Di dalam Kawah Emas, udara terasa hangat, sebuah anomali di tengah lanskap es Siberia. Di tengah kawah, ada sebuah kolam emas cair yang memancarkan energi. Kristal arktik di tangan Vania bersinar terang, beresonansi dengan kolam itu.
"Ini adalah jantungnya," gumam Vania. "Ini adalah sumber energi sistem leveling ini."
Namun, di tengah kolam itu, mereka melihat sesosok figur. Itu adalah seorang manusia, seorang pria tua dengan jubah yang usang. Pria itu memandang mereka dengan tatapan yang lelah.
"Selamat datang, petualang," kata pria itu dengan suara yang serak. "Aku adalah Penjaga Jantung. Namaku Arion."
"Apa ini?" tanya Lev, mengarahkan pedangnya ke Arion. "Kenapa semua ini ada?"
"Ini adalah upaya terakhir kami," jawab Arion. "Dunia ini... sedang sekarat. Kami menciptakan 'Sistem' ini untuk mengumpulkan energi dari pertempuran. Energi itu digunakan untuk memberi makan jantung ini, untuk menjaga dunia ini tetap hidup."
Vania menyadari bahwa kristal yang mereka temukan adalah fragmen dari jantung itu. Kristal itu adalah sisa-sisa dari sebuah pertempuran yang gagal di masa lalu. "Lalu, kenapa kau membiarkan kami bertarung satu sama lain?"
"Ini adalah ujian," jawab Arion. "Untuk menemukan pahlawan yang cukup kuat. Untuk memurnikan kristal itu dan memberikannya kembali ke jantung. Jika kalian berhasil, kalian bisa menyelamatkan dunia ini. Tetapi ada harga yang harus kalian bayar."
"Apa harganya?" tanya Cindy, dengan perisai di tangan.
"Hanya salah satu dari kalian yang bisa memurnikan kristal dan memberikan kembali ke jantung. Dan itu akan mengorbankan nyawa orang itu," Arion menjelaskan.
Kelima sahabat itu saling memandang, terkejut. Mereka telah berjuang bersama, dan sekarang mereka dihadapkan pada pilihan yang mustahil. Lev, Andriy, Cindy, Vania, dan Anatasya, yang dipersatukan oleh takdir yang sama, kini harus membuat pilihan yang akan memisahkan mereka selamanya.
"Tidak," kata Lev dengan tegas. "Tidak ada yang akan mati."
"Kalau begitu, dunia ini akan mati," kata Arion. "Ini satu-satunya cara. Salah satu kalian harus menjadi pahlawan yang sejati, pahlawan yang mengorbankan diri sendiri demi yang lain."
Mereka kembali ke pondok kayu, di tengah dinginnya Siberia, untuk membuat keputusan yang paling berat dalam hidup mereka. Lev, sebagai pemimpin, merasa paling bertanggung jawab. Andriy, yang selalu dingin, tampak paling ragu-ragu. Cindy, sebagai pelindung, merasa bahwa ini adalah tugasnya. Vania, sebagai otak tim, mencari jalan keluar lain. Dan Anatasya, yang paling diam, mengamati semua dengan mata tajamnya, seolah sudah tahu apa yang harus dilakukan.
Di luar, angin salju bertiup kencang. Di dalam, api unggun bergemuruh, seolah ikut merasakan ketidakpastian mereka. Di dunia tanpa sihir ini, di mana kekuatan datang dari baja dan darah, pengorbanan terbesar adalah pilihan terakhir. Dan mereka harus membuat pilihan itu sebelum dunia ini benar-benar hilang.
