bekas tumpahan acar menjadi harum seperti lemon.
“Sippy, the Multipurpose Rainbow Slug. Skill: Acid Cleanse, Scented Slime.” Suara sistem menjelaskan dengan datar.
Lev menganga. "Oke, mungkin dia bukan naga, tapi dia pembersih yang hebat."
Saat itulah, pintu depan toko berderit terbuka, dan masuklah seorang gadis dengan rambut cokelat sebahu, mengenakan breastplate kulit ringan, dan membawa busur besar di punggungnya. Matanya yang tajam langsung menangkap kekacauan di gudang dan makhluk aneh di tengahnya.
“Lev! Kudengar ada suara ledakan! Astaga, kau punya monster di gudangmu!” seru Vania Larasati, si pemanah lincah yang cerewet, menunjuk Sippy dengan panik. Vania adalah teman masa kecil Lev yang selalu bersemangat menjadi petualang.
Sippy, yang terkejut oleh teriakan Vania, langsung bersembunyi di balik kaki Lev.
"Tenang, Vania. Ini bukan monster. Ini... Sippy. Summon baruku," kata Lev canggung.
Vania mendekat dengan hati-hati, memicingkan mata ke arah Sippy. “Sippy? Siput? Kau men-summon siput, Lev? Dari semua monster keren di dunia, kau dapat siput?” tawanya meledak, memenuhi toko kelontong dengan suara berisik.
Lev hanya bisa mendengus. Hidup tenangnya sepertinya baru saja berakhir. Petualangan dungeon fantasi sungguhan telah dimulai, dan pahlawannya hanyalah seorang pemuda canggung, siput pembersih, dan pemanah berisik.
