Begitu memasuki dimensi yang tidak diketahui, Andriy langsung menyadari bahwa kekuatan sihirnya jauh lebih kuat di sini. Hutan dengan pepohonan ungu dan langit hijau tampak seperti taman bermain baginya. Namun, hal itu juga berarti ia tidak bisa seenaknya menggunakan sihir. Kekuatan yang terlalu besar dapat mengganggu keseimbangan dimensi ini, dan itu bisa berbahaya.
“Ini benar-benar luar biasa!” seru Ksenia, yang tidak berhenti merekam dengan ponselnya, meskipun tidak ada sinyal. “Andriy, katakan sesuatu yang ajaib! Aku ingin merekamnya!”
“Bukan saatnya, Ksenia,” Andriy membalas, matanya waspada. “Kita tidak sendirian di sini.”
Vera, yang lebih tenang, merasakan hal yang sama. “Mereka mengawasi kita,” bisiknya, tangannya memegang erat lengan Andriy.
Tiba-tiba, dari balik semak belukar yang bergerak, muncul sekelompok goblin. Mereka memiliki kulit hijau keabu-abuan, telinga runcing, dan mata yang bersinar dalam kegelapan. Mereka menari-nari dan mengeluarkan suara-suara aneh, seperti belalang yang bersorak.
“Mereka mengira kita adalah mainan,” kata Andriy dengan suara rendah. “Mereka tidak berbahaya, hanya… suka bersenang-senang dengan penderitaan orang lain.”
“Senang-senang dengan penderitaan? Apa yang mereka lakukan pada Ogon?” Ksenia bertanya, suaranya naik satu oktaf.
Para goblin itu memandangi mereka, tertawa. Mereka sepertinya tahu bahwa Andriy dan kedua temannya datang untuk menyelamatkan Ogon. Seorang goblin yang paling besar, dengan topi dari daun kering, melangkah maju. Ia mengeluarkan sebuah kaleng kosong dari kantungnya, dan mengacungkannya kepada Andriy.
“Dia ingin menantangku,” kata Andriy. “Dia ingin aku mengambil kembali kaleng sarden itu, tapi dengan aturan mereka.”
“Aturan apa?” tanya Vera.
Andriy tidak menjawab. Ia hanya berjalan maju, menuju sangkar tempat Ogon terperangkap. Ogon mengeong, seolah meminta pertolongan.
“Baiklah,” kata Andriy pada para goblin. “Aku akan mengambil kembali kucingku. Tapi aku akan melakukannya dengan caraku.”
Para goblin terdiam, menatap Andriy dengan penuh keraguan. Mereka tidak pernah melihat seorang manusia yang berani menantang mereka.
“Ksenia, Vera, lindungi diri kalian,” Andriy berbisik. “Aku akan menggunakan sihir.”
Andriy mengangkat tangannya, dan sebuah energi sihir mulai mengalir dari tangannya. Ia tidak menggunakan kekuatan penuhnya, hanya sedikit, agar tidak mengganggu dimensi. Ia membuat sebuah ilusi: sebuah kaleng ikan sarden raksasa, yang memancarkan bau ikan yang lezat.
Para goblin, yang mencium bau ikan itu, langsung berhamburan. Mereka tidak bisa menahan diri. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan ikan sarden itu, dan Andriy memanfaatkan kesempatan itu.
“Sekarang!” Andriy berteriak.
Ksenia dan Vera, yang telah siap, langsung berlari ke arah sangkar. Mereka bekerja sama, Ksenia menggunakan ponselnya untuk merekam dan Vera menggunakan kekuatan fisiknya untuk membuka pintu sangkar. Namun, pintu sangkar itu terbuat dari ranting sihir, dan tidak bisa dibuka dengan mudah.
“Andriy, tidak bisa!” teriak Ksenia.
Andriy, yang sedang melawan para goblin, menyadari bahwa ia tidak bisa membantu mereka. Ia harus mengalihkan perhatian para goblin. Ia memikirkan sesuatu, dan sebuah ide brilian muncul di benaknya.
“Para goblin,” kata Andriy, “kalian ingin ikan sarden? Ambil ini!”
Andriy mengambil sebuah kaleng ikan sarden dari kantungnya, dan melemparkannya ke arah para goblin. Para goblin langsung berhamburan, berlomba-lomba untuk mendapatkan kaleng itu. Andriy tersenyum. Ia tahu, kelemahan goblin adalah ikan sarden.
“Vera, Ksenia, sekarang!” teriak Andriy.
Vera dan Ksenia langsung menggunakan kesempatan itu. Mereka berhasil membuka pintu sangkar, dan Ogon langsung melompat keluar. Ogon melompat ke pelukan Ksenia, mengeong dengan gembira.
“Ogon!” seru Ksenia, memeluk kucing kesayangannya. “Kau baik-baik saja!”
Para goblin, yang menyadari bahwa mereka telah tertipu, kembali mengamuk. Mereka melompat ke arah Andriy, dengan wajah yang penuh kemarahan.
“Andriy!” Vera berteriak.
Andriy tersenyum. “Tidak apa-apa. Kita pergi sekarang.”
Andriy membuka portal kembali ke Chelyabinsk. Ksenia dan Vera, dengan Ogon di pelukan mereka, langsung masuk ke dalam portal. Andriy, yang terakhir masuk, melihat para goblin yang melompat ke arahnya, dan ia tersenyum.
“Sampai jumpa, teman-teman,” kata Andriy, dan ia menutup portal.
Mereka kembali ke Chelyabinsk, di halaman rumah Kolya, di mana pohon rindang itu kembali terlihat normal. Salju masih turun, dan mereka merasa lega.
“Itu… itu pengalaman yang luar biasa,” kata Ksenia, napasnya masih terengah-engah.
“Kita menyelamatkan Ogon,” kata Vera, memeluk Ogon.
Andriy tersenyum. Ia melihat Ksenia dan Vera, dua wanita muda yang berani dan setia. Mereka telah membantunya. Mereka adalah pahlawan.
“Kalian berani,” kata Andriy. “Kalian adalah pahlawan.”
“Kita adalah tim,” kata Ksenia, tersenyum. “Andriy, aku yakin videonya akan viral! Ini akan menjadi video vlog paling keren sepanjang masa!
Andriy hanya menggelengkan kepalanya, tetapi ia tidak bisa menahan senyumnya. Ia merasa bahwa ia tidak sendirian. Ia punya Ksenia dan Vera, dan mereka adalah keluarga barunya.
“Mari kita jenguk Kolya,” kata Andriy. “Aku yakin dia ingin tahu tentang petualangan kita.”
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah Kolya, dan menceritakan petualangan mereka. Kolya mendengarkan dengan penuh antusias, dan ia tersenyum.
“Aku tahu, Andriy,” kata Kolya, “Kau tidak pernah sendirian. Kau punya Vera, dan kau punya Ksenia. Mereka adalah keluargamu.”
Andriy menatap Kolya, dan ia merasa hangat. Ia tahu, Kolya benar. Ia tidak sendirian. Ia memiliki keluarga. Dan ia akan menjaga keluarga ini, seperti ia menjaga kenangan masa lalunya.
Babak baru dalam hidup Andriy, yang penuh dengan petualangan, humor, dan persahabatan, telah dimulai. Ia tidak lagi takut pada perpisahan, karena ia tahu, kenangan yang ia jalin akan selalu hidup.
