Malam di pegunungan Neander terasa lebih panjang dan dingin. Kael, Lyra, dan Brokk duduk mengelilingi api unggun kecil yang disembunyikan di dalam sebuah gua dangkal. Kael merasa jantungnya berdebar kencang, memikirkan betapa jauhnya ia sudah melangkah. Lyra sibuk memeriksa peta kuno milik Brokk, sementara Brokk duduk dengan tenang, sesekali melemparkan sepotong kayu ke api.
"Peta ini tidak biasa," kata Lyra, sambil mengamati simbol-simbol yang terukir di kulit kayu. "Ini bukan hanya peta. Ini juga sebuah kode."
"Kode?" tanya Kael.
"Ya," jawab Lyra. "Ada petunjuk tersembunyi yang hanya bisa dibaca dengan sihir. Aku tidak bisa membacanya sendiri. Ini sihir yang sangat kuno, jauh sebelum sihir yang kita gunakan sekarang."
Brokk mengangguk. "Leluhurku adalah prajurit sekaligus ahli sihir. Mereka menggunakan sihir primitif untuk berkomunikasi dengan alam. Mungkin kode itu berbicara tentang kekuatan alam."
Kael, dengan kemampuannya merasakan gema, mendekat. "Biarkan aku coba," katanya.
Ia menyentuh peta itu, dan gema dari kartu Elara beresonansi dengan peta itu. Tiba-tiba, simbol-simbol di peta itu mulai bersinar dengan cahaya hijau yang lembut. Kael merasakan gema dari sihir kuno, gema yang terasa seperti detak jantung bumi. Ia menutup matanya, dan ia melihat sebuah gambaran mental: sebuah lembah tersembunyi, yang dilindungi oleh empat pilar. Setiap pilar memiliki lambang fraksi.
"Aku bisa melihatnya," bisik Kael. "Ada sebuah lembah, tersembunyi. Dan ada empat pilar. Satu untuk setiap fraksi."
"Itu adalah lokasi pertemuan rahasia leluhur kami," kata Brokk. "Itu juga adalah lokasi Heart of the Sanctuary disembunyikan."
"Itu hanya teori," kata Lyra. "Bagaimana kita bisa yakin?"
"Karena gema," jawab Kael. "Gema dari kartu Elara beresonansi dengan lokasi itu. Ini pasti tempatnya."
Brokk mengambil peta itu kembali dari Kael. "Peta ini tidak memberikan petunjuk tentang cara membuka pintu masuknya," katanya. "Itu hanya menunjukkan lokasinya."
"Aku tahu," kata Lyra. "Tapi aku bisa merasakan sihir Mortii di dekatnya. Mereka juga mencarinya."
"Itu berarti kita harus lebih cepat," kata Kael. "Jika mereka sampai di sana lebih dulu, maka tamatlah kita."
Brokk bangkit berdiri. "Kita akan menghadapi mereka. Jangan khawatir."
Lyra menatap Brokk, dan ia melihat sesuatu yang berbeda di matanya. Bukan lagi kebencian, tetapi tekad. "Aku tidak pernah berpikir aku akan mengatakan ini," kata Lyra. "Tapi aku senang kau bersama kami."
Brokk tersenyum, senyum yang tidak pernah Kael lihat sebelumnya. "Aku juga. Kalian berdua membuat perjalanan ini lebih menarik daripada hanya memukul-mukul batu."
Mereka tahu bahwa perjalanan mereka tidak akan mudah. Mereka harus menghadapi ancaman dari alam liar, dan juga ancaman dari fraksi mereka sendiri. Tetapi dengan peta kuno dan gema kartu Elara, mereka memiliki harapan. Harapan yang bisa menyatukan tiga fraksi yang saling bermusuhan, dan mengakhiri perang yang sudah berlangsung terlalu lama. Mereka berjanji untuk bergerak maju, bersama, untuk sebuah tujuan yang lebih besar dari diri mereka sendiri.
Dapatkan novel fantasi Deck Heroes Legacy dan ikuti petualangan epik Kael dan kawan-kawan setiap minggunya! Jangan lewatkan kisah seru, konflik mendalam, dan intrik antar fraksi yang akan membawa Anda ke dunia yang penuh sihir dan bahaya. [Link Pre-Order / Baca Sekarang].
