“Membasmi Goblin di Selokan Kota Aethelgard. Peringkat F. Hadiah: 200 Koin Tembaga per kepala Goblin,” Vania membacakan isi selebaran misi dengan nada kecewa. “Aku pikir misi pertama kita setidaknya membersihkan sarang Slime raksasa di pinggir hutan.”
Lev, yang masih mematung dengan kartu petualang barunya, hanya bisa menghela napas. "Selokan terdengar lebih aman daripada sarang Slime raksasa, Vania."
Vania Larasati adalah definisi dari energi yang meledak-ledak. Dengan surai rambut cokelat sebahunya yang selalu tampak sedikit berantakan karena gerak aktif, mata hazel yang tajam, dan breastplate kulit yang dipakainya dengan bangga, dia selalu siap untuk aksi. Dia lincah, cerewet, dan memiliki bakat alami untuk menemukan masalah—atau setidaknya, antusias berlebihan terhadapnya. Sejak kecil, dia bermimpi menjadi petualang top, terinspirasi kisah-kisah heroik kakeknya yang dulu seorang ksatria.
“Aman itu membosankan, Lev! Kita butuh pengalaman tempur sungguhan! Bagaimana kita bisa naik level kalau cuma berurusan sama selokan?” Vania menghentakkan kakinya.
Sippy, si siput pelangi multiguna, yang sekarang sudah tenang di bahu Lev, mengeluarkan suara 'kyuu~', seolah ikut setuju dengan Vania.
“Bahkan Sippy setuju kalau kamu berisik,” canda Lev.
“Diam kau, siput peliharaan!” Vania melirik Sippy tajam, membuat Sippy langsung bersembunyi di balik telinga Lev.
Mereka mulai berjalan keluar dari area guild, menuju toko peralatan petualang terdekat untuk persiapan. Misi pertama di selokan membutuhkan obor, mungkin beberapa ramuan penyembuh murah, dan yang terpenting, strategi.
"Oke, jadi rencananya apa, Pemanah Lincah?" tanya Lev, sengaja menggunakan julukan Vania yang paling disukainya.
Vania tersenyum bangga. "Pertama, kita harus tahu kekuatan kita. Aku level 3, Archer. Lumayan lincah, bidikan jitu. Tapi pertahananku lemah. Kamu, Summoner level 1 yang bisa men-summon siput pembersih. Intinya, kamu support dan aku damage dealer utama."
“Sippy bisa jadi tameng hidup?” usul Lev ragu.
Vania tertawa. “Tameng hidup? Goblin bisa ngunyah Sippy dalam sekali teguk, Lev! Kita butuh sesuatu yang lebih kuat. Sippy bisa kita manfaatkan buat menerangi jalan atau mungkin membersihkan area kalau kotor banget.”
Mereka tiba di toko peralatan bernama "Gerobak Gandalf". Toko kecil yang padat dengan berbagai macam barang, dari pedang tumpul sampai ramuan aneh berlabel 'Potensi Mengubah Warna Kulit'.
“Kita butuh obor, ramuan kesehatan dasar, dan mungkin jaring,” Vania mendiktekan daftar belanja.
Saat mereka sibuk memilih obor, Vania yang cerewet tidak berhenti berbicara tentang teori petualangan, tipe-tipe monster yang mungkin mereka temui, dan betapa kerennya jika mereka bisa menemukan harta karun tersembunyi di selokan.
“Bayangkan, Lev! Di dalam selokan itu mungkin ada reruntuhan kuno dari peradaban yang hilang! Dengan artefak magis yang bisa mengubah nasib kita! Dan kita akan menjadi pahlawan yang menemukannya!” imajinasi Vania sudah melayang jauh.
“Vania, kita cuma mau basmi goblin, bukan menemukan Atlantis yang hilang,” Lev mengingatkannya.
Setelah membayar barang belanjaan dengan uang seadanya, mereka menuju pintu masuk selokan di ujung jalan yang sepi. Bau amis dan lembap mulai tercium.
“Oke, ini dia. Aroma petualangan!” Vania tampak antusias, tapi Lev melihat hidungnya sedikit berkerut.
“Aroma selokan lebih tepatnya,” balas Lev.
Mereka menyalakan obor. Cahaya kuning hangat menerangi kegelapan tangga batu yang menurun ke bawah tanah. Suara air mengalir dan decitan kecil terdengar dari kegelapan.
“Summoner System: Dungeon ‘City Sewers’ Discovered. Warning: Goblin activity detected. Proceed with caution.” Suara sistem kembali terdengar di benak Lev.
“Baiklah, misi dimulai. Ingat, aku di depan, Lev, kamu di belakang. Jaga jarak, dan kalau ada goblin, aku yang serang duluan. Sippy, kamu di bahu Lev, kasih penerangan tambahan!” Vania memberikan perintah seperti jenderal perang.
Sippy mengeluarkan 'kyuu~'. Lev menghela napas.
Saat Vania dengan gagah berani melangkah masuk ke dalam kegelapan selokan yang bau, Lev mengikutinya dengan hati-hati. Ini mungkin bukan naga atau kastil megah, tapi bagi mereka, ini adalah langkah pertama menuju kehidupan yang jauh dari kata membosankan. Petualangan RPG mereka telah benar-benar dimulai.
