Setelah insiden kebakaran palsu yang disengaja oleh Andriy — yang menyebabkan dia harus membayar denda lumayan besar — seisi apartemen jatuh dalam mode panik. Bukan panik karena kebakaran, melainkan karena ancaman surat penggusuran yang menempel di pintu mereka, dihiasi cap jempol tinta merah yang samar-samar mirip saus tomat. Ini bukan saat nya hidup santai, ini adalah neraka keuangan di Manchester.
"Kita harus menemukan uang. Cepat!" teriak Cindy, mondar-mandir di ruang tamu yang penuh asap. "Aku punya ide. Aku akan membuat webseries tentang kehidupan kita, sebut saja, 'The Piccadilly Life'. Pasti ada yang tertarik!" Ide webseries memang terkesan menarik.
Harry, yang sedang membersihkan kamera yang hangus, menatapnya dengan skeptis. "Cindy, kamera kita rusak. Dan 'The Piccadilly Life'? Itu terdengar seperti dokumenter tentang serangga."
Andriy yang putus asa memotong. "Aku punya ide lebih bagus! Aku akan membuka restoran pop-up di dapur kita. Aku akan membuat 'Sup Koki Terbakar'. Rasanya akan otentik, seperti rasa asap yang pahit."
Bella yang biasanya melankolis, sekarang malah lebih terinspirasi. "Aku akan menulis lagu berjudul 'Aku Benci Asap', dan mungkin ada yang mau membayarku untuk tidak menyanyikannya."
"Tidak ada yang akan membayar untuk itu!" kata Hermione, yang terlihat stres karena suara berisik dari ruangan itu menghalangi dia untuk merekam podcast-nya. "Kita harus mencari cara yang serius dan menghasilkan uang, bukan ide konyol!"
Namun, dari semua ide-ide konyol itu, ide Cindy tentang webseries mulai memicu sesuatu. Harry, yang matanya terpaku padanya, tiba-tiba mendapatkan inspirasi sinematik.
"Aku bisa memperbaikinya!" kata Harry, sambil mengangkat kamera yang hangus. "Ini hanya perlu sedikit... keajaiban, dan banyak lakban. Ayo kita rekam ini, Cindy. Kisah tentang 'sekelompok seniman yang berjuang di kota besar'. Ini akan jadi Manchester romantic comedy yang brilian!"
Bella dan Lev setuju, meskipun Lev lebih tertarik pada ide untuk membuat adegan aksi yang dramatis dengan panci dan wajan. Hermione, meskipun masih ragu, akhirnya mengalah dan memutuskan untuk menjadikan webseries itu sebagai segmen spesial dalam podcast-nya.
Adegan Kencan dan Kekacauan:
Untuk adegan pertama webseries mereka, Cindy mengusulkan sebuah 'kencan pura-pura' antara dia dan Harry di sebuah kafe di Northern Quarter. Tujuannya adalah untuk menciptakan ketegangan romantis yang mendalam. Sayangnya, kencan mereka tidak berjalan sesuai rencana.
Harry, yang biasanya canggung di sekitar Cindy, terlihat lebih gugup dari biasanya. Dia terus-menerus menggeser posisinya di kursinya, hampir menumpahkan cangkir kopi panasnya.
"Jadi... kau suka akting?" tanya Harry, mencoba untuk tidak menatap matanya terlalu lama.
"Ya, tentu," jawab Cindy, dengan ekspresi yang begitu serius. "Aku harus menemukan karakterku. Aku ingin menjadi aktris yang membawakan peran yang bermakna, bukan hanya pemeran figuran di drama sabun."
Andriy, yang diam-diam memata-matai mereka dari balik jendela kafe, mengangkat spanduk berukuran besar bertuliskan "Andriy, Koki Terhebat di Manchester!", yang segera saja membuat semua orang di kafe menoleh.
Harry tersipu malu, menutupi wajahnya dengan tangan. Cindy hanya menghela napas, "Andriy! Apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya mempromosikan diriku!" teriak Andriy dari luar. "Dan... kurasa itu tidak berhasil."
Bella, yang sedang duduk di sebelah Andriy, mengangguk setuju. "Ide bagus sih, tapi eksekusinya kurang baik."
Kembali di dalam kafe, Harry dan Cindy tidak bisa menahan tawa. Kekacauan yang dibuat oleh Andriy malah membuat suasana yang tegang menjadi lebih ringan. Harry, dengan mata berbinar, memandang Cindy. "Kurasa, aktingmu sudah cukup brilian tanpa harus mencari karakter yang mendalam," ujarnya, tulus.
Cindy tersipu. "Kau pikir begitu?"
"Tentu," jawab Harry. "Kau sangat jujur, dan itu yang membuatku tertarik."
Di sisi lain kafe, Lev dan Hermione sedang berdebat tentang adegan webseries berikutnya. Lev ingin menambahkan efek khusus dengan kembang api, tetapi Hermione menolak ide itu.
"Tidak, Lev. Kita tidak punya uang untuk itu!" protes Hermione, tangannya memijit kepalanya.
"Kita bisa membuat sendiri!" kata Lev, dengan keyakinan yang tidak masuk akal.
Malam Harinya, di Apartemen
Setelah kencan 'pura-pura' yang berakhir dengan kekacauan, semua orang kembali ke apartemen. Harry dan Cindy saling berpandangan, senyum kecil terukir di wajah mereka.
"Jadi, webseries kita akan berjudul apa?" tanya Cindy.
"Bagaimana dengan... Kekacauan di Piccadilly?" usul Harry.
"Aku suka itu," kata Cindy, wajahnya berseri-seri. "Dan aku juga... suka kencan pura-pura kita."
Harry tidak bisa menahan senyum. "Aku juga," jawabnya, suaranya dipenuhi dengan perasaan yang mendalam.
Dari sana, mereka memulai perjalanan yang penuh dengan kekacauan, komedi, dan cinta yang tulus. Mereka mungkin bukan aktor atau sutradara sukses, tapi mereka memiliki satu sama lain, dan itu sudah cukup. Meskipun mereka memiliki banyak halangan, mulai dari tagihan yang menumpuk hingga ambisi yang tidak realistis, mereka menemukan cara untuk melewati semua itu.
Kisah mereka adalah kisah tentang orang-orang yang berjuang di kota besar seperti Manchester, mencari cinta dan impian mereka di tengah semua kekonyolan. Dan terkadang, cara terbaik untuk menemukan cinta dan impian adalah dengan bersenang-senang dan membuat kekacauan. Novel ini adalah sebuah kisah komedi novel Piccadilly yang akan membuat pembaca tertawa, menangis, dan jatuh cinta dengan karakter-karakternya.
