Tawa Vania menggema di seluruh gudang, membuat Sippy semakin menyusut di balik betis Lev. Lev, yang merasa harga dirinya—yang memang tidak seberapa—terluka, mencoba membela diri.
“Hei, jangan remehkan Sippy! Dia baru saja membersihkan tumpahan acar sampai kinclong!” seru Lev, menunjuk lantai yang sekarang mengkilap dan berbau lemon segar.
Vania berhenti tertawa, mendekat, dan mengendus lantai dengan curiga. “Hmm. Bisa juga buat pel lantai. Lumayan efisien untuk monster siput.” Dia kemudian menatap Lev dengan mata penuh rasa ingin tahu. “Tapi serius, Lev? Sistem Summon? Setahu aku, summoner itu langka banget! Dan biasanya mereka men-summon Ifrit, Golem batu, atau setidaknya Goblin tempur!”
“Ya, aku juga maunya begitu. Tapi sistemnya yang milih,” jawab Lev sambil mengangkat bahu. Dia memungut buku kuno yang masih tergeletak di lantai. Judulnya polos, hanya bertuliskan "Grimoire Pemula".
Suara sistem kembali terdengar di benak Lev: “User Ryley has acquired Grimoire of the Beginner. Please register at the Adventurer's Guild to access full system features and start your RPG Fantasy journey.”
"Guild Petualang?" ulang Lev keras-keras.
“Tentu saja! Itu tempat kita para petualang mendaftar, ambil misi, dan naik level!” Vania menjadi bersemangat. "Ini artinya kau harus jadi petualang, Lev! Lupakan toko kelontongmu yang sepi itu!"
Lev ragu. “Aku… aku nggak yakin. Aku cuma ingin hidup tenang.”
“Hidup tenang itu membosankan! Ini Aethelgard, bung! Ada dungeon, ada monster, ada harta karun! Dan kau punya kemampuan summon unik! Kita bisa jadi tim terhebat!” Vania memegang kedua bahu Lev dengan semangat yang menular.
Lev menatap Sippy, yang kini mulai mengendus-endus rak lain, meninggalkan jejak lendir harum. Mungkin Vania benar. Mungkin ini saatnya mengubah nasib. Lagipula, sistemnya bilang dia harus mendaftar di guild.
“Oke, oke. Kita ke Guild Petualang,” putus Lev.
Vania bersorak gembira. “Bagus! Sippy, ikut!”
Mereka meninggalkan toko kelontong, mengunci pintu depan, dan berjalan menuju pusat kota di mana Guild Petualang berada. Kota Aethel adalah kota yang hidup, dengan arsitektur batu kuno yang bercampur dengan tenda-tenda pasar modern. Orang-orang berlalu-lalang, beberapa mengenakan zirah lengkap, yang lain dengan pakaian sehari-hari.
Sippy, yang 'di-summon' di dunia nyata dan tidak bisa menghilang seenaknya, mengikuti di belakang mereka dengan kecepatan siput yang mengagumkan, meninggalkan jejak lendir pelangi tipis di jalanan batu. Beberapa warga menatap aneh, ada yang tertawa, ada yang berbisik, “Wah, monster peliharaan jenis baru, ya?”
"Jalan lebih cepat, Sippy!" desak Vania.
“Dia siput, Vania, bukan kuda pacu,” balas Lev.
Sesampainya di Guild Petualang, bangunan itu tampak seperti benteng mini. Pintu kayu ek besar terbuka, memperlihatkan interior yang ramai. Ada papan misi besar di dinding, meja konter panjang diisi oleh resepsionis yang sibuk, dan beberapa petualang sangar sedang minum bir di meja bundar.
Mereka berjalan ke konter kosong. Seorang wanita muda dengan rambut terikat rapi dan kacamata bulat, bernama Sarah, tersenyum ramah.
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan-tuan? Mendaftar petualang baru?” tanyanya.
“Ya! Dia mau mendaftar!” Vania mendorong Lev ke depan.
Sarah memandang Lev, lalu matanya jatuh pada Sippy yang baru saja merayap naik ke kaki meja konter. “Astaga, siput yang lucu. Peliharaanmu?”
“Summon pertamanya,” jawab Vania bangga.
Alis Sarah terangkat kaget. “Summoner? Jarang sekali! Baiklah, Tuan Ryley, tolong isi formulir ini.”
Lev mengisi formulir pendaftaran. Setelah selesai, Sarah menyerahkan sebuah kristal kecil. "Tempelkan tanganmu di kristal ini, ini akan mengkalibrasi status dasar dan peranmu dalam sistem guild."
Lev melakukan apa yang diperintahkan. Kristal itu bersinar hijau terang. Data muncul di layar di belakang Sarah:
Nama: Lev Ryley
Level: 1
Kelas: Unique Summoner (Belum Tervalidasi)
Status: HP: 80/80 | MP: 120/120 | STR: 5 | AGI: 6 | INT: 10 | DEF: 4
Skill Unik: Summon (Level 1)
Monster Ter-Summon: Sippy (Lv 1, Rainbow Slug)
“Unique Summoner ya… sistem peran yang aneh,” gumam Sarah. “Tapi MP-mu tinggi sekali! Oke, selamat datang di Guild Petualang, Tuan Ryley. Ini kartu identitas petualangmu.”
Lev menerima kartu logam itu. Dia resmi menjadi petualang.
"Sekarang, misi pertama!" Vania mengambil selebaran dari papan misi. “Misi Peringkat F: Membasmi Goblin di Selokan Kota.”
“Dungeon pertama kita bukan dungeon yang keren, tapi selokan kota?” Lev menghela napas.
“Hei, semua dimulai dari nol! Ayo, kita harus latih Sippy dan dirimu sendiri!” Vania melambaikan busurnya dengan antusias.
Saat mereka keluar dari guild, Lev menatap Sippy. Si kecil itu bersendawa lendir beraroma lemon lagi. Mungkin petualangan ini tidak seburuk yang dia bayangkan. Setidaknya, dia punya asisten kebersihan yang lucu.
