S৳öćkhòlm - The Darkness is Over
Agustus, 05, 2022.
Seven seconds till the rise, Can't believe I'm still alive
And heaven was waiting for me.
I thought this would be the end, But I know you'll understand. All that is keeping me here
I dream of a stairway to the skies
My angel is coming down from heaven to take me
I reach out but then you fade away
Whenever you call for me
Know that I'm only one step behind
My senses tell me I have changed
But one this still remains
I'm torn and the hate's still aching
I slowly start to realize
We won't reunite
I still have to march on through
Is it a curse or a virtue?
Have I been blinded by regret?
Perdition awaits my soul is at stake
Will I find a stairway to the skies
In the end?
By,,,
Within Temptation - Stairway to the Skies
Aku masih dapat mengingatmu, waktu yang telah banyak kita habiskan bersama. Cinta yang telah kau berikan dan kasih sayang darimu yang membuat aku nyaman untuk terus berada disisimu sampai akhir. Aku pikir semua kabahagian ini tidak akan berubah dan aku pikir kebahagiaan ini dapat bertahan sedikit lebih lama karena kau adalah alasan mengapa aku bisa terus bertahan hidup di dunia fana ini. Menjaga hubungan ini dari kedalaman yang bahkan lebih dalam dari laut atau bahkan lebih tinggi dari langit yang tak pernah dapat aku lihat dengan mataku sendiri, masa depan yang terpisah. Kita telah dipisahkan oleh maut. Tahukah kau aku yang masih mencintaimu, bahkan sampai sekarang aku masih merindukanmu. Di malam kesedihan yang abadi, cinta tetaplah hidup bersemayam di ujung hati yang paling dalam. Aku akan terus berada disini untukmu selamanya, selama ini aku terus berharap di dalam gelap nya kegelapan. Menanti dirimu kembali sampai akhirnya aku dapat memelukmu untuk terakhir kali.
"Hidup ini rumit nak, iman adalah kekuatan kita, itu saja dapat menyelamatkan kita dari kegelapan. Tapi terkadang hidup punya cara untuk menguji iman kita, melalui apa yang kita alami, apa yang kita rasakan atau juga bisa melalui kesedihan dan bahkan juga melalui sebuah kehilangan. Semoga kau betah di negara orang ya nak dan kebahagian akan selalu datang padamu ingatlah satu hal jika kau merindukan rumah atau kau lelah dengan dunia sana, datanglah kesini karena disinilah tempat kau untuk pulang meski banyak kenangan pahit itu tak apa biarkan masa lalu terkubur dalam ingatan." Orangtuaku berkata seperti itu saat aku ingin pergi ke kota Stockholm.
Badai telah usai, malam yang panjang kini telah berganti pagi, burung-burung memecah keheningan pagi yang sendu. Kami berpelukan dan menangis serta berpegangan dengan eratnya karena telah melewati bagian malam yang paling gelap, mencoba menenggelamkan ingatan masa lalu, mencoba menenangkan Vania kemudian aku kembali memeluknya dan Vania menyandarkan kepalanya di bahuku dan kami tidak bergerak maupun berbicara untuk waktu yang lama. Hanya berpelukan sampai rasa rindu itu telah terobati.
Setelah sekian ribuan hari kami tidak bersama dan pada pagi ini aku dapat kembali melihat wajah Vania. Senyuman Vania yang telah lama aku rindukan, ribuan hari tidak bersama rasanya pada hari ini saja mampu mengobati hari-hari kesepian panjangku. Air mata kebahagiaan di balik mataku menandakan betapa bahagianya aku saat ini.
“Jadi ingatan tentang kau sudah meninggal itu cuma mimpi? Aku bertanya pada Vania
“Iya, aku masih hidup kok dan aku disini untuk memenuhi janji-janji kita yang telah lama kita buat bersama. “
Mataku memerah karena ada air mata yang keluar. “Adakah harapan untuk kita atau hubungan kita seperti yang dulu Vania?
“Selalu ada harapan, bahkan sekecil apapun itu.”
Kemudian Vania memelukku lagi dan berkata “Hari-hari kesedihan kita sudah berakhir, dan meskipun jalan ke depan masih belum jelas untuk kita, tapi yang pasti kegelapan sudah meninggalkan kita. Harapanku untukmu sekarang, Lev. Bahwa hal ini tidak akan membuatmu merasa pahit. Kau sudah memiliki banyak kesedihan yang harus kau tanggung dan kau pertaruhkan untuk hidupmu di masa depan.”
“Aku hanya ingin, aku hanya berharap, bahwa kau masih mencintaiku dan kita bisa memulai semua nya kembali dari awal sekarang.”
“Aku selalu mencintaimu Lev, sampai kapanpun, hingga aku tak bisa mengingatmu lagi, aku selalu untukmu,cintaku untukmu tak akan pernah tergantikan dari apapun karena kaulah sebab aku mampu bertahan dari keras nya dunia ini kau adalah kebahagiaanku sekarang.”
Tapi aku benar-benar masih belum mengerti bagaimana Vania bisa kembali kepadaku dan dulu aku melihat dengan jelas kapan peti mati Vania terkubur di pemakaman itu.
Beberapa hal yang tidak benar-benar kita mengerti, siapa yang dapat memahami keajaiban penciptaan?
Siapa yang dapat memahami apa yang Tuhan rencanakan untuk kita? Siapa yang dapat memahami guratan takdir? Siapa yang dapat memahami kedalaman lautan dan kehidupan bintang-bintang? Dan hati manusia, siapa dari kita yang dapat benar-benar memahami hal itu?
Hari baru sedang dimulai, ini adalah hariku, untukku dan Vania. Dia Vania Larasati. Hanya dia yang mampu bertahan sampai akhir disaat semua orang pergi meninggalkanku. Cintanya yang tak pernah menyakitiku sebelum kepergiannya yang telah aku sangka telah mati. Inilah harinya, sekarang. ini adalah pagi yang sempurna, badai sudah berlalu dan segalanya dimulai kembali. Walaupun masih musim hujan, udara yang lembut, langit biru yang indah, tanah yang hangat di bawah terik matahari, tetesan sisa air hujan putus-putus mengenai bunga lily yang mengangkat kepalanya lagi, bertekad untuk bertahan hidup.
Ini adalah hari di mana segala sesuatu terpenuhi dan masuk akal. Satu hari yang lebih berharga daripada tahun-tahun sebelumnya. Satu hari yang berharga seperti sebuah perhiasan yang berharga. Satu hari yang dapat kulihat kembali, ketika aku dan Vania bersama, bahagia dan terselamatkan. Hatiku rasanya tersembuhkan setelah melihat Vania.
Aku mencintai dan aku dicintai begitu luar biasanya hal itu. Kami berjalan berdua di kota kami untuk mengenang masa-masa yang indah yang pernah kami habiskan bersama, tempat yang paling banyak kami habiskan waktu bersama. Matahari bersinar, kehidupan mengalir dalam sungai yang dalam di sekitar kami. Semua yang kami miliki adalah disini dan sekarang itu telah cukup. Tiap menit, tiap detik, cinta dan tawa seumur hidup berdesakan dalam beberapa jam setelah sekian lamanya kita tidak bertemu.
“Aku tidak dapat meninggalkan dunia ini dengan kau yang masih belum melupakanku. Itu adalah siksaan yang lebih besar dari apa pun yang kuhadapi, kau tahu seberapa besar aku mencintaimu, Lev.” Vania menegaskan
“Aku mencintaimu sejak aku pertama kali melihatmu di pantai itu dan rasanya seperti sulit untuk bernafas ketika kau tidak ada lagi disini bersamaku.” Jawabku
“Benarkah, mengapa kau baru mengatakannya sekarang dan bagaimana dengan kau yang mendekatiku saat berada di kampusku, pertemuan yang kedua itu tidak mungkin kebetulan kan?”
“Bagiku itu takdir, aku yang tak sengaja melihatmu di kampus itu karena aku yang telah jatuh cinta padamu aku memberanikan diri untuk menyapamu walaupun ada sedikit gugup itu bisa tertutupi dengan senyuman hangatmu yang kau berikan kepadaku, bagiku selain wajahmu yang cantik, hatimu juga, aku bisa merasakan dari senyuman hangatmu itu. Aku akan selalu mencintaimu, Vania. Kau tahu itu.”
“Aku tahu.” Vania mencodongkan tubuhnya ke bawah dan menciumku, dan jiwa kami bersentuhan, kemudian kami mencoba mengingat wajah masing-masing saat kami pertama jatuh cinta, mencoba menghentikan waktu agar kami dapat bersama selamanya lagi tanpa terpisahkan.
Kenangan.
Apakah kau ingat pertama kali saat kita pergi ke pantai, kita berjalan di sini di pinggir pantai. Apakah kau ingat beberapa tahun yang lalu dan malam saat kita melihat bintang-bintang yang indah. Apakah kau ingat?
Aku ingat semuanya, aku akan selalu ingat, aku akan menghabiskan seluruh hidupku untuk mengingat itu semua.
Sebuah awan menutupi matahari. “Jangan lagi memikirkan masa lalu, masa lalu sudah selesai, dapat kita memikirkan masa depan sekarang, masa depan kita.” aku berkata.
Oh, kami merencanakan segalanya. Kami membicarakan tentang tempat-tempat yang akan kami kunjungi: Mekah, Madinah, Mesir, Manchester, London, Paris, Istanbul, Dresden, Stockholm, Alaska dan begitu banyak tempat. Kami akan melihat kota-kota dan museum-museum dan sungai-sungai serta lautan-lautan yang luas. Kami akan mendaki gunung-gunung dan menemukan tempat-tempat baru, dan belajar menulis buku-buku, memberikan sesuatu kenangan untuk dunia sebelum kami mati. Kami akan melakukan semuanya bersama, hari demi hari, langkah demi langkah di sepanjang waktu kami akan membuat waktu terasa seperti berhenti. Dan anak-anak kami, betapa menyenangkannya melihat mereka nantinya, aku melihat mereka bermain di sekitar pinggir pantai, seorang gadis manis yang riang dan seorang anak laki-laki kecil dengan tampannya, mereka tertawa dan bermain pasir dan memeluk kita dan bertanya-tanya tentang ini dan itu dengan bahagia. Kami melihat semuanya, apa yang kami inginkan di masa depan.
“Terima kasih.” Vania menggenggam tanganku erat-erat dan berkata “Aku berharap aku tahu apa yang harus aku katakan. Apakah kau ingat puisi yang aku coba tulis untukmu? Kata-kata yang tak bermakna. benar, kan? Aku berterima kasih dan aku mencintaimu. Hal itu tidak cukup, benar kan?”
“Tidak apa-apa, kau tahu kau telah mengatakan semuanya hanya dengan melihat matamu aku sudah tahu arti dari semua itu. Aku tahu seberapa besar cintamu untukku.”
Sekarang Vania menangis, dia tidak dapat menghentikan air matanya. Aku menggapainya dan menyentuh sehelai rambutnya seperti yang aku lakukan kapan Vania merasa sedih. “Jangan bersedih Vania, ini tidak akan selalu menyakitkan, kita dapat memulai semuanya dari awal.”
“Bukan seperti itu seharusnya Lev. Apakah kau tahu ini tempat apa? Apakah kau benar tidak tahu apa yang kau alami beberapa jam yang lalu?” Vania mengatakan dengan terbata-bata disertai dengan isakan tangis
“Tidak, aku tidak ingat sama sekali, emangnya kita ini dimana?”
“Oke aku akan berterus terang dan mengatakan yang sejujurnya. Disini adalah tempat dunia roh berkumpul. Jadi, kau benar-benar tidak ingat kau mengalami kecelakaan saat kau liburan dengan Anatasya.”
“Hah, benarkah, jadi aku sudah mati dan bagaimana dengan Anatasya?”
“Anatasya dia baik-baik saja, hanya kau yang kecelakaan di tabrak oleh mobil saat kau ingin menyebrang ke mobil Anatasya. Dan masalah kematianmu aku tidak tahu, tapi aku pikir kau masih dapat hidup jika ingin berjuang mempertahankan kehidupanmu karena ragamu disana masih koma. Jadi, itu semua terserah padamu.”
“Bagaimana jika aku memilih mati saja, Vania?”
“Tidak, kau jangan berkata seperti itu. Kau masih diberi kesempatan untuk hidup maka berjuanglah untuk kehidupanmu, masih banyak orang-orang yang menunggu untuk membuka matamu kembali.”
“Lalu bagaimana denganmu? Aku ingin bersamamu lagi dan mimpi yang panjang ini telah usai dan akhirnya kita dapat bersama lagi seperti dulu.”
“Bukan seperti itu ceritanya Lev, kehidupanmu yang sebenarnya bukan disini dan aku ingin kau hidup karena kau masih diberi kesempatan untuk hidup. Aku tidak masalah, tinggalkanlah aku. Aku hanya ingin melihatmu Bahagia Lev, aku mohon.”
“Baiklah, aku akan melakukannya. Hanya untukmu.” Aku mencoba untuk tersenyum agar Vania juga bisa tersenyum dan mengingatku. Nampak jelas keraguan yang aku rasakan di mata Vania.
“Ada satu hal lagi yang aku ingin kau melakukannya untukku,” Katanya
“Tentu saja. Apa pun.”
“Maka hiduplah, Lev. Hanya hidup. Jangan habiskan hidupmu untuk berduka. Aku tidak ingin kau berhenti mencintai karena aku, karena kita telah terpisah dan kisah kita tidak seperti yang pernah kita harapkan, tapi lanjutkan kehidupanmu dengan orang yang mencintaimu dan yang kau cintai pastinya.”
“Aku sebenarnya sudah berusaha mencintai orang lain tapi karena masih ada perasaan yang tertinggal untukmu. Aku masih tidak bisa mencintai orang lain sepenuhnya selain kepada dirimu.” Setelah mengatakan itu kulihat dengan jelas kesedihan di mata Vania kepadaku.
“Oh, ya. Kau akan bisa suatu hari nanti dan kau akan mengalaminya. Lev, kau harus. Kau harus mencintai dan menikah dan mempunyai seorang anak perempuan dengan rambut seperti api dan mata seperti laut dan seorang anak laki-laki yang pemberani seperti kamu. Dan kau akan memberitahu dirinya bahwa tak ada hidup yang sia-sia, betapapun singkatnya, jika hidup itu sudah disentuh oleh cinta.”
Satu pelukan terakhir dan ciuman yang terakhir.
“Selamat tinggal Vania, kau orang yang baik dan hatimu juga, aku bersyukur pernah mengenalmu, kita akan bertemu lagi kan, aku berjanji?"
“Kapan kita bertemu lagi barangkali kau sudah benar-benar mati, tapi untuk sekarang lanjutkanlah kehidupanmu, masih ada kebahagian yang perlu kau gapai disana. Selamat tinggal.
Dan sekarang pertemuan itu telah usai, aku kembali ke dalam ragaku. Setelah dinyatakan mati oleh dokter dan koma selama beberapa jam dan akhinya aku bisa sadarkan diri dan menggerakkan tanganku sedikit demi sedikit dan aku membuka mata dan melihat Anatasya, mama dan papaku dan orang-orang lain ada disini di tempat aku berbaring. Mereka kelihatan sangat khawatir dan tentu saja. Dan alhamdulillah aku bisa melihat senyum di wajah mereka lagi.
Saat aku membuka mata ada wajah-wajah yang dari bawah aku berbaring dan melihat ke atas kulihat nampak tak ada bedanya dengan butiran-butiran pasir. Aku sejauh ini menyatakan aku bisa membaca ekspresi dari mereka bila melihat wajah mereka dari dekat, tiap wajah itu dapat aku ketahui mana yang peduli dan tidak dan itu tampak unik. Wajah ibu atau ayah, wajah saudara perempuan atau saudara laki-laki, wajah anak perempuan dan wajah anak laki-laki dan tentu saja wajah kekasih kita. Wajah yang di atasnya telah tergores seribu kenangan sehingga bisa dibedakan dari semua wajah lain. Inilah inti dari semua kasih sayang dan saling peduli, sifat yang membuat kita menjadi manusia. Dan jika kita tidak memilikinya, kita akan berenang selamanya di lautan dingin, dengan mata seperti kaca dan bersikap masa bodoh, serta hanya mencari kebutuhan paling dasar. Kita bisa merasakan rasa sakit di gigi kita serta perih luka di tubuh kita, tapi kita tidak akan tahu apa-apa tentang kesetiaan, dan karenanya juga tidak akan tahu apa-apa tentang kesedihan mendalam yang pernah di rasakan. Jika kau tak pernah mengalaminya tentu saja kau tidak akan pernah merasakan nya. Sebagaimana kita belajar, jangan pernah menghakimi atau mengatakan sabar kepada orang-orang yang mengalami kesedihan karena kau tak akan tahu jika belum pernah mengalaminya.
Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah karena sebab dan akibat.
Jatuh dalam kesedihan, alam semesta selalu punya rencana. Semesta tak pernah salah karena semua yang ditakdirkan bertemu akan bertemu. Hanya orang yang pernah kehilangan yang tahu bagaimana mengatasi sebuah kesedihan, lalu bagaimana cara nya menghadapi kehilangan? Selama beberapa tahun aku sudah berusaha mencari jawabannya. Kita masih muda, kita tak tahu masa depan dan apa yang akan menanti disana. Kau hanya harus bangkit dan menemukan kebahagian lagi.
Tak ada masa lalu lagi untuk di kenang sejak aku merelakannya, aku terus mengatakannya sepanjang waktu bahwa aku tak punya apapun lagi. Sang bulan hanyut dalam keheningan yang bersinar dalam kegelapan, akan kuemban beban cahayanya menuju masa depan karena aku tidak ingin kehilangan mimpiku yang tidak abadi dan tunas cinta dalam diriku yang membuatku terus hidup meski perih terus menyerang dalam jalan baruku hasrat memenuhi diriku dan memanduku menuju tempat yang dijanjikan.
Ada banyak jenis cinta. Bagi sebagian orang, pasangan yang tepat adalah yang menguntungkan. Bagi orang lain, hubungan sejati sudah cukup. Mencari cinta sesuai keinginan tidaklah salah. Meski itu tak lazim, jangan biarkan siapa pun mengatur hidupmu atau hatimu. Aku belajar dari pengalaman yang menyedihkan dan membahagiakan bahwa ketika kau menemukan orang yang tepat maka segala bentuk apa yang ada pada situasimu sekarang itu akan tetap menguntungkan.
Aku tahu aku harus melupakanmu dan melanjutkan hidupku, Aku tidak bisa menahan air mataku terlalu lama. Meskipun hidup tidak akan sama dan tidak akan lama tapi aku memang harus disalahkan karena tidak bisa menemanimu disaat terakhirmu. Dan temukan kekuatan yang kubutuhkan untuk melepaskanmu, Pergilah. Kau telah damai disisi-Nya, ucapkan selamat tinggal. Jangan melihatku sekarang karena kau mungkin melihatku menangis. Aku tidak boleh berantakan. Atau menunjukkan patah hatiku. Atau cinta yang kurasakan padamu .....
Dan selamat tinggal, terima kasih karena telah mencintaiku begitu dalam dan setia denganku sampai akhir, aku akan berusaha melanjutkan hidupku di dalam dunia fana dan ketika takdir mempertemukan aku dengan seseorang yang mencintaiku. Lihatlah kau dari sana karena aku akan memulai hidup baruku sekarang.
#Follow @myjourneybeforeidiee di Instagram. Thank you
